Internasional

Jepang Berniat Pegang Pasar Roket Daur Ulang Asia, Ancaman untuk SpaceX

Share the knowledge

Wahana ruang angkasa buatan startup Jepang, Interstelar Technology Inc (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=IerYusdWwm8)

Wahana ruang angkasa buatan startup Jepang, Interstelar Technologies Inc. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=IerYusdWwm8)

Jepang yang senyap dalam hal misi ruang angkasa dibanding Cina, Rusia, dan AS, mulai bersuara. Mereka bahkan berencana membuat startup yang produknya akan berhadap-hadapan dengan SpaceX: roket daur ulang, dengan pasar Asia.

Startup Jepang, Interstellar Technology Inc., yang meluncurkan roket tak berawak ke luar angkasa sebulan yang lalu berencana menyediakan layanan roket murah dan bersaing dengan competitor Amerika Serikat (AS) seperti SpaceX, AP News melaporkan.

Pada penerbangan 4 Mei lalu, roket tak berawak tersebut yang bernama MOMO-3, berhasil mencapai ketinggian 113,4 kilometer sebelum kemudian jatuh ke Samudra Pasifik.

Pendiri perusahaan, Takafumi Horie, Rabu (15/5/2019) mengatakan pihaknya berencana untuk meluncurkan roket orbit pertama dalam beberapa tahun mendatang. Dia mengatakan bisnis roket berbiaya rendah di Jepang dapat mengakomodasi kebutuhan ilmiah dan komersial di Asia.

Postcomended   18 Oktober dalam Sejarah: Mata-mata Soviet Ditangkap dan Dieksekusi di Jepang, Soviet Menjadikannya Pahlawan

Program luar angkasa pelat merah Jepang selama ini telah menunjukkan teknologi tingkat tinggi, tetapi negara Matahari Terbit ini telah tertinggal secara global karena biaya tinggi.

Pada Mei lalu, dengan tujuan ingin meneliti asal usul tata surya, Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang (JAXA), berupaya meledakkan asteroid berjarak sekitar 195 juta mil dari Bumi dengan harapan menciptakan kawah utnuk mengumpulkan sampel.

Wahana penyelidikan tersebut yang diberi nama Hayabusa-2, menggunakan Small Carry-on Impactor (SCI), suatu perangkat yang dikemas dengan bahan peledak plastik, yang ledakannya diharap dapat menciptakan kawah di asteroid Ryugu; asteroid tipe C yang kaya karbon selebar 900m.

Jika misi berhasil, Hayabusa-2 akan kembali ke kawah untuk mengumpulkan sampel batuan dari dalam asteroid, yang telah dilindungi dari lingkungannya yang keras.

Badan Antariksa Jepang

Postcomended   Rusia Kirim Bomber ke Venezuela, AS Histeris

Ambisi Jepang dalam hal misi ruang angkasa belakangan ini kurang mengemuka jika dibanding Rusia, Cina dan AS. Dikutip dari laman Space.com, badan antariksa besutan pemerintah, JAXA, baru dibentuk kembali pada 2003, yang merupakan merger tiga organisasi ruang angkasa pemerintah.

Tiga organisasi tersebut adalah Lembaga Antariksa dan Ilmu Astronautika (ISAS) dan Laboratorium Dirgantara Nasional Jepang (NAL) keduanya diciptakan pada tahun 1955, dan Badan Pengembangan Antariksa Nasional Jepang (NASDA) dibentuk pada tahun 1969.

JAXA bertanggung jawab untuk semua kegiatan ruang angkasa sipil di Jepang, dengan kegiatan mulai dari penelitian ruang angkasa dasar hingga misi ruang angkasa yang sedang berlangsung. Program penjelajahan manusia Jepang telah lama ada sebelum JAXA dibentuk, termasuk sejumlah kontribusi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Mereka misalnya telah terlibat pekerjaannya di stasiun ruang angkasa internasional ISS yang meliputi modul penelitian Kibo (termasuk lengan robot) dan penerbangan kargo reguler ke stasiun ruang angkasa tersebut menggunakan H-II Transfer Vehicle (HTV).***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top