Panca | TEPUNG MOCAF FREE GLUTEN tepung mocaf free gluten - WordPress.com450 × 362Search by image Kenali Seliak, si perusak usus

Panca | TEPUNG MOCAF FREE GLUTEN tepung mocaf free gluten – WordPress.com450 × 362Search by image Kenali Seliak, si perusak usus

Tidak ada alasan untuk percaya bahwa mengonsumsi makanan bebas gluten lebih baik kecuali Anda memiliki penyakit seliak. Namun makanan bebas gluten telah menjadi tren makanan di seluruh dunia, bahkan bagi yang tidak punya masalah kesehatan jikapun ada gluten dalam makanan mereka. 

Dilansir Independent, Suzanne Mahady, gastroenterologis di klinik epidemiologis dan dosen senior di Universitas Monash, Australia, menyarankan sekali agar mereka yang tak memiliki penyakit intoleransi terhadap gluten, agar tak mengindari gluten. Gluten hanya membahayakan penderita seliak.

“Bagi orang-orang tanpa penyakit seliak, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa diet bebas gluten yang ketat bermanfaat bagi kesehatan,” tulisnya untuk The Conversation. “Bahkan mungkin sebaliknya, menghindari makan biji-bijian (whole grains) membuat asupan serat jadi rendah dan malah bisa merugikan.”

Seliak, seperti dilaporkan situs Alodokter, adalah kondisi di mana pencernaan seseorang mengalami reaksi negatif saat mengonsumsi gluten. Gluten adalah protein yang bisa ditemukan pada beberapa jenis sereal seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam, yang biasanya hadir dalam bentuk makanan pasta, keik, roti, dll.

Seliak bukanlah alergi atau intoleransi tubuh terhadap gluten, melainkan kondisi autoimun di mana tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung di dalam gluten sebagai ancaman bagi tubuh. Maka sistem kekebalan tubuh menyerangnya dan mengenai jaringan tubuh yang sehat.

Kondisi ini lama kelamaan bisa menimbulkan peradangan yang merusak dinding usus, hingga menyebabkan proses penyerapan nutrisi terhambat.

Postcomended   9, 10, dan 11 Agustus dalam Sejarah: PD II Berakhir

Mahady menjelaskan bahwa meskipun makanan bebas gluten telah menjadi tren kesehatan yang populer, hal itu mungkin tidak menguntungkan. “Makanan bebas gluten sering dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat, karena keselarasan dengan ‘gaya hidup sehat’,” tulis Mahady. “Tapi apakah ada bukti ilmiah untuk mendukung ini?”

Pada 1999, para periset dari Universitas Toronto, Kanada, melakukan penelitian di mana mereka menemukan bahwa mengonsumsi serat gandum dapat memberi Anda perlindungan tambahan terhadap penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Sebuah studi baru-baru ini sampai pada kesimpulan serupa. Setelah menganalisis data dari ribuan peserta selama 26 tahun, para periset menyimpulkan bahwa orang yang tidak memiliki penyakit seliak tidak dianjurkan mengikuti diet bebas gluten.

“Asupan gluten jangka panjang tidak terkait risiko penyakit jantung koroner,” ujarnya. “Menghindari gluten malah dapat menyebabkan berkurangnya konsumsi biji-bijian yang menguntungkan, yang dapat memengaruhi risiko kardiovaskular.” Menghindari gluten juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.***

Share the knowledge