Bebaskan Pengkritik Erdogan, Jerman Semringah SINDOnews620 × 413Search by image Spanyol Bebaskan Pengkritik Erdogan, Jerman Semringah

Bebaskan Pengkritik Erdogan, Jerman Semringah SINDOnews620 × 413Search by image Spanyol Bebaskan Pengkritik Erdogan, Jerman Semringah

Hubungan Jerman dengan Turki memanas. Warganegaranya yang keturunan Turki, Dogan Akhanli, ditangkap saat sedang berlibur di Spanyol pekan lalu. Jerman pun menuduh Turki menggunakan interpol untuk memburu lawan-lawan politik Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki.

Dogan diperintahkan ditangkap pemerintah Turki sejak empat tahun silam. Penyebabnya, dia menulis pembataian warga Armenia di Turki pada 1915. Jerman yakin Turki memanfaatkan perjanjian ekstradisi untuk memburu tokoh-tokoh oposisinya.

Dogan akhirnya dilepaskan setelah diadili di Spanyol, meski masih dilarang meninggalkan Madrid, Spanyol.

Postcomended   3 November dalam Sejarah: Laika Diluncurkan dalam Sputnik II untuk Kematiannya 

Menanggapi hal ini, Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan, organisasi internasional seperti Interpol tidak boleh disalah gunakan. Kalau begini caranya, kata Merkel, bisa jadi mereka yang menyuarakan anti Erdogan akan dipenjara di negara Eropa lainnya.

Juli 2017, Pemerintah Turki juga menahan Peter Steudtner, aktivis HAM Jerman dan sembilan orang lainnya dengan tuduhan melakukan tindak kriminal atas nama organisasi teroris.

Sebelumnya, yakni Februari 2017, Pemerintah Ankara juga menahan Deniz Yucel, seorang wartawan Jerman berdarah Turki karena dituduh melakukan propaganda teror lewat tulisannya. Deniz Yucel masih ditahan tanpa diadili hingga sekarang.

Bulan Juni lalu, Kementerian Luar Negeri Jerman memperingatkan warganya untuk tidak berkunjung ke Turki, tujuan favorit bagi wisatawan Jerman. Ini merupakan bagian dari ancaman boikot Jerman terhadap pariwisata Turki jika kedua tahanan tidak segera dibebaskan tanpa syarat.

Postcomended   Presiden Jokowi "Mata Duitan" Demi Dana Pembangunan

Jerman juga mengancam Turki akan meninjau lagi semua kesepakatan senjata dengan Turki. Kesepakatan itu kata pihak Jerman, harus mempertimbangkan HAM.

Menanggapi kegeraman Merkel, Erdogan mengatakan, Jerman tidak dapat menakut-nakuti Ankara dengan ancaman. “Anda (Jerman) tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan Turki,” kata Erdogan seperti dikutip dari BBC, Jumat (18/7/2017).***(ra