mawdoo3.com

Cemas karena setiap hari tidak bisa tidur sesuai yang selama ini disarankan, yakni 7-8 jam? Penelitian terbaru ini mungkin akan menenteramkan bagi mereka yang tidak pernah punya waktu untuk tidur sebanyak itu.

American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society secara resmi merekomendasikan orang dewasa tidur setidaknya 7-8 jam per malam. Namun satu penelitian baru menunjukkan, tidur terlalu banyak ternyata dapat lebih berbahaya daripada tidur terlalu sedikit.

Para peneliti menemukan dalam sebuah studi Agustus 2018 yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association, tidur lebih dari 7-8 delapan jam semalam dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung atau stroke.

Sedangkan tidur kurang dari tujuh jam tidak memengaruhi kemungkinan kematian seseorang. Hasil penelitian mereka menunjukkan, kualitas tidur (bukan lama atau kurangnya) dan konsistensi, adalah faktor risiko penting untuk penyakit kardiovaskular.

Dalam sebuah analisis dari 74 penelitian terhadap lebih dari 3,3 juta peserta yang meneliti hubungan antara durasi tidur dan penyakit kardiovaskular, para peneliti menyimpulkan bahwa peserta yang tidur selama 10 jam, 30 persen lebih mungkin untuk meninggal, dan hampir 50 persen lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular.

Tidur yang berlebihan sering merupakan gejala penyakit laten yang mendahului diagnosis formal dari kondisi seperti penyakit jantung dan tidur apnea yang merusak; suatu kondisi yang berpotensi buruk terhadap kesehatan ketika pernapasan sering tiba-tiba terhenti di tengah waktu tidur dalam keadaan tidak sadar, kata penulis utama Chin Shing Kwok. Kondisi lain, seperti gangguan peradangan kronis dan depresi, dapat menyebabkan kelelahan dan memengaruhi pola tidur.

Postcomended   Pada Umur 3, Putri Charlotte Sudah Lebih Kaya daripada Bangsawan Manapun

Namun, kurang tidur secara tidak langsung juga dapat memengaruhi mortalitas (kematian). Tidur yang lebih sedikit dapat meningkatkan kadar leptin, hormon yang mempercepat nafsu makan yang berimplikasi pada asupan kalori per hari. Ini secara signifikan dapat meningkatkan risiko obesitas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit melaporkan, satu dari tiga orang Amerika tidur kurang dari tujuh jam per malam secara teratur, yang mungkin menjelaskan mengapa dua dari tiga orang dewasa di AS dianggap kelebihan berat badan atau obesitas.

Postcomended   Microsoft Resmi Pamit pada Windows Phone

Tidur yang tidak memadai juga diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, kata Sheldon Sheps, mantan ketua Divisi Nephrology and Hypertension di Mayo Clinic. Tidur berfungsi mengatur hormon stres dan mempertahankan fungsi sistem saraf yang sehat. Sehingga tidur yang terlalu sedikit dapat merusak kemampuan tubuh mengatur stres, yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Tidur lebih dari delapan jam terkadang juga tidak akan berdampak signifikan terhadap kesehatan, jika dilakukan secara teratur. Peserta dengan pola tidur tidak teratur hampir 45 persen lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung koroner, para peneliti menemukan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mengganggu ritme Circadian seseorang (jam tubuh “24-jam”) dapat menumpulkan kemampuan kognitif dan menyebabkan pergeseran emosional yang tidak menentu.

Meskipun penulis studi memperingatkan terhadap tertidur berlebihan, namun mengejar ketinggalan tidur selama akhir pekan dapat meningkatkan kesehatan; meskipun ilmuwan tidur, Matthew Walker, kepada NPR pernah mengatakan bahwa tidur tidak bisa seperti bank.

“Anda tidak dapat mengumpulkan hutang dan melunasinya pada waktu kemudian. Jika saya tidak tidur sepanjang malam, dan kemudian malam berikutnya tidur sepuasnya, tidak akan berarti mendapatkan kembali semua tidur yang telah hilang.”***

Postcomended   Sekelompok Spesies Orangutan "Aneh" Diidentifikasi di Sumatra

 

 

 

Share the knowledge