Istri Pimpinan Teroris Maute Ternyata WNI dari Bekasi, Punya Anak Enam Jawa Pos670 × 421Search by image Minhati Madrais. Minhati Madrais saat difoto oleh kepolisian Maute ...

Istri Pimpinan Teroris Maute Ternyata WNI dari Bekasi, Punya Anak Enam Jawa Pos670 × 421Search by image Minhati Madrais. Minhati Madrais saat difoto oleh kepolisian Maute …

Minhati Madrais, warga Bekasi yang menjadi istri pimpinan milisi pro ISIS, Omarkhayam Maute, ditangkap pasukan keamanan Filipina, Minggu (5/11/2017). Sementara sang suami tewas bersama pimpinan puncak pro ISIS lainnya, Isnilon Hapilon, saat pasukan Filipina melakukan operasi pembebasan pada pertengahan Oktober lalu.

Kepala Polisi Nasional Filipina, Ronald dela Rosa, mengatakan, dari Minhati Madrais disita bahan pembuat bom. Minhati sedang bersama enam anaknya saat pasukan keamanan menyerbunya di Iligan City

“Anak-anaknya, yang semuanya di bawah umur, akan diserahkan ke departemen kesejahteraan sosial,” ujar Rosa, seraya menambahkan bahwa Minhati akan dijerat pasal pemberontakan dan kepemilikan ilegal atas bahan peledak. Selain itu diketahui bahwa paspor Minhati telah berakhir, satu lagi pelanggaran yang akan dituntutkan pada Minhati.

Postcomended   Sang Jagal Marawi Pernah Mengajar di Bekasi

Dikatakan Rosa, Minhati alias Baby, termasuk di antara lebih dari 100 orang yang diperintahkan ditangkap oleh Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, setelah darurat militer diumumkan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, pada 23 Mei silam.

Warga Babelan Istri Petinggi ISIS Ditangkap di Filipina Go Bekasi730 × 355Search by image Foto Minhati Madrais bersama suami Omar Maute dan anak-anaknya. (Foto: Radar

Warga Babelan Istri Petinggi ISIS Ditangkap di Filipina Go Bekasi730 × 355Search by image Foto Minhati Madrais bersama suami Omar Maute dan anak-anaknya. (Foto: Radar

Seperti dikabarkan situs ini Juni silam, Omar pernah tinggal di Babelan, Bekasi, pada 2010-2011. Mereka menikah di Kairo, Mesir, pada 2003, saat mereka sama-sama melanjutkan sekolah.

Mereka sempat tinggal di rumah orangtua Minhati selama enam bulan, dan sempat menjadi guru bahasa Inggris di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amal milik ayah Minhati, KH Madrais Hajar. Tak lama kemudian mereka pindah ke negara asal Maute, Filipina.

Suami dari sepupu Minhati, Dadang, mengatakan, ayah Minhati merasa terpukul dengan pemberitaan yang menyebut Omar adalah pemimpin kelompok militan Maute.

Postcomended   ISIS Kalah di Mosul: Malaysia Siaga Satu, Indonesia Lebih Tenang

Maute adalah pemimpin militan Maute yang telah berbaiat kepada ISIS dan menyerang Marawi. Sedangkan Hapilon disebut-sebut sebagai emir kelompok teror terafiliasi ISIS itu di Asia Tenggara. Sementara Omar

Hapilon dan Maute memimpin penyerbuan ke Marawi pada Mei lalu, memaksa ratusan penduduknya melarikan diri. Presiden Rodrigo Duterte pun terpaksa menyatakan darurat militer di seluruh Mindanao, termasuk Marawi.

WNI yang Ditangkap Itu Istri Pimpinan Teroris Filipina Omarkhayam ... Nasional Tempo.co620 × 409Search by image WNI yang Ditangkap Itu Istri Pimpinan Teroris Filipina Omarkhayam

WNI yang Ditangkap Itu Istri Pimpinan Teroris Filipina Omarkhayam … Nasional Tempo.co620 × 409Search by image WNI yang Ditangkap Itu Istri Pimpinan Teroris Filipina Omarkhayam

Kendati operasi tempur di Marawi telah dihentikan secara resmi sejak dua minggu ini, namun dikatakan Kolonel Romeo Brawner, wakil komandan Gugus Tugas Ranao, tembakan sporadis masih terdengar di kota ini, di hari saat penangkapan Minhati.

“Kami masih memburu orang-orang (anggota kelompok gerilyawan Maute) yang selamat,” katanya. Berdasarkan informasi dari militan Indonesia yang tertangkap, diperkirakan ada sebanyak 39 gerilyawan yang bersembunyi di kota yang hancur tersebut.

Postcomended   Ada Ancaman Pembunuhan Ahok di Balik Pemblokiran Telegram

Komandan militer baru, Letnan Jenderal Rey Leonardo Guerrero, mengatakan, dia akan bekerja sama dengan Indonesia dan Malaysia untuk meningkatkan patroli laut dan udara terkoordinasi di sepanjang perbatasan dimana pembajakan dan serangan terhadap pengiriman terkait jalur perdagangan, terjadi, yang dikaitkan dengan ulah kelompok militan tersebut.

Pertempuran antara tentara Filipina dengan kelompok teror di Marawi yang berlangsung sekitar lima bulan itu, telah menewaskan lebih dari 1.100 orang, termasuk 165 tentara. Sekitar 400 ribu orang mengungsi karena pertempuran menghancurkan kota mereka.(***Reuters/CNN/Kompas)