Nasional

Ini Komentar Jokowi Atas Nilai Rupiah Yang Terus Melemah

Cemas? Politik - RMOL.co - Rmol Rupiah Rontok

Cemas? Politik – RMOL.co – Rmol Rupiah Rontok

Akhir-akhir ini, permasalahan nilai rupiah yang melemah sepertinya menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerintahan dan juga masyarakat. Tentunya, yang demikian ini juga mempengaruhi perekonomian di negara, di mana harga barang-barang juga ikut mengalami kenaikan.
Di lain sisi, presiden Joko Widodo yang akrab disapa dengan Jokowi ini menganggap bahwasannya kondisi depresiasi mata uang suatu negara atas mata uang asing ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di beberapa negara lainnya. Hal ini disampaikan olehnya dalam pertemuannya di Rokan Hilir, Riau pada Rabu 5 Mei 2018.
Adanya kondisi nilai rupiah yang melemah yang selanjutnya dikenal dengan sebutan depresiasi mata uang ini ternyata ada faktor pemicunya yang dalam hal ini adalah terjadinya perang dagang dua negara yaitu China dan Amerika. Tidak mengherankan jika kejadian tersebut selanjutnya mempengaruhi adanya kenaikan suku bunga sebesar tiga hingga empat kali dan selanjutnya yang demikian ini juga dialami oleh semua negara.
Dikutip dari Bloomberg, kaitannya dengan nilai rupiah yang melemah dikatakan bahwasannya nilai tukar rupiah atas dollar Amerika ternyata hanya sebatas Rp 14,048 per dollar. Angka yang sangat tinggi dari nilai tukar sebelumnya atas rupiah. Sementara itu, perihal ini juga mempengaruhi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang ternyata mengalami penutupan sebesar 133,22 poin atau setara dengan 2,3%, tepatnya pada posisi 5.907,94.
Tidak hanya itu saja, dikatakan bahwa setidaknya ada 226 saham yang kemudian diperdagangkan mengalami penguatan, 185 saham mengalami pelemahan serta 93 saham ada pada kondisi yang tetap atau stagnan.
Masih terkait dengan nilai rupiah yang melemah, ternyata hal ini juga mempengaruhi atas volume perdagangan saham yang ternyata mencapai 9,07 miliar dengan jumlah transaksi yang mencapai nilai Rp 9,14 triliun. Sedangkan untuk net sell atas investor asing yang berada di seluruh pasar telah mencapai Rp 328,17 miliar dengan pasar regular yang mencapai Rp 202,43 miliar. Lantas, sampai kapan nilai rupiah yang melemah ini berlangsung terus menerus?
Dikatakan oleh Josua Pardede yang merupakan VP Economist PT Bank Permata, Tbk, bahwasannya kondisi yang demikian ini masih akan terus berlangsung untuk beberapa waktu ke depan seiring dengan dirilisnya sejumlah data perekonomian Amerika Serikat. Beberapa data tersebut mencangkup di antaranya adalah data pemesanan barang yang tahan lama, data konsumsi dan tidak ketinggalan data ekonomi kuartal I 2018.
Kaitannya dengan nilai rupiah yang melemah, rencananya, keseluruhan data tersebut akan dirilis sebelum adanya pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang nantinya akan digelar oleh pihak bank sentral AS Federal Reserve. Menurut Joshua, diprediksi bahwa nantinya The Fed sepertinya akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga. Selanjutnya, The Fed dimungkinkan akan menaikkan suku bunga pada rapat FOMC yang akan diselenggarakan bulan Juni mendatang.

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top