Kadar CO2 Bumi Mencapai Level Tertinggi | Lingkungan | DW | 11.05.2013 dw700 × 394Search by image Kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer terekam berada pada level tertinggi. Para peneliti mengumumkan bahwa mereka menghitung 400 bagian per juta (ppm) pada ...

Kadar CO2 Bumi Mencapai Level Tertinggi | Lingkungan | DW | 11.05.2013 dw700 × 394Search by image Kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer terekam berada pada level tertinggi. Para peneliti mengumumkan bahwa mereka menghitung 400 bagian per juta (ppm) pada …

Konsentrasi karbondioksida (CO2) di atmosfer melonjak pada tahun 2016 ke tingkat tertinggi dalam 800.000 tahun. Meningkatnya kadar CO2 di atmosfer ini berpotensi memulai perubahan sistem iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya. El Nino yang memicu bencana kekeringan, memperparah keadaan karena menghambat kemampuan tanaman menyerap CO2 sebanyak biasanya.

Hal tersebut diungkap sebuah laporan yang dirilis Senin (30/10/2017) oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB.

Postcomended   Gempa Jepang: Suaranya Terdengar hingga Batas Angkasa

Bencana Alam tahun lalu meningkat 50% lebih besar dari rata-rata kenaikan tahunan selama satu dekade terakhir, terlepas dari kenyataan bahwa emisi karbondioksida yang disebabkan manusia tetap konsisten selama beberapa tahun terakhir.

Karbondioksida bersama dengan gas rumah kaca lainnya, mempercepat perubahan iklim dengan menjebak panas matahari di atmosfer. Tanpa upaya untuk menghapusnya, ia dapat tetap berada di atmosfer selama ribuan tahun.

Konsentrasi rata-rata CO2 di atmosfer sekarang mencapai 403,3 ppm (parts per million), naik dari 400 ppm pada 2015 dan jauh di atas 280 ppm di atmosfer sebelum era industri.

Postcomended   Gempa Jepang: Suaranya Terdengar hingga Batas Angkasa

WMO mengatakan bahwa sebagian alasan kenaikan pesat kadar karbondioksida ini adalah fenomena iklim El Nino, yang memicu kekeringan yang menghambat kemampuan tanaman untuk menyerap CO2 sebanyak biasanya.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa meningkatnya kadar CO2 di atmosfer, berpotensi memulai perubahan sistem iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menyebabkan gangguan ekologis dan ekonomi yang parah.***