Traffic backs up Sept. 7, 2017, on northbound Interstate

Bagai di film-film Hollywood, warga Florida berduyun-duyun keluar daerahnya membuat macet jalanan untuk menyelamatkan diri dari Badai Irma ( https://www.usatoday.com/story/news/nation-now/2017/09/07/hurricane-irma-evacuations-florida/643045001/)

 Harvey dan Irma telah membuat negara adidaya ini terkapar tak berdaya. Jalan tol di Texas, berubah menjadi lautan. Puluhan jiwa melayang. Seribuan manusia mengungsi. Saat Harvey belum benar-benar pergi, Irma datang menggilir. Irma bahkan disebut menciptakan salah satu eksodus massal terbesar dalam sejarah AS. Gubernur Florida membujuk warga pergi sebelum terlambat. Pasalnya, AS belum pernah melihat badai seperti ini sebelumnya.

Pada 11 September 2017, seperti dilansir Telegraph, angin kencang Badai Irma sudah mulai memukuli pantai selatan Florida, AS, menjelang pendaratan totalnya. Hembusan sebesar 74 mph, tercatat menyerbu wilayah Key West.

Sesaat sebelum pukul 01.00, waktu setempat, Irma mendarat di Florida masih sebagai topan Kategori 3. “Badai sudah ada di sini,” kata Rick Scott, Gubernur Florida, saat dia mendesak orang-orang untuk mengungsi.

Postcomended   Seorang Wanita Dipecat Gara-gara Acungkan Jari Tengah ke Rombongan Presiden

Seperempat dari populasi negara bagian ini telah diperintahkan untuk mengungsi, dengan 51 ribu orang sudah memenuhi 300 tempat penampungan saat Gubernur Florida mengeluarkan peringatan tornado.

Sebanyak 36 juta orang berada di bawah ancaman badai ini. Jalan-jalan di Florida mulai sepi pada Sabtu, saat 20 juta orang negara bersiap menghadapi kedatangan salah satu badai paling kuat yang pernah terjadi di wilayah mereka ini.

USA Today melaporkan bahwa Badai Irma bisa menciptakan salah satu eksodus massal terbesar dalam sejarah AS. Terlebih ketika pejabat setempat mengeluarkan perintah evakuasi tambahan.

Presiden AS, Donald Trump, yang mengumpulkan para menterinya di Camp David, mendesak mereka yang berada di jalur badai untuk mematuhi semua instruksi resmi. “Tutup saja,” katanya. “Properti bisa diganti tapi hidup tidak. Keamanan harus didahulukan,” ujarnya seperti dikutip Telegraph.

Irma, yang telah menghantam lepas pantai Kuba pada Sabtu siang, telah diturunkan ke kategori tiga, namun kekuatan tersebut diperkirakan akan meningkat saat mendekati Florida pada Minggu pagi sambil meraup air hangat dan dangkal lalu menghempaskannya ke daratan.

Postcomended   Polisi Jerman Temukan Ekstasi Berbentuk Donald Trump

Sepanjang hari, Scott membujuk orang Florida menyelamatkan diri sebelum terlambat. “Negara ini belum pernah melihat (badai) yang seperti ini,” katanya. Informasi terakhir yang didengar Scott, gelombang di pantai barat Florida mencapai ketinggian 15 kaki di beberapa tempat.

“Lima belas kaki sangat menghancurkan. Itu adalah situasi yang mengancam jiwa,” sahut Scott. Media lokal membuat laporan mengenai perkiraan terbaru bahwa badai ini bisa menjadi pukulan terbesar di Keys sejak 1935.

Sedikitnya 25 orang telah terbunuh di Karibia. Ketika dia masih menjadi badai Kategori 5 saat jatuh di Kuba pada dini hari Sabtu, Irma melemah ke Kategori 3 saat merobek garis pantai utara pulau itu, menenggelamkan saluran listrik, menekuk pohon palem, dan mengirim gelombang besar yang menabrak dinding laut.***

Storm chaser measuring the winds and about to be blown away.. #viralcypher #stormchaser #irma Www.viralcypher.com

A post shared by viralcypher (@viralcypher) on

 

Postcomended   Diduga Kesurupan, Korban Obat PCC Sempat Dibawa ke Dukun