Rescue workers and a soldier remove a victim of last week's earthquake in the Balaroa neighbourhood in Palu, Central Sulawesi, Indonesia Oct (foto: Reuters)

Rescue workers and a soldier remove a victim of last week’s earthquake in the Balaroa neighbourhood in Palu, Central Sulawesi, Indonesia Oct (foto: Reuters)

Seragam pramuka dan sweater bertuliskan “Geng 97” telah menjadi petunjuk bagi orangtua Dede Aulianisa, untuk mengenali jasad anak mereka yang berusia 10 tahun. Jasad Dede berada di antara 34 jenazah yang ditemukan tim penyelamat pada Sabtu (6/10/2018) di kawasan perumahan Balaroa, Kelurahan  Petobo, di Kabupaten Sigi, Sulteng, menyusul bencana gempa 7,4 SR pada Jumat pekan lalu (28/9/2018) yang memicu fenomena likuifaksi di lokasi ini.

Tim penyelamat pun meletakkan jasad Dede di deretan kantong jenazah berwarna biru dan oranye. “Saya yakin itu dia. Dia mengenakan seragam pramuka, dengan sweater dengan kata-kata ‘Geng 97’,” ujar Anwar, ayah Dede, kepada Reuters.

Anwar menceritakan, ketika tanah terbelah, Dede kebetulan berada di sisi yang bangunannya roboh. “Dia anak yang sangat bahagia. Sangat pintar. Guru-gurunya mencintainya dan dia memiliki banyak teman,” ujar Anwar, mengisahkan karakter sang anak.

Postcomended   7 Juli dalam Sejarah: Perdana Menteri Jepang Kunjungi Jakarta, Memberi Harapan Kemerdekaan bagi Indonesia

Rumah Anwar termasuk dalam kawasan yang mengalami likuifaksi, sebuah fenomena yang mengubah tanah menjadi rawa yang bergolak saat gempa 7,4 SR mengguncang Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), pekan lalu.

Likuifaksi telah menyebabkan banyak warga di perumahan Balaroa terkubur hidup-hidup, ketika tanah terbelah dengan bagian lain terangkat lebih tinggi dan kemudian jatuh menimbun yang berada di bawahnya.

Akibat fenomena ini juga, rumah-rumah dan apapun yang ada di atasnya bagaikan ditelah Bumi, tersedot ke dalam tanah yang mencair, dan sebagian hanya menyisahan atap-atap rumah. Tim penyelamat asal Prancis termasuk yang mulai berburu melalui hamparan puing, mencari tangan, kaki, atau bagian tubuh korban yang mencuat dari lumpur.

Postcomended   Toto Sering Kunjungi Dada Rosada, Adhli: Biar Bandung Tetap Kondusif

Arnaud Allibert dan empat anggota lain dari kelompok Pompiers Humanitaires Francais adalah penyelamat pertama yang menjelajah ke daerah itu. Tim akan menjelajahi puing-puing, menemukan dan mengambil mayat di permukaan, untuk membersihkan jalur bagi ekskavator agar bisa menggali lebih dalam.

“Jika kita melihat bagian-bagian tubuh mencuat, kita akan menggali untuk mengeluarkan tubuh. Ini adalah pekerjaan jangka panjang,” kata salah seorang anggota Pompiers, Allibert, kepada Reuters. Hingga kini belum ada yang berhasil mendata berapa korban yang tewas terseret pencairan tanah.

Akan tetapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan setidaknya ada 1.700 rumah di lingkungan tersebut yang tertelan Bumi. Presiden Joko Widodo mengatakan agar semua korban gempa ditemukan.

Hingga Sabtu ini, jumlah korban tewas akibat gempa yang memicu tsunami dan likuifaksi yang sudah ditemukan meningkat menjadi 1.649. Sebagian besar korban tewas ditemukan di Palu.***

Share the knowledge