Ekonomi

Jack Ma Sarankan Cina Garap Asia Tenggara dan Afrika

Jack Ma. Photographer: Jason Alden/Bloomberg

Jack Ma. Photographer: Jason Alden/Bloomberg

Jack Ma memperkirakan, perang dagang yang dikibarkan Donald Trump dengan Cina akan berlangsung lebih lama dibanding masa kepresidenan Trump sendiri. Karenanya pendiri dan Boss Alibaba ini menyarankan, Cina sekarang harus mencari hubungan perdagangan yang lebih erat dengan bagian lain dunia, seperti Asia Tenggara dan Afrika.

Perselisihan ini, kata Ma, dapat berlangsung selama dua decade dan akan berdampak pada perdagangan dan bisnis di seluruh dunia, termasuk Eropa. Pernyataan ini diungkapkan Ma menyusul janji Beijing untuk membalas rencana Washington menampar tarif senilai 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.000 triliun) terhadap produk-produk Cina.

“Untuk jangka pendek, komunitas bisnis di Cina, AS, Eropa, semuanya akan bermasalah. Hal ini akan berlangsung lama. Jika Anda menginginkan solusi jangka pendek, tidak ada solusi,” katanya dalam pidato di konferensi hari investor-nya Alibaba di Hangzhou, menurut Bloomberg, seperti diteruskan Newsweek 18 September 2018 lalu.

Ma, yang mengumumkan pekan lalu bahwa ia akan mengundurkan diri dan menyerahkan kendali perusahaan kepada kepala eksekutif Daniel Zhang, mengatakan, Cina sekarang harus mencari hubungan perdagangan yang lebih erat dengan bagian lain dunia, seperti Asia Tenggara dan Afrika.

 

Postcomended   Hidup Sederhana tanpa Media Sosial, Berani?

“Anda mungkin memenangkan pertempuran, tetapi Anda kalah dalam perang. Jangka menengah, banyak bisnis Cina akan pindah ke negara lain,” katanya. “Bahkan jika Donald Trump pensiun, lalu ada presiden baru, itu akan tetap berlanjut. Kami membutuhkan peraturan perdagangan baru, kami perlu meningkatkan WTO,” katanya, dilansir Reuters.

Akhir-akhir ini, Ma sendiri telah meningkatkan hubungan dengan kawasan Asia Tenggara. Selain dijadikan penasihat e-commerce oleh pemerintah Indonesia –sebelumnya juga oleh Malaysia– Ma juga mengakuisisi atau berinvestasi pada sejumlah startup di Asia Tenggara seperti Lazada hingga Tokopedia.

Menyusul kerjasamanya dengan pemerintah Malaysia –yang pernah disebut Menteri Komunikasi Rudiantara sebagai mencolong ide Indonesia– Juni lalu, Ma meluncurkan kantor pertama Alibaba di kawasan Asia Tenggara di gedung perusahaan UOA , Bangsar Selatan, Kuala Lumpur, disaksikan Duta Besar Cina untuk Malaysia, Bai Tian.

Perkiraan Ma tersebut merupakan ramalan mengerikan terbaru yang dibuat menyusul pertikaian perdagangan dengan AS. Pekan lalu, CEO Lenovo, Yuanqing Yang, memperingatkan bahwa perang perdagangan ini buruk bagi ekonomi dan konsumen. “Kita harus melihat kedua pemerintah duduk dan mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Postcomended   20 Juli dalam Sejarah: Edema Otak Membuat Bruce Lee Menyerah pada Hidup

Kementerian Perdagangan Cina mengatakan mereka “tidak punya pilihan” selain membalas, tanpa menyebutkan lebih lanjut maksudnya, Business Insider melaporkan, seperti dikutip Newsweek.

Kementerian Perdagangan Cina sebelumnya telah mengancam tarif barang senilai 60 miliar dollar AS (sekitar Rp 850 triliun), atau antara 85-95 persen dari volume impor Amerika yang datang ke Cina. Tetapi penerapan tarif telah menyebabkan banyak pemilih khawatir akan kerusakan ekonomi serta kemungkinan harga barang yang akan menjadi lebih mahal, menurut jajak pendapat.

Jajak pendapat NBC News baru-baru ini menemukan bahwa seperempat pemilih percaya dengan menaikkan tarif akan berbuat lebih banyak untuk melindungi pekerjaan di Amerika Serikat (AS) dan membantu perekonomian AS. Tetapi sekitar separuh dari pemilih mengatakan pajak akan menaikkan biaya atas barang hingga mencederai perekonomian.

Mengenai hal ini Trump bercuit di Twitter-nya: “hina telah mengambil keuntungan dari Amerika Serikat dalam perdagangan selama bertahun-tahun. Mereka juga tahu bahwa saya adalah orang yang tahu bagaimana menghentikannya. Akan ada pembalasan ekonomi yang besar dan cepat terhadap Cina jika petani kita, peternak dan/atau pekerja industri ditargetkan!”***

Postcomended   Gangguan Mental Dilaporkan Meningkat di Seluruh Dunia

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top