Islam Indonesia – Islam Untuk Semua » Nyai Sinta Nuriyah Masuk 100 ... Islam Indonesia Nyai Sinta Nuriyah Masuk 100 Tokoh Berpengaruh Dunia Versi Majalah Time

Islam Indonesia – Islam Untuk Semua » Nyai Sinta Nuriyah Masuk 100 … Islam Indonesia Nyai Sinta Nuriyah Masuk 100 Tokoh Berpengaruh Dunia Versi Majalah Time

Majalah Time memasukkan nama Sinta Nuriyah ke dalam daftar “100 Orang Paling Berpengaruh 2018”. Di dalam daftar itu terdapat nama Pangeran Harry dan calon istrinya Meghan Markle, serta pemimpin-peminpin dunia mulai Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Cina Xi Jinping, Perdana Menteri Justine Trudeau, hingga Presiden Korea Utara Kim Jong Un. Istri mendiang Gus Dur ini dianggap tak gentar memperjuangkan toleransi dan pluralisme. Dia masuk dalam kategori “Ikon” bersama dengan penggagas gerakan #metoo, Tarana Burke.

Dalam ulasannya, Time menulis keterkesannya pada pandangan toleransi beragama Sinta Nuriyah yang menyamakan keanekaragaman agama di Indonesia seperti taman bunga. “Ada mawar, melati, anggrek dan soka. Semuanya indah. Tidak ada yang bisa memaksa mawar untuk menjadi melati, atau anggrek menjadi soka,” ujar Sinta, ditulis Time.

Pernyataan Sinta itu terkait aktivitasnya setiap bulan Ramadan sejak 2015, antara lain ketika dia melakukan program sahur keliling di sebuah gereja Katolik bersama pemuka agama lain. Lebih lanjut mengenai Sinta, Time menulis bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, kelompok-kelompok Islam garis keras telah membuatnya sulit mendatangi “taman bunga” itu. Namun Sinta tidak gentar.

Postcomended   Kamu Generasi Muda Yang Sering Lelah? Segera “Minum Ayam”

Feminis Muslim pemilik gelar di bidang hukum Syari’ah dan studi perempuan ini, demikian sebut Time, mengerti bagaimana agama yang dipolitisasi bisa menjadi sangat kejam terhadap perempuan dan minoritas. Sinta juga disebutkan mendukung Gubernur Jakarta yang beragama Kristen yang dihukum karena penistaan ​​agama.

Postcomended   Membunuh Antelop Langka, Aktor Salman Khan Dibui

Sinta juga disebutkan merasa wanita Muslim terlalu sering diajak bicara dan berdebat tanpa akhir ihwal jilbab. Padahal kata Sinta, ada narasi yang jauh lebih kompleks dan lebih menarik daripada hal tersebut.

Ulasan mengenai Sinta itu ditulis oleh Mona Eltahawy, seorang jurnalis Mesir-Amerika dan penulis “Jilbab dan Selaput Dara: Mengapa Timur Tengah Membutuhkan Revolusi Seksual”.

Mengenai aktivitas sahur keliling yang dilakukan Sinta, tahun 2015, seperti dikutip dari BBC Indonesia, Sinta menggelar acara buka puasa dan sahur bersama di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kebondalem, Semarang, dengan menggelar dialog yang dihadiri tokoh-tokoh lintas agama. Acara ini disebut telah berlangsung selama 16 tahun terakhir.

Tahun berikutnya sempat muncul isu Sinta diusir dari gereja tempatnya melakukan kegiatan sama oleh FPI, yang memunculkan polemik di media sosial karena munculnya komentar-komentar tak pantas. Hal ini sempat memancing kemarahan salah seorang anak Sinta, Alissa Wahid yang menantang penghinanya dan ibunya, untuk bertemu langsung.(***/time/BBC)

Share the knowledge