Sesi I, IHSG Ditutup Melemah 0,22 Persen - Kompas.com Kompas Ekonomi750 × 500Search by image Pengunjung mengambil gambar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Sesi I, IHSG Ditutup Melemah 0,22 Persen – Kompas.com Kompas Ekonomi750 × 500Search by image Pengunjung mengambil gambar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), digegerkan, seorang misterius bernama Setiawan Ichlas. Hanya dalam sepekan, dia berhasil meraup untung hingga Rp 1,13 triliun. Keuntungan tersebut dia peroleh dari memborong saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk yang berkode PADI.

Direktur PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk., Martha Susanti, mengaku hanya mengetahui orang bernama Setiawan Ichlas itu adalah investor bursa efek yang beralamat di Jl R.H.A. Rozak Komp. Villa Evergreen F-16 No.12.

Seperti diumumkan lewat situs BEI, Jumat (11/8/2017), Direktur PT Minna, Martha Susanti, menyebutkan, pada 7 Agustus 2017, Setiawan membeli saham PADI sebanyak 250 juta saham di harga Rp 350 per lembar saham. Totalnya adalah senilai Rp 87,5 miliar.

Transaksi itu terjadi justru saat saham PADI masih disuspensi oleh otoritas bursa efek di pasar reguler (dengan kata lain, transaksi dilakukan Setiawan di pasar negosiasi). Suspensi tersebut dilakukan terkait melejit tak terkendalinya harga saham ini pada perdagangan 21 Juli 2017.

Postcomended   Genjer-genjer, Lagu Penderitaan Dijajah Jepang yang Menjadi Identik dengan PKI

Kenaikan harga saham PADI ini terdorong isu bahwa PT Minna Padi akan mengakuisisi Bank Muamalat. Meskipun hal itu kemudian dibantah manajemen PT Minna Padi

Sehari sebelumnya, harga saham PADI malah tercatat turun 2,86% ke level Rp 340. Namun keesokan harinya (21/7) dia melejit hingga Rp 985, atau terjadi peningkatan harga hingga 189,7%. BEI pun buru-buru menghentikan perdagangan (suspensi) yang tidak sehat itu.

Transaksi pembelian saham PADI yang dilakukan Setiawan itu merupakan yang kedua setelah pada 4 Agustus 2017, dia membeli 1,25 miliar saham di harga Rp 350 per lembar saham, dengan total uang yang harus dibayarkan Setiawan senilai Rp 437,50 miliar.

Setelah suspensi atas PADI dicabut, dengan mengacu pada harga penutupan perdagangan Jumat (11/8), harga saham PADI turun ke level Rp 1.100 per saham, dari rekor harga sepekan yang sempat mencapai Rp 1.430 per saham (9/8).

Postcomended   31 Agustus dalam Sejarah: Putri Diana Tewas, Diduga Dibunuh Karena Mengandung Bayi Dodi

Kontan lalu menganalisis. Jika Setiawan menjual seluruh atau 13,27% saham PADI-nya pada harga penutupan Jumat itu (Rp 1.100), maka dia menarik untung hingga Rp 1,65 triliun (sebelum pajak dan biaya admin lainnya). Uang ini dia raup dengan “hanya” bermodalkan Rp 525 miliar saat dua kali membeli saham tersebut sepekan sebelumnya.

Kepada DetikFinance, Direktur Utama PT Mina Padi Investama Sekuritas, Djoko Joelijanto, mengatakan, mereka mendapat laporan bahwa ada perpindahan saham. “Tapi kita enggak tahu siapa yang jual,” tuturnya, Senin (7/8/2017).

Sempat muncul kecurigaan ada aksi menggoreng saham, namun Djoko mengatakan, itu murni mekanisme pasar. Level direksi, kata Djoko, tidak mengetahui maksud transaksi itu.

Tak hanya Setiawan, aksi jual beli saham PADI dalam jumlah banyak sudah dilakukan selama Juli  2017 oleh sejumlah investor. Ada yang bilang ini permainan insider trading yang mengetahui akan ada aksi korporasi yang dilakukan PT Minna Padi (isu akuisisi Bank Muamalat).

Postcomended   Mahfud MD: Yang Menyebut Gedung DPR Miring lah yang "Miring"

Ihwal rumor akuisisi Bank Muamalat, Djoko sudah menjelaskan pada 2 Agustus 2017. “Kita tidak tahu isu itu dari mana,” ujar Djoko. Jika memang ada aksi korporasi, lanjut dia, pihaknya pasti akan melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. ***(ra)