Jonatan Christie (sumber foto: badmintoindonesia)

Jonatan Christie (sumber foto: badmintoindonesia)

Jonatan Christie alias Jojo (20), bagai mengakhiri kemarau prestasi Indonesia terutama di tunggal putra dengan keberhasilannya merebut medali emas di Asian Games 2018, hari ini (28/8/2018). Dengan wajah ganteng, badan tegap, dan posturnya yang cukup tinggi, lengkap sudah eforia Indonesia menyambut kemenangan Jojo. Kaum wanita pun menumpahkan kegemasannya di media sosial.

Bukan cuma sukses meraih medali emas, kamu juga sukses meraih hatiku, cenat cenut baaaang,” tulis akun @devinastuti di akun Instagram @metrotv. Akun lainnya @indahwaellah menulis: “Mau dong peluk jo. Bau kringt pun adek rela bang..”. Akun @fransavalon menulis tagar: #gantipacar#2009.

Sebagian lainnya menyamakan Jojo dengan bintang-bintang drama Korea. Akun @mia.zakiyyah mengatakan, “Setara dgn mas Chanyeol,” seraya me-mention sejumlah akun kawannya.

Tak kurang juga yang ramai mengomentari aksi selebrasi Jojo yang membuka baju seusai dinyatakan menang dan memperlihatkan otot-ototnya. Akun @_dheaayudita berkomentar: “pasti kau salfok samo roti sobek nyo kan @ade.diaa“. Yang dimaksud “roti sobek” adalah otot perut Jojo yang membentuk kotak-kotak karena sering dilatih.

Postcomended   Open Trip Wisata Pulau Madura 13-14 Januari 2018

Mengenai hal ini, Jojo menyebutkan bahwa dia melakukannya secara spontan. Boleh jadi karena tanpa disadari dia menyadari bahwa badannya bagus sehingga mendorongnya untuk melakukan itu. “Kalau itu bisa membuat orang bahagia ya gak apa-apa,” ujarnya sambal tertawa.

Namun banyak juga yang berkomentar normal, seperti akun @asodes_hutasoit: “Selamat iya jo jo… Sudah ganteng baik kata2nya.. Benar2 orang yg diberkati Tuhan…

Jojo sebenarnya tak diunggulkan untuk meraih emas. Kubu bulu tangkis Indonesia bahkan tadinya hanya menarget satu medali emas dari ganda putra. Jojo sendiri dengan rendah hati mengakuinya. Menurutnya,dia melihat lawannya di final, yakni pebulutangkis Taiwan, Chou Tien Chen, seperti kelelahan dan grogi.

Postcomended   Indonesia Gelar MoU dengan Thailand, Gubernur Chiang Mai Pastikan ke FPI Borobudur

Karenanya Jojo menganggap terlalu banyak campur tangan Tuhan atas kemenangannya ini. Saat  pertandingan final di Istora Gelora Bung Karno, Jojo mengalahkan Chou secara rubber set 21-18, 20-22, 21-15. Kemenangan Jojo ini seperti mengakhiri paceklik medali emas sejak terakhir diraih Taufik Hidayat di Asian Games Busan 2002 di Korea Selatan.

Jojo merasa banyak hal yang di luar nalarnya sehingga diberi kemenangan. Dia mengaku telah tampil buruk di super series, tapi justru juara di multi event seperti Asian Games ini. “Mengapa pemain seperti Lee Chong Wei yang sudah juara di puluhan turnamen super series, justru selalu gagal?” ujar kelahiran tahun 1997 ini.

Jojo menduga, saat pertandingan semifinal menghadapi Anthony Sinisuka Ginting –yang mengalami cedera– telah menguras tenaga Lee. Dilansir laman Kompas, Jojo mengatakan, “Saya memang lihat dia tegang. Dari raut wajahnya saya tahu dia capek, pukulannya juga kurang greget. Pertandingan lawan Ginting ternyata menguras tenaga dia,” ujar pemilik tinggi badan 179 ini.***

Postcomended   Saatnya untuk Berbaikan dengan Kolesterol

 

Share the knowledge