Internasional

Jual Rahasia Negara untuk Tutupi Utang, Mantan Agen CIA Dihukum

Seorang warga negara Amerika Serikat (AS), terbukti bersalah di pengadilan telah menjual rahasia negara. Dia disebut melakukan itu untuk menutupi utang-utangnya. Jaksa AS menyebutkan, Republik Rakyat Cina (Cina) telah membuat upaya canggih dan terpadu untuk mencuri rahasia negara AS.

Pernyataan itu dikeluarkan Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Demers, menanggapi vonis pengadilan pada Jumat (8/6/2018) yang menghukum seorang mantan agen mata-mata tripel bernama Kevin Mallory (61), dengan hukuman seumur hidup.

“ini adalah hari yang menyedihkan ketika seorang warga negara Amerika dihukum karena memata-matai atas nama kekuatan asing,” ujar Demers, seperti dilaporkan CNN.

Juri Virginia Jumat mendapati mantan perwira kasus CIA, Kevin Mallory, bersalah karena mentransmisikan dokumen rahasia dan sangat rahasia ke mata-mata Cina, menurut juru bicara jaksa AS di Distrik Timur Virginia.

Mallory juga dihukum karena berbohong kepada penyidik. Dia dijadwalkan akan mulai menghadapi hukuman September mendatang.

Mallory ditangkap tahun lalu dan dituduh memberikan informasi pertahanan untuk membantu pemerintah asing dan membuat pernyataan palsu. Namun dia mengajukan pembelaan tidak bersalah.

Dilansir SCMP, Pria Virginia yang selama bertahun-tahun memegang izin rahasia CIA ini mengatakan bahwa itu bukan kejahatan. Dia mengatakan, itu adalah tipu muslihat yang dimaksudkan untuk melaporkan mata-mata Cina itu kepada otoritas AS.

Selama persidangan yang dimulai akhir Mei silam, juri mendengarkan jaksa dan pengacara pembela Mallory yang menawarkan penjelasan berbeda mengenai informasi bahwa Mallory mengirim empat halaman dokumen kepada orang Cina dan menerima dari mereka ribuan dolar yang tidak dia nyatakan dengan benar di dokumen bea cukai.

Jaksa menuduh Mallory mengkhianati AS dengan menjual informasi rahasia kepada orang Cina. Sedangkan para pengacaranya mengatakan Mallory mengalami masa-masa sulit. “Tetapi (dia) tetap menjadi orang Amerika yang setia dan patriotik yang telah melayani negaranya sepanjang hidupnya,” ujar para pembelanya.

Pengacara Mallory mengatakan, Mallory menjadi curiga bahwa dia berurusan dengan agen-agen intelijen dan mencoba mengikat semua agen Cina itu dan memperingatkan CIA.

Fasih Berbahasa Mandarin

Mallory adalah seorang agen rahasia yang fasih berbahasa Mandarin yang menghabiskan dua dekade bekerja sebagai agen intelijen AS. Pengacara pembelanya, Geremy Kamens dan Todd Richman, seperti dilaporkan SCMP pada Mei, mengatakan, dia menggunakan pengalaman itu untuk menjerat dua agen intelijen Cina yang mendekatinya dan mengaku sebagai anggota staf lembaga “think tank” Shanghai.

“Dia mengirim apa yang dia pikir informasi yang tidak berharga untuk menjaga kontak Cina-nya tersebut agar tertarik padanya, sampai CIA bertemu dengannya,” sebut para pengacaranya itu dalam satu pengajuan pengadilan.

Sementara Jaksa penuntut menuduh Mallory berencana menguangkan pengetahuan rahasianya untuk membebaskan dirinya dari jerat utang. Jika dia tidak membagikan semua rahasia yang diketahuinya, kata Jaksa, itu karena dia bertahan untuk bayaran yang lebih baik.

“Jika dia agak terbuka pada rekan-rekan lamanya di CIA, itu hanya untuk menutupi jejaknya,” tuding Jaksa John Gibbs dan Jennifer Kennedy Gellie. Mallory bahkan dituduh para Jaksa sedang mengembangkan hubungan jangka panjang yang akan menguntungkannya secara finansial.

Mallory adalah salah satu dari dua mantan perwira CIA yang dituduh di pengadilan federal Alexandria yang bekerja dengan intelijen Cina. Jerry Chun Shing Lee (53), akan diadili dengan tuduhan yang sama. Jaksa penuntut mengatakan Lee, seperti Mallory, dikooptasi oleh mata-mata Cina ketika karir pasca-pemerintahannya melemah.

Mallory bertugas di militer pada 1977-2011. Dia bertugas aktif selama dekade pertama dan menjadi cadangan setelahnya. Menurut pengacara pembelanya, dia diculik dan terluka parah saat bertugas di Irak pada 2005.

Dia juga menghabiskan bertahun-tahun di dunia intelijen, bekerja sebagai petugas kasus rahasia untuk CIA dari 1990-1996, untuk Badan Intelijen pertahanan dari 2007-2010, dan di berbagai instansi pemerintah serta menjadi kontraktor pertahanan di antaranya.

Sejak 2012 ia telah menjalankan bisnis konsultasinya sendiri. Jaksa penuntut mengatakan, bisnis tersebut gagal. Pada 2017, pendapatan Mallory adalah 25.000 dolar AS yang dibayarkan oleh mata-mata Cina. Arsip pengadilan mengatakan, Mallory dihubungi oleh salah seorang mata-mata Cina melalui situs jejaring LinkedIn pada Februari 2017. (***/CNN/SCMP)

Sumber foto: ABC News

Caption: Markas CIA

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top