Internasional

Intelijen Turki Bagikan Semua Bukti Pembunuhan Khashoggi kepada CIA

Share the knowledge

Intelijen Turki dikatakan telah membagikan “semua bukti” pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, kepada lembaga intelijen Amerika Serikat (AS), CIA. Kabar ini menyusul kepergian Direktur CIA, Gina Haspel, ke ibukota Turki, Ankara, Selasa (23/10/2018). Jika benar, artinya semua rekaman video dan audio, dll, terkait pembunuhan Khashoggi, telah berada dalam pengetahuan CIA.

Haspel mengunjungi Ankara untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Turki tentang pembunuhan kontributor Washington Post tersebut. Media pro pemerintah Turki, Sabah, melaporkan Rabu (24/10/2018) seperti diteruskan AFP, bahwa rekaman video dan audio serta bukti lainnya yang dikumpulkan dari konsulat dan tempat tinggal konsul, dibagikan kepada Haspel selama pertemuan dengan Organisasi Intelijen Turki (MIT).

Sebelumnya, media pro-pemerintah Turki, mengklaim Ankara memiliki rekaman audio pembunuhan, namun pemerintah Turki sempat membantah memberikan “segala jenis rekaman audio” hasil penyelidikan itu kepada pejabat AS.

Pembunuhan Direncanakan Cermat

Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan dalam pidato kunci pada Selasa bahwa pembunuhan terhadap mantan orang dalam Kerajaan yang berbalik menjadi kritikus itu, direncanakan dengan cermat.

Postcomended   Mungkinkah Suatu Hari Hongmeng Menjadi Rival Android dan iOS?

Erdogan –yang tidak mengungkap serinci yang dijanjikannya sebelumnya– menuntut semua yang terlibat dibawa ke pengadilan dan diadili di Turki, termasuk ke-18 orang yang telah ditetapkan Saudi bersalah dalam kasus ini.

Erdogan sendiri, sesuai dengan penyelidikan pihaknya menyebutkan bahwa ada tim berjumlah 15 orang datang dari Riyadh untuk membunuh Khashoggi. Mereka antara lain ada yang bekerja melakukan pengintaian di luar Istanbul, dan menonaktifkan kamera keamanan di konsulat.

Khashoggi (59), lenyap pada 2 Oktober 2018 setelah memasuki kantor Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, untuk mendapatkan dokumen untuk pernikahannya, namun dia tidak pernah terlihat keluar hidup-hidup dari sana. Belakangan disebutkan ada orang bernama Mustafa al-Madani yang keluar Konsulat dengan mengenakan pakaian Khashoggi, diduga setelah Khashoggi terbunuh.

Sabtu (20/10/2018) dini hari, pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi tewas di konsulatnya, dengan alasan karena dia terlibat aksi baku hantam dengan orang-orang di dalam konsulat, tanpa dapat menyebutkan dimana jasad Khashoggi berada, hingga kini.

Postcomended   Seorang Senator Sebut Trump Menyuap dan Menjilat Arab Saudi; Kasus Khashoggi

Pihak Turki megisyaratkan adanya keterlibatan Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman, penguasa de facto kerajaan dalam pembunuhan ini. Namun, seperti dikutip dari AFP, pihak Saudi membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut dan malah menyalahkan rantai komando.

Potongan Tubuh Khashoggi Ditemukan?
Pada Selasa (23/10/2018), seusai pidato Erdogan, muncul kabar bahwa potongan tubuh Khashoggi telah ditemukan. Sumber Sky News mengatakan, sebaian jasad Khashoggi itu ditemukan di kebun atau taman rumah konsul Saudi di Istanbul, tidak jauh dari gedung konsulat Saudi.

Sky News juga menyebutkan bahwa sejumlah sumber mengatakan mayat Khashoggi dimutilasi dan wajahnya dirusak. Ihwal kabar tubuh Khashoggi yang dimutilasi telah mengemuka sekitar emat hari sejak Khashoggi dilaporkan hilang, yang bersumber dari pejabat Turki yang tidak disebutkan identitasnya.

Laman Daily Mail di hari yang sama menyebutkan, masih belum terkonfirmasi berapa banyak potongan tubuh yang ditemukan. Potongan tubuh ini menurut laporan media Inggris ini sebagian ditemukan di sebuah sumur.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top