Loading...
Internasional

Jumlah Kelompok Kebencian Amerika Naik ke Level Tertinggi Sepanjang Masa

Share the knowledge

 

Cetusan kebencian di AS meningkat (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=HpZ3w_QMmaA)

Cetusan kebencian di AS meningkat (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=HpZ3w_QMmaA)

Jumlah kelompok kebencian yang beroperasi di Amerika Serikat naik tujuh persen ke level tertinggi sepanjang masa pada 2018. Penyebabnya? Perdebatan terkait keimigrasian dan perubahan demografis.

Menuruit Pusat Hukum Kemiskinan Selatan (SPLC), Rabu (20/2/2019), seperti dilansir Reuters, meningkatnya jumlah kelompok kebencian mencerminkan perdebatan yang semakin memecah-belah mengenai imigrasi dan perubahan demografis.

SPLC, yang telah melacak kelompok kebencian sejak 1971, menemukan ada 1.020 yang beroperasi di Amerika Serikat (AS) tahun lalu, memecahkan rekor 1.018 yang ditetapkan pada tahun 2011. Ini menandai tahun keempat pertumbuhan berturut-turut.

Laporan tahunan kelompok tersebut menyalahkan kenaikan “aktivitas kebencian” ini sebagian kepada Presiden Donald Trump. Seperti diketahui, pemerintahan Trump telah berfokus pada pengurangan imigrasi baik illegal maupun legal ke negara ini.

“Angka-angka itu menceritakan kisah yang mengejutkan bahwa presiden ini bukan hanya sosok yang mempolarisasi tetapi yang meradikalisasi,” kata Heidi Beirich, direktur Proyek Intelijen SPLC, yang merilis angka-angka baru. SPLC mendefinisikan kelompok kebencian ini sebagai organisasi dengan kepercayaan atau praktik yang menjelekkan sekelompok orang lain.

Postcomended   9 Agustus dalam Sejarah: 44 Orang Jawa Pertama Tiba di Suriname

Gedung Putih telah berulang kali menolak tuduhan bias yang ditujukan pada Trump, dengan sering mengutip dampak ekonomi yang besar terhadap komunitas minoritas.

Organisasi nirlaba ini mengatakan, pertumbuhan kelompok kebencian tampaknya mendorong beberapa orang yang berbagi ideologi mereka untuk mengambil tindakan kekerasan. Sebagai contoh, mengutip Robert Bowers, yang dituduh membunuh 11 jemaah di sebuah sinagog di Pittsburgh pada Oktober sambil berteriak “Semua orang Yahudi harus mati”.

Postcomended   Ini Kata Media Asing tentang Bom Bunuh Diri Sekeluarga di Surabaya

Laporan itu juga menemukan bahwa jumlah kelompok nasionalis kulit hitam naik 13 persen menjadi 264 pada tahun 2018; peningkatan yang dikaitkan dengan serangan balik terhadap kebijakan Trump.

Beberapa kelompok yang ditarget SPLC, telah mengkritik temuan organisasi yang bermarkas di Montgomery, Alabama, AS, ini, dengan mengatakan SPLC telah salah memberi label pada organisasi yang sah.

Awal bulan ini pendiri Proud Boys, sebuah klub khusus pria yang menggambarkan dirinya sendiri sebagai “chauvinis Barat” menuntut pelabelan sebagai kelompok kebencian ini sebagai pencemaran nama baik. Dia berpendapat bahwa Proud Boys adalah kelompok yang menentang rasisme, sementara SPLC mengatakan mereka sesuai dengan penelitiannya.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top