1000 Tong Sampah, Untuk Budayakan Buang Sampah Pada Tempatnya Saibumi.com Gerakan 1000 Tong Sampah, Untuk Budayakan Buang Sampah Pada Tempatnya

1000 Tong Sampah, Untuk Budayakan Buang Sampah Pada Tempatnya Saibumi.com Gerakan 1000 Tong Sampah, Untuk Budayakan Buang Sampah Pada Tempatnya

Mau dapat Adipura? Ada syarat baru yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Apakah itu? Pemerintah daerah harus memasukkan unsur “pengelolaan sampah rumah tangga” dalam kebijakan dan strategi daerah (jakstrada)-nya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rossa Vivien Ratnawati, serta Kepala Pusrenbang SDM KLHK, Novrizal Tahar, di Jakarta, Senin (2/4/2018), mengatakan, jakstrada pengelolaan sampah rumah tangga masuk dalam penilaian Adipura. Untuk itu pemerintah daerah (pemda) harus segera menyiapkan dokumennya.

“Bagaimana daerah melakukan perencanaan, pengolahan dan pengurangan sampah, harus masuk dalam jakstrada dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” kata Rossa.

Postcomended   Anaknya Disebut "Loli", Nafa Urbach Akan Ambil Jalur Hukum

Lebih lanjut Rossa mengatakan, target pencapaian penyelenggaraan kebijakan strategi nasional (jakstranas), diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen, dan penanganan sampah sebesar 70 persen pada 2025. “Untuk mencapai target ini, pemerintah daerah harus menyusun dokumen jakstrada. Dokumen jakstrada ini untuk pemerintah daerah provinsi harus untuk kurun waktu enam bulan, dan satu tahun untuk pemerintah daerah kabupaten/kota,” ujar Rossa, seperti dilaporkan Antara.

Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Jakstranas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, memuat konsep pengurangan sampah sebesar 30 persen di sumbernya pada 2025. Ini menunjukkan tekad sangat kuat untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampahnya melalui perubahan perilaku dan budaya masyarakat Indonesia.

Rossa mengatakan, jika masyarakat digerakkan secara massif, program ini akan mendorong sampah menjadi sumber daya baru yang sangat dahsyat bagi sistem perekonomian Indonesia. Terlebih potensi timbulan sampah nasional sebenarnya mendukung dengan sampah organik 57 persen, sampah plastik 16 persen, sampah kertas 10 persen, lainnya 17 persen. Ini kata Rossa, berpotensi menjadi sumber daya baru, yakni memanfaatkan sampah sebagai alternatif bahan baku industri.

Postcomended   Berakibat Fatal, Ini 3 Alasan Tak Boleh Main HP Saat BAB

KLHK rencananya akan menggelar sosialisasi Perpres Nomor 97 Tahun 2017 itu dalam satu rangkaian kegiatan Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. TBBS dilaksanakan mulai 21 Januari sampai dengan 21 April 2018, yang dikaitkan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April 2018.

Kegiatan akan meliputi sosialisasi kebijakan dan program pengelolaan sampah, gerakan kebersihan sampah, dan fasilitasi kegiatan bersama masyarakat dengan tujuan untuk menciptakan aksi bersama dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.***

Postcomended   Dampak Ekonomi Singkawang Makin Menggeliat
Share the knowledge