Internasional

Iran-AS Memanas Usai AS Jatuhkan Sanksi Baru, Presiden Iran: Ini Situasi Perang

Share the knowledge

AS vs Iran (indianexpress.com)

AS vs Iran (indianexpress.com)

“Sanksi akan datang pada 5 November!” Kalimat tersebut dibubuhkan pada foto Donald Trump, dan diposting antara lain di akun resmi Presiden AS itu, setidaknya di akun resmi Instagram dan Twitter-nya, pada Jumat (2/11/2018). Sontak warganet di seluruh dunia, khususnya asal Iran, memenuhi kolom komentar. Dan hari ini, Senin (5/11/2018), Trump benar-benar melakukannya; yang direaksi Iran dengan unjuk militer, dan dikuntit Israel dengan pujian.

Tahu bahwa postingan tersebut ditujukan untuk Iran, seorang pengguna Instagram mempertanyakan sikap Trump yang berbeda terhadap Arab Saudi, terkait kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. “Bagaimana dengan sikap AS terhadap Saudi? Anda tidak berani pada Muhammad bin Salman bukan?” Komentar ini hanya satu dari dari sekitar 32.800 pengguna Instagram yang menanggapi postingan Trump tersebut. Tampak komentar-komentar yang menggunakan huruf Arab memenuhi kolom komentar.

Laman AP News melaporkan, Iran menyambut pengenaan kembali sanksi Amerika Serikat (AS) dengan melakukan latihan pertahanan udara disertai pernyataan bernada ancaman dari Presiden Iran, Hassan Rouhani, bahwa negara itu menghadapi “situasi perang” yang dapat meningkatkan ketegangan Timur Tengah.

Sanksi ini kontan mengakhiri semua manfaat ekonomi yang diberikan AS kepada Teheran menyusul perjanjian nuklir pada 2015 dengan lima negara kekuatan dunia lainnya (Prancis, Inggris, Cina, Rusia, Jerman). Di tengah tuduhan Iran masih terus melakukan pengayaan uranium (nuklir), Iran bersikeras bahwa mereka terus mematuhi perjanjian itu.

Tidak atau belum ada pernyataan resmi Iran atas sanksi ini untuk benar-benar melanjutkan pengayaan uranium, namun dalam beberapa bulan terakhir setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran itu, sejumlah pejabat telah melayangkan sesumbar bahwa Iran dapat melanjutkan program nuklirnya setiap saat lebih cepat dari sebelumnya.

Sanksi AS ini secara khusus merusak industri minyak vital Iran, sumber mata uang yang sangat penting bagi perekonomiannya. Mata uang nasional Iran telah anjlok selama setahun terakhir, membuat harga-harga mulai ponsel hingga obat meroket. Rouhani, Senin, berusaha menangkal kecemasan atas sanksi itu dengan mengatakan, ‘Hari ini, Iran dapat menjual minyaknya dan akan dijual.”

Postcomended   15 Oktober dalam Sejarah: Napoleon Tiba di Pengasingannya di Pulau Tandus di Tengah Atlantik

Televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman sistem pertahanan udara dan baterai anti-pesawat dalam manuver militer dua hari yang berlangsung di hamparan luas wilayah utara negara itu. Ini termasuk demonstrasi rudal permukaan-ke-udara yang menembak jatuh drone. Latihan itu disebut akan dilanjutkan hingga Selasa.

Tentara Iran, Jenderal Habibillah Sayyari, mengatakan, baik tentara nasional dan Garda Revolusioner paramiliter negara, mengambil bagian dalam latihan. Rouhani, sementara itu, berjanji kepada pejabat pemerintah dalam komentar yang ditayangkan di TV negara bahwa Iran akan mengatasi sanksi. “Kami berada dalam situasi perang,” kata Rouhani. “Kami berada dalam situasi perang ekonomi. Kami menghadapi musuh penindas. Kami harus berdiri untuk menang,” ujarnya.

Rial Terpuruk

Washington menjelaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan terhadap Iran merupakan “sanksi terberat yang pernah ada”. AS  bertujuan secara signifikan mengurangi ekspor minyak Iran yang telah turun sekitar satu juta barel per hari sejak Mei, dan memotongnya dari keuangan internasional.

Postcomended   Inggris Bakal Paksa Para Bos Jejaring Sosial Bertanggung Jawab atas Konten Berbahaya di Platform-nya

Mata uang nasional Iran, rial, kini diperdagangkan pada 145 ribu per dolar AS, melemah dibanding saat  diperdagangkan tahun lalu sebesar 40.500 per dolar AS. Kekacauan ekonomi ini sempat memicu protes masal anti-pemerintah akhir tahun lalu yang mengakibatkan hampir 5.000 penangkapan yang dilaporkan dan setidaknya 25 orang terbunuh.

Rouhani secara terpisah mengatakan telah bertemu dengan empat negara kekuatan dunia lainnya dalam perjanjian nuklir, di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB pada September lalu untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan, termasuk merancang kemungkinan pertemuan dengan Trump. Keempat negara itu kemungkinan Cina, Prancis, Rusia dan Inggris, yang bersama dengan Jerman membentuk kekuatan dunia yang terlibat dalam kesepakatan nuklir 2015.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi, mengatakan, banyak negara dari mulai Eropa, Rusia dan Cina menentang sanksi, seraya menyebutkan bahwa sanksi ini bukan masalah baru.

AS Dukung Penggulingan?

AS sendiri mengatakan, sanksi tidak ditujukan untuk menjatuhkan pemerintah (Iran), tetapi untuk membujuk Iran mengubah kebijakan (nuklir)-nya secara radikal, termasuk terkait dukungan untuk kelompok militan regional dan pengembangan rudal balistik jarak jauh.

Namun, pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, dan penasihat keamanan nasional presiden, John Bolton, telah membuat pernyataan publik yang mendukung penggulingan pemerintah teokratis Iran. Ini mengingatkan pada peristiwa penggulingan Perdana Menteri Iran, Mohammed Mossadegh, pada 1953, yang melibatkan agen intelijen AS, CIA.

Israel Puas

Di tempat terpisah, seperti dilaporkan laman AFP, Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman,  menyambut baik sanksi AS yang menarget sektor minyak dan keuangan Iran ini. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Sabtu, juga berterima kasih kepada Trump atas sanksi terhadap musuh utama negaranya.

Postcomended   Dongkrak Rupiah, Tahir "Take Profit" Senilai Rp 2 Triliun

Israel telah lama menentang kesepakatan nuklir Iran 2015 itu. Negeri zionis ini mengatakan, pencabutan sanksi memungkinkan Iran membiayai kelompok militan dan kegiatan militernya sendiri.
Israel sangat prihatin dengan keterlibatan Iran di negara tetangganya, Suriah, dan telah berjanji (turut) menghentikan pengaruh militeristis Iran di sana. Lima negara kekuatan dunia telah menentang langkah AS dan mengatakan bahwa perjanjian itu telah menjaga Iran dari upaya pengayaan uranium.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top