Kabar Buruk untuk Pembenci Kecoak: Serangga Ini Bakal Makin Kebal Insektisida

Internasional
Share the knowledge

 German cockroaches, Blattella germanica.  (Kredit: Clemson University – USDA Cooperative Extension Slide Series, Bugwood.org)
German cockroaches, Blattella germanica. (Kredit: Clemson University – USDA Cooperative Extension Slide Series, Bugwood.org)

Para ilmuwan memperingatkan, kecoak bakal makin kebal terhadap insektisida. Suatu saat, kaleng kemasan insektisida mungkin akan lebih ampuh membunuh kecoak dengan dipukulkan ke kecoaknya daripada dengan menyemprotkan insektisidanya. 

Para ilmuwan memperingatkan bahwa kecoak dapat mengembangkan resistensi (kekebalan) terhadap insektisida pembasmi serangga dan bisa jadi “hampir tidak mungkin” untuk dikendalikan dengan bahan kimia saja.

Penelitian baru-baru ini yang diterbitkan oleh Purdue University di West Lafayette, Indiana, Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa jenis kecoa Jerman yang menjadi objek penelitian, Blattella germanica L., akan menjadi lebih sulit dibasmi karena generasi mendatang kecoak ini semakin kebal terhadap upaya manusia dalam mengendalikan populasi.

Pengendalian terhadap populasi kecoak sangat diperlukan, kata para ilmuwan, karena hama ini seringkali menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Mereka menyebarkan bakteri dengan fesesnya dapat memicu alergi dan asma pada orang dewasa dan anak-anak.

“Ini adalah tantangan yang sebelumnya tidak terealisasi pada kecoak,” komentar Michael Scharf, seorang profesor di Departemen Entomologi, yang memimpin penelitian selama enam bulan dan yang temuannya kini telah diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.

Kecoak, kata dia, mengembangkan resistensi terhadap berbagai kelas insektisida, sekaligus akan membuat upaya mengendalikan hama ini hampir mustahil dengan bahan kimia saja.

Postcomended   Pendapatan "Avengers: Endgame" Pecahkan Rekor Global

Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida menggambarkan jenis serangga yang diuji ini sebagai spesies yang memberi semua kecoak lainnya reputasi yang buruk. Dikatakan mereka, kecoak ini tidak dapat bertahan hidup di lokasi yang jauh dari manusia atau aktivitas manusia dan berkembang di daerah tertutup yang hangat dengan akses ke makanan dan air.

Menurut peneliti Purdue, insektisida yang digunakan untuk mengendalikan penyebaran kecoak datang dalam kelas yang berbeda dengan masing-masing kelas bekerja secara berbeda untuk membunuh kecoak. Semprotan hama sering mengandung campuran beberapa kelas insektisida untuk memastikan bahwa setidaknya salah satunya akan berefek pada serangga yang tangguh.

Kecoak yang Selamat, Mengembangkan Kekebalan

Eksperimen baru ini bertujuan menguji keefektifannya. Strain kecoa Jerman dikumpulkan dari apartemen di lokasi perumahan di Indianapolis dan Danville. Bahan kimia yang diformulasikan dibeli dari Univar Solutions, kata makalah penelitian tersebut.

Pada tes pertama, tiga jenis insektisida dirotasi enggunaannya selama tiga bulan, sebelum proses diulang. Yang kedua, campuran dua insektisida digunakan selama enam bulan. Dan yang ketiga, para ilmuwan menggunakan insektisida tunggal pada kecoak yang ditemukan memiliki daya tahan awal yang rendah, juga selama enam bulan.

Postcomended   Lauren Cohan: Iko Uwais The Next Jackie Chan

Dalam percobaan rotasi pertama, para peneliti menentukan bahwa mereka dapat menjaga populasi tetap datar, tetapi gagal menguranginya. Dalam tes campuran, tidak ada yang berhasil dan populasi kecoa segera berkembang.
Tetapi apa yang terjadi selanjutnya yang luar biasa.

Dalam satu uji insektisida tunggal, para ilmuwan menemukan mereka pada dasarnya mampu menghilangkan populasi kecoak karena resistensi awal yang rendah terhadap insektisida yang dipilih. Namun, itu bukan kabar baik. Dalam percobaan insektisida tunggal lainnya, populasi dengan hanya 10 persen yang mulai resisten, benar-benar tumbuh.

Menurut Scharf, tidak hanya kecoak yang selamat dari pembasmian yang akan kebal secara esensi untuk jenis kelas insektisida di masa depan, keturunan mereka juga akan ikut kebal. Yang terpenting, mereka juga mendapat kekebalan dari kelas-kelas (insektisida) lain bahkan jikapun mereka tidak terpapar kelas-kelas lain itu.

“Kita akan melihat resistensi meningkat empat atau enam kali lipat hanya dalam satu generasi. Kami tidak memiliki petunjuk bahwa sesuatu seperti ini bisa terjadi secepat ini,” kata Scharf.

Postcomended   Perpustakaan Binhai Tianjin, Canggih tapi "Lebih Fiksi daripada Buku Fiksi"

Scharf mengatakan kecoak betina memiliki siklus reproduksi tiga bulan, yang menghasilkan sekitar 50 anak. Ini berarti bahwa bahkan sejumlah kecil kecoak yang tahan insektisida dapat dengan cepat “mengeja masalah”. Penelitian menyebutkan, populasi yang dimusnahkan oleh satu semprotan serangga dapat muncul kembali hanya dalam beberapa bulan.***


Share the knowledge

Leave a Reply