Lifestyle

Ingin Selamatkan Bumi? Makanlah Ternak dari Hidung hingga Ekor

Share the knowledge

Masakan dari jeroan ternak. Dunia Barat disarankan memakan lebih banyak jeroan, jika ingin menyelamatkan Bumi (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Hsz0QaCgb_U)

Masakan dari jeroan ternak. Dunia Barat disarankan memakan lebih banyak jeroan, jika ingin menyelamatkan Bumi (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Hsz0QaCgb_U)

Kepedulian pada lingkungan mungkin harus diperluas tak hanya dengan mengurangi penggunaan plastik, melainkan juga dengan mengonsumsi ternak mulai dari hidung hingga ekornya; suatu hal yang umum bagi orang Asia.

Budidaya ternak sangat berbahaya bagi pemanasan Bumi. Sapi misalnya, jika bersendawa atau kentut, dapat  menghasilkan sejumlah besar gas metan berbahaya; gas rumah kaca yang 25 kali lebih kuat daripada karbon dioksida.

Industri daging diketahui menyumbang 14,5% dari total emisi gas rumah kaca global, lebih dari output karbon langsung sektor transportasi. Terlepas dari meningkatnya kesadaran akan dampak negatifnya terhadap lingkungan, manusia memroduksi dan makan lebih banyak daging daripada sebelumnya.

Postcomended   Aktivis Lingkungan Mencemaskan Tiga Startup Pesawat Supersonik

Tetapi bahkan pecinta daging dapat membantu mengurangi emisi dengan mengurangi limbah daging dan menerapkan pola makan “hidung hingga ekor”. Tujuannya, agar manusia memanfaatkan setiap bagian dari hewan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science and Technology, dan dilaporkan kembali oleh CNN, menukar makan iga sapi atau daging babi dengan jeroan, kaki, hingga organ lainnya, dapat menyebabkan penurunan drastis  emisi gas buang.

Studi tentang rantai pasokan daging Jerman menemukan bahwa sementara mengurangi total konsumsi daging dapat melihat penurunan emisi sebesar 32%, makan lebih banyak jeroan juga dapat menyebabkan pengurangan yang signifikan.

Jika 50% lebih sedikit jeroan dibuang selama proses penyembelihan dan dikonsumsi sebagai makanan sebagai gantinya, emisi dapat turun 14%, menurut penulis utama Profesor Gang Liu dari University of Southern Denmark.

Postcomended   Seorang Pria "Terbangun" Setelah Tak Sadar Selama 15 Tahun

“Ada potensi besar menurunkan emisi dengan makan lebih banyak produk sampingan dan mengurangi limbah di sepanjang rantai pasokan,” kata Liu. Dia mengatakan, diet hidung hingga ekor” adalah strategi mitigasi yang lebih efektif daripada yang bertujuan mengubah (seluruh) populasi global vegetarian.

“Dengan cara ini Anda bisa menggunakan daging lebih efisien,” katanya, menambahkan bahwa di banyak negara Asia makan produk sampingan daging, seperti babat dan paru-paru, adalah umum.

Trevor Gulliver, yang ikut mendirikan restoran hidung-hingga-ekor pertama, St. John, di London, mengatakan negara-negara Barat membuang-buang makanan dalam jumlah yang sangat besar dengan semua efek yang berpotensi menimbulkan bencana itu.***

Postcomended   Tiga Jenis Makanan untuk Memori Lebih Baik bagi Laki-laki

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top