Ekonomi

Jet Mitsubishi Mulai Pede Bersaing di Tengah Dominasi Boeing dan Airbus

Share the knowledge

Industri pesawat tetbang Jepang melalui Mitsubishi Regional Jet, tahun ini disebut mulai menemukan "timing" untuk komersialisasinya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Z9z9pqSWuWk)

Industri pesawat tetbang Jepang melalui Mitsubishi Regional Jet, tahun ini disebut mulai menemukan “timing” untuk komersialisasinya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Z9z9pqSWuWk)

Dibangun sejak 1960-an, jet buatan Jepang mulai berani memasuki pasar komersial internasional. Selama ini, komersialiasai jet rancangan raksasa otomotif Mitsubishi di bawah Mitsubishi Regional Jet (MRJ) ini, terseok-seok digencet Boeing da Airbus. 

Namun diprediksi, komersialisasi MRJ melalui produk jet berkapasitas 88 penumpang terbarunya, bakal menemukan timing-nya tahun ini; pesawat yang tepat pada waktu yang tepat.

Maret 2019, MRJ memulai penerbangan sertifikasinya yang mengambil tempat di Moses Lake, Washington, Amerika Serikat (AS), laman Bloomberg melaporkan. Keyakinan MRJ adalah bahwa saat ini semakin banyak kota di Asia dan Eropa yang berusaha terhubung satu sama lain menggunakan jaringan perjalanan udara global.

Pesawat baru produksi pabrik Mitsubishi Heavy (MH) Industries Ltd., tersebut akan memenuhi pasar jet dengan kapasitas hingga 160 kursi. MH selama ini lebih banyak menjadi pemasok komponen untuk Boeing.

Boeing diketahui akan membeli 80 persen dari operasi komersial Embraer SA dalam sebuah usaha patungan. Sementara itu Bombardier Inc. tahun lalu menjual kendali proyek pesawat Seri C kepada Airbus dan sedang menjajaki “opsi strategis” untuk operasi jet regionalnya.

Emraer adalah perusahaan konglomerat Brasil yang memproduksi pesawat komersial, militer, dan eksekutif dan menyediakan layanan kedirgantaraan, sedangkan Bombardier adalah perusahaan multinasional yang bermarkas di Montreal, Kanada, yang menghasilkan berbagai macam alat transportasi selain pesawat, juga kereta api, dan trem.

Kelompok industri Japan Aircraft Development Corp menyatakan bahwa yang dipertaruhkan khususnya di pasar jet dengan kursi lebih sedikit, adalah bisnis senilai 135 miliar dolar AS (hampir sebesar Rp 2.000 triliun) dalam dua dekade hingga 2037.

Postcomended   Jika Muncul "Mengapa Saya Melihat Posting Ini?" di Facebook, Jawabannya Klik Kanan Atas

“Langkah Bombardier memang menciptakan peluang bagi MRJ,” kata Richard Aboulafia, analis kedirgantaraan di Teal Group, seperti dilansir Bloomberg. “Ini adalah faktor tunggal terbesar dalam mendukung MRJ.”

Dengan sedikit tempat duduk dan pesawat yang lebih kecil, jet regional adalah kelas pesawat yang berbeda dari pesawat berbadan sempit yang lebih besar seperti Boeing 737 atau Airbus A320. MRJ memiliki jangkauan sekitar 2.000 mil (sekitar 3.200 km), sementara varian yang lebih kecil dapat mengangkut hingga 76 orang untuk jarak yang sama.

MH, pemasok lama komponen pesawat untuk Boeing dengan MRJ-nya kini sedang berupaya keluar dari bayang-bayang pelanggannya tersebut. Setelah menghabiskan setidaknya 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 28 triliun) selama lebih dari satu dekade, pabrikan Jepang ini kini mencari sertifikasi untuk jetnya dan memulai pengiriman untuk meluncurkan mitra dari ANA Holdings Inc., penyedia layanan transportasi udara domestik dan internasional.

Mitsubishi awalnya merencanakan penerbangan uji pada 2012 tetapi gagal melewati tenggat waktu itu karena kesulitan produksi. Sekarang perusahaan yang membuat kapal, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan komponen luar angkasa ini, mengharapkan pesawat siap untuk pelanggan pada tahun depan (2020), jadwal yang akan menguji perusahaan, kata Presiden Mitsubishi Aircraft Corp, Hisakazu Mizutani.

“Tahun yang akan datang ini sangat penting bagi kami,” kata Mizutani di sebuah acara media pada 16 April di pusat kota Jepang, Nagoya.

Sho Fukuhara, seorang analis di Jefferies Japan Ltd. mengatakan, sekarang ini banyak (pihak yang) bergantung pada kemampuan Mitsubishi untuk membuat jet siap sesuai jadwal. Fukuhara menambahkan, sebanyak 407 pesanan MRJ yang ada saat ini tidak cukup ekonomis untuk membuat Mitsubishi untung.

Postcomended   Studi Harvard: Gaya Hidup Ini Paling Penting Jika Ingin Berumur Panjang

Perusahaan mengumumkan pada Oktober 2018 bahwa pihaknya memompa modal tambahan 170 miliar yen ke modal unit pesawat yang ada sebesar 100 miliar yen; Mitsubishi juga membatalkan 50 miliar yen hutang yang dibayarkan oleh divisi pesawatnya.

Gugatan yang diajukan oleh Bombardier di Seattle Oktober 2018 silam, yang menuduh perusahaan Jepang ini memperoleh informasi rahasia dan menyebabkan Bombardier menderita kerugian keuangan yang tidak dapat diperbaiki, juga menambah tantangan bagi MH.

Isi gugatan tersebut adalah MH melanggar undang-undang antitrust melalui skema multi-aspek untuk memperluas kekuatannya di pasar jet regional dengan menghalangi masuknya pesawat baru dalam persaingan.

Rivalitas Jepang, Cina, dan Korea Selatan

MH bukan satu-satunya pabrikan Asia yang bertaruh dapat membuat pesawat lebih murah dan lebih efisien. Commercial Aircraft Corp of China Ltd., juga dikenal sebagai Comac, memiliki jet regional baru dalam pelayanan, sementara Korea Aerospace Industries Ltd. sedang mempelajari pengembangan pesawat 100 penumpang.

“Pasar penerbangan di Asia diperkirakan akan tumbuh lebih lanjut di tahun-tahun mendatang dan akan ada permintaan untuk pesawat (kelas) ini,” kata Lee Dong-heon, seorang analis di Daishin Securities Co. di Seoul, Korsel. Pergeseran di segmen penerbangan regional yang telah terlihat selama setahun terakhir, kata Lee, telah membuka peluang.

Untuk bersaing, Mitsubishi tidak bisa hanya mengandalkan pasar lokalnya. Oleh karena itu, pelanggan terbesar dapat berada di AS, di mana maskapai besar mencoba memotong biaya dengan melakukan outsourcing penerbangan pendek ke maskapai yang lebih kecil yang menerbangkan jet regional.

Postcomended   Microsoft Pecat 20 Pegawai Peleceh Seksual #SURUHGOOGLEAJA

Trans States Airlines Inc., yang mengoperasikan penerbangan untuk United Airlines dengan nama United Express, memesan 50 pesawat, dengan opsi untuk 50 lainnya, pada 2010. Trans World tidak menanggapi permintaan komentar.

Menurut intellijen Bloomberg, George Ferguson, bobot dan kapasitas MRJ yang sekarang sedang dalam pengujian, terlalu besar untuk banyak operator regional, meskipun perusahaan berencana memperkenalkan versi yang lebih kecil pada 2021.

Sebagai bagian dari persiapan untuk meningkatkan pengiriman dan mendukung operasi, unit pesawat Mitsubishi memisahkan divisi penjualan dan pemasarannya bulan ini, menciptakan unit dukungan pelanggan dan memindahkan kantor pusat di AS ke Renton, Washington, pinggiran kota Seattle, tempat Boeing mengumpulkan 737 jetnya. “Kebutuhan akan jet regional tidak turun. MRJ sepenuhnya mampu bersaing di pasar,” kata Mizutani.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top