Trump Siap Bicara dengan Kim Jong Un KRjogja

Trump Siap Bicara dengan Kim Jong Un KRjogja

Pembebasan tahanan AS oleh rezim Kim Jong Un benar-benar di luar dugaan, kecuali meyakini bahwa sang diktator benar-benar ingin berubah. Tindakan ini, yang terjadi kurang dari dua bulan sebelum rencana pertemuan puncak Kim dan Donald Trump, mengundang reaksi yang terkesan berlebihan dari Presiden AS ini yang biasanya selalu curiga pada Kim. “Kami ingin berterima kasih kepada Kim Jong Un, yang sangat luar biasa…” ujar Trump. Sehari kemudian, Menlu AS berbicara tentang akan membantu kemakmuran Korea Utara; syarat dan ketentuan berlaku.

“Kenyataan kami bisa mengeluarkan mereka (tawanan) begitu cepat adalah penghargaan untuk banyak hal termasuk proses tertentu yang sedang terjadi sekarang,” imbuh Trump. Pernyataan ini dilontarkan Trump Kamis (10/5/2018) dini hari, saat menyambut kedatangan para tawanan tersebut, di Pangkalan Gabungan Andrews di luar Washington, Amerika Srikat (AS).

Tiga tahanan AS berdarah Korea dan tak bisa berbahasa Inggris ini, telah ditahan selama lebih dari satu tahun. “Ini adalah malam istimewa untuk ketiga orang yang sangat hebat ini. Selamat berada di negara ini,” ujarnya, dilansir Washington Post.

Postcomended   Artis yang Antivaksin Bahayakan Seluruh Bangsa (2)

Pembebasan mereka: Kim Dong-chul, Tony Kim, dan Kim Hak-song, seperti membersihkan rintangan terakhir untuk menuju pertemuan puncak Trump dan Kim, yang rencananya akan digelar di Singapura, 12 Juni 2018.

New York Times melaporkan, langkah ini adalah isyarat paling nyata Korea Utara (Korut) yang ditujukan untuk meningkatkan hubungan dengan AS sejak Trump menjabat presiden.

Sepulang dari Pyongyang, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo, yang tiba di AS bersamaan dengan ketiga tahanan yang dibebaskan itu, mengatakan seperti dilansir BBC, dia melakukan pembicaraan yang “baik” dengan pemimpin Korea Utara itu.

Pada pertemuan itu Pompeo mengaku menawarkan membantu membangun kembali ekonomi Korut, dengan syarat Korut setuju menyerahkan senjata nuklirnya. AS kata Pompeo kepada wartawan, Jumat, siap bekerja dengan Korut untuk membuat Korut mencapai kemakmuran setara dengan Korea Selatan.

Postcomended   Narkoba Zombie Sudah Masuk Indonesia #Flakka #highasfuck

“Jika Ketua Kim memilih jalan yang benar, ada masa depan yang penuh dengan perdamaian dan kemakmuran bagi rakyat Korea Utara,” katanya. Pompeo mendesak Pyongyang untuk mengambil tindakan berani untuk denuklirisasi dengan cepat.

Namun dia menekankan, ini akan membutuhkan “verifikasi kuat” AS dan negara-negara lain. Selama kunjungan Pompeo yang mengejutkan ke Korut inilah, Pyongyang membebaskan tiga tahanan AS.

Ini merupakan diplomasi sebaliknya yang dilakukan AS terhadap Iran saat ini, dengan mengambil langkah bertentangan dengan negara-negara sekutu Eropanya, yakni menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan siap kembali melancarkan embargo ekonomi, dengan asumsi Iran diam-diam tetap mengembangkan senjata nuklirnya.

Kim dan Trump sebelumnya selalu saling bertukar cercaan dan ancaman. Namun berkat diplomasi Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, yang adalah salah satu sekutu AS di Asia, Trump tampak tak berkutik kecuali menerima rancangan pertemuan ini.(***/BBC/newyorktimes/washingtonpost)

Share the knowledge