Internasional

“Jack the Ripper” Cina Ditangap 28 Tahun Sejak Kejahatan Pertamanya

Jack The Ripper' Cina Dijatuhi Hukuman Mati - BREAKING NEWS BreakingNews.co.id Gao Chengyong atau 'Jack The Ripper' Cina (tengah), dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Cina. (Foto: Dok. internet).

Jack The Ripper’ Cina Dijatuhi Hukuman Mati – BREAKING NEWS BreakingNews.co.id Gao Chengyong atau ‘Jack The Ripper’ Cina (tengah), dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Cina. (Foto: Dok. internet).

Seorang pembunuh berantai yang biadab di Cina telah dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan 11 wanita dalam rentang waktu 1988 hingga 2002. Gao Chengyong (53) dinyatakan bersalah atas pembunuhan di kota utara Baiyin. Dia disebut memiliki penyimpangan seksual dan membenci wanita.

“Jack the Ripper”-nya Cina ini, demikian beberapa media lokal menjulukinya, mengikuti para korbannya pulang, sebelum kemudian merampok, bahkan memperkosa dan membunuh mereka. Dia sering memotong tenggorokan mereka dan memutilasi tubuhnya, kata polisi.

Ayah dua anak itu ditangkap di sebuah toko kelontong di tahun 2016. Terobosan dalam perburuan 28 tahun ini terjadi gara-gara pamannya ditangkap karena kejahatan kecil, lapor surat kabar China Daily, yang dikutip BBC. Sang paman memberikan sampel DNA yang kemudian dikaitkan polisi dengan satu aksi kejahatan yang dilakukan oleh seorang kerabatnya.

Postcomended   50 Persen Lebih Tubuh Manusia adalah Koloni Mikroskopis

Gao dijuluki “Jack the Ripper” Cina karena serangkaian pembunuhan mengerikan yang ia lakukan selama 14 tahun. Pada 2004, polisi mengatakan tersangka yang mereka cari memiliki “penyimpangan seksual dan membenci wanita” yang menggambarkannya sebagai “tertutup dan tidak ramah, tetapi sabar”.

Kala itu, hadiah sebesar 30.000 dolar AS untuk informasi yang mengarah ke penangkapannya, diumumkan. Pengadilan di Baiyin menggambarkan tindakan Gao sebagai “tercela”.

Postcomended   IMF Melihat Kondisi Saat Ini Mirip Jelang Krisis Keuangan Global

“Untuk memuaskan hasratnya yang sesat untuk mencemarkan dan menodai mayat, banyak mayat korban perempuannya dirusak,” kata pengadilan.

Korban termuda Gao diketahui berusia delapan tahun. Pembunuhan pertama Gao terjadi pada Mei 1988, tahun ketika putranya lahir. Korban pertamanya yang berusia 23 tahun itu ditemukan dengan 26 luka tusukan.

Pembunuhan berikutnya mengikuti pola yang sama, dengan pembunuh sering menargetkan perempuan muda yang tinggal sendirian. Setelah serentetan serangan, perempuan di Baiyin tidak akan berjalan sendirian tanpa ditemani. Tidak jelas mengapa Gao menghentikan aksinya di 2002. Hukuman mati di Cina sebagian besar dilakukan dengan suntik mati atau dihadapkan ke depan regu tembak.(***/chinadaily/BBC)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top