Internasional

Kabar Meninggalnya BJ Habibie Mendapat Tempat di Sejumlah Media Internasional

Share the knowledge

BJ Habibie (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=GFcR6UagxFE)

BJ Habibie (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=GFcR6UagxFE)

Sejumlah media daring internasional mengabarkan meninggalnya Presiden RI ke-3, BJ Habibie, Rabu (11/9/2019), terutama media di Asia-Pasifik. Mereka antara lain dua kantor berita besar, Reuters dan The Associated Press, yang beritanya dikutip banyak laman di Asia-Pasifik.

Media daring yang mengutip kabar meninggalnya BJ Habibie dari kedua kantor berita tersebut mulai Sydney Morning Herald, South China Morning Post, Channel News Asia, The Star, The Malaysian Reserve, Arabnews, The Washington Post, Seattle News, dll.

The Associated Press (AP) menulis bahwa mantan Presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang mengizinkan reformasi demokrasi dan referendum kemerdekaan untuk Timor Timur setelah penggulingan diktator Suharto, telah meninggal. Dia berumur 83.

“Kepresidenannya yang tidak populer adalah yang terpendek dalam sejarah Indonesia modern, tetapi transformatif,” sebut kantor berita yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini.

Lebih lanjut AP menyebutkan, putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, mengatakan, presiden ketiga Indonesia ini meninggal Rabu di rumah sakit militer Gatot Subroto, Jakarta, tempat dia menjalani perawatan untuk masalah jantung sejak 1 September. Dia mengatakan ayahnya telah berjuang untuk bertahan hidup, “Tetapi jantungnya menyerah pada akhirnya.”

Sementara itu kantor berita Reuters menulis, B.J. Habibie menjadi presiden selama transisi negara yang bergolak untuk demokrasi setelah mantan pemimpin kuat Suharto mengundurkan diri pada tahun 1998. Dituliskan kantor berita yang berbasis di London, Inggris, ini, Habibie seorang insinyur terlatih, Habibie menggantikan Suharto  ketika negara itu tenggelam dalam kerusuhan dan pergolakan ekonomi.

Postcomended   KUSTOMFEST 2018 - COLOR OF DIFFERENCE

Dilansir AP, habibie adalah seorang insinyur yang berpendidikan di Indonesia, Belanda dan Jerman. Dia  menghabiskan hampir dua dekade bekerja untuk pembuat pesawat Jerman Messerschmitt-Boelkow-Blohm, sebelum kembali ke Indonesia pada 1974 untuk membantu memimpin kampanye Suharto untuk mengindustrialisasi ekonomi.

Sebagai presiden, Habibie meminta maaf atas pelanggaran HAM masa lalu dan menguraikan program reformasi delapan poin “untuk membangun masyarakat yang adil, terbuka dan demokratis.” Dia memerintahkan pembebasan tahanan politik, menghapus pembatasan pers dan mereformasi politik untuk memungkinkan pemilihan umum yang bebas.

Postcomended   Jive Talkin’ Ikut Sebar ‘Virus’ Wonderful Indonesia di Nongsa Batam

Dia mencabut larangan tiga dekade untuk berbicara dan mengajar bahasa Mandarin sebagai bagian dari pelonggaran kebijakan diskriminatif terhadap etnis Tionghoa yang dilembagakan oleh Suharto setelah pogrom anti-komunis 1965-66.

Menanggapi kritik internasional terhadap pendudukan Indonesia atas bekas jajahan Portugal di Timor Timur, Habibie mengejutkan orang Indonesia dengan mengumumkan pada Januari 1999 sebuah rencana untuk mengadakan referendum di bawah pengawasan PBB atas penentuan nasib sendiri, menawarkan pilihan antara otonomi khusus dan kemerdekaan.

AP menulis bahwa terlepas dari upaya reformasinya, Habibie tidak mampu menguasai keributan politik menyusul  pemberontakan mahasiswa yang berhasil melengserkan Suharto. Habibie menggambarkan kerusuhan berdarah yang mengakhiri kediktatoran Suharto (antara lain tragedi Semanggi) sebagai “biadab”.

Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Dia anak keempat dari delapan bersaudara. Ayahnya adalah keturunan asli Sulawesi dan ibunya seorang bangsawan Jawa dari kesultanan kuno Yogyakarta. Habibie meninggalkan dua putra. Istrinya, Hasri Ainun Habibie, seorang dokter, meninggal pada 2010.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top