Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Islandia Peringati Meninggalnya Gletser Okjokull

Share the knowledge

Prosesi gletser Okjokull hingga benar-benar menghilang, dan dinhyatakan punah pada 2014. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=0_pDHsUdG84)

Prosesi gletser Okjokull hingga benar-benar menghilang, dan dinhyatakan punah pada 2014. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=0_pDHsUdG84)

Minggu (18/8/2019), Islandia memperingati kematian Okjokull, gletser pertama yang punah akibat perubahan iklim. Para ilmuwan memperingatkan, sekitar 400 gletser lainnya di pulau sub-arktik berisiko mengalami nasib yang sama.

Saat dunia baru-baru ini menandai Juli terpanas yang pernah tercatat, sebuah plakat perunggu dipasang di atas batu kosong dalam sebuah upacara di bekas gletser tersebut di Islandia barat. Acara ini dihadiri oleh para peneliti lokal dan rekan-rekan mereka di Universitas Rice, Amerika Serikat (AS), yang memprakarsai proyek.

Perdana Menteri Islandia, Katrin Jakobsdottir, dan mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Mary Robinson, juga menghadiri acara tersebut, serta ratusan ilmuwan, jurnalis dan anggota masyarakat yang melakukan perjalanan ke situs tersebut.

“Saya berharap upacara ini akan menjadi inspirasi tidak hanya bagi kita di sini di Islandia tetapi juga untuk seluruh dunia, karena apa yang kita lihat di sini hanyalah satu wajah dari krisis iklim,” Jakobsdottir mengatakan kepada AFP.

Postcomended   Paus Wakatobi yang Mati dengan Sandal Jepit di Perut, Picu Kemarahan Warganet Mancanegara

Plakat itu memuat tulisan “Surat untuk masa depan”, dan dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran tentang penurunan gletser dan dampak perubahan iklim.

“Dalam 200 tahun ke depan semua gletser kita dihadapkan pada tantangan mengikuti jalan yang sama. Monumen ini untuk mengakui bahwa kita tahu apa yang terjadi dan apa yang perlu dilakukan. Hanya Anda yang tahu jika kita melakukannya,” bunyi plakat itu.

Ini juga diberi label “415 ppm CO2”, mengacu pada tingkat rekor karbon dioksida yang diukur di atmosfer Mei lalu.
Plakat itu adalah “monumen pertama gletser yang hilang akibat perubahan iklim di mana pun di dunia”, kata Cymene Howe, associate professor antropolog”i di Universitas, Juli.

Dengan mengenang gletser yang menghilang, kami ingin menekankan apa yang hilang –atau sekarat– di seluruh dunia, dan juga menarik perhatian pada fakta bahwa ini adalah satu ‘capaian’ manusia meskipun bukan sesuatu yang harus dibanggakan.”

Sebuah monumen untuk gletser yang hilang, kata Howe, adalah cara yang lebih baik untuk sepenuhnya memahami apa yang kita hadapi sekarang.

Postcomended   25 Mei dalam Sejarah: Ford Akhiri Produksi Mobil "Sejuta Umat" Model-T

Julien Weiss, seorang profesor aerodinamika di Universitas Berlin yang menghadiri upacara, Minggu, bersama istri dan putrinya yang berusia tujuh tahun, adalah salah satu dari mereka yang tersentuh dengan melihat bekas gletser tersebut pada Minggu itu.

“Melihat gletser menghilang adalah sesuatu yang bisa Anda rasakan, Anda bisa memahaminya dan itu cukup visual,” katanya kepada AFP. “Anda tidak merasakan perubahan iklim setiap hari, itu adalah sesuatu yang terjadi sangat lambat pada skala manusia, tetapi sangat cepat pada skala geologis.”

11 Miliar Ton Es per Tahun Hilang

Islandia kehilangan sekitar 11 miliar ton es per tahun, dan para ilmuwan khawatir  ke-400 gletser di pulau itu akan hilang pada 2200, menurut Howe. Gletser menutupi sekitar 11 persen dari permukaan negara.

“Sebagian besar dari energi terbarukan kita diproduksi di sungai-sungai es. Hilangnya gletser akan mempengaruhi sistem energi kita,” kata Perdana Menteri Islandia, Jakobsdottir. Ahli glasiologi mencopot status gletser terhadap Okjokull pada 2014, pertama kali di Islandia.

Pada 1890, es gletser Okjokull mencakup luas 16 kilometer persegi, tetapi pada 2012, es itu hanya tinggal berukuran 0,7 kilometer persegi, menurut laporan dari University of Iceland pada 2017.

Postcomended   Donald Trump Serang Rencana Harley Davidson Pindahkan Pabrik ke Thailand

Pada 2014, “kami membuat keputusan bahwa ini bukan lagi gletser hidup, itu hanya es mati, tidak bergerak,” Oddur Sigurdsson, seorang glasiolog Kantor Meteorologi Islandia, mengatakan kepada AFP.

Untuk memiliki status gletser, massa es dan salju harus cukup tebal untuk bergerak dengan beratnya sendiri. Agar itu terjadi, massa es harus sekitar 40 hingga 50 meter tebalnya, katanya.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada April 2019, hampir setengah dari situs warisan dunia dapat kehilangan gletser mereka pada 2100 jika emisi gas rumah kaca berlanjut pada tingkat saat ini.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top