MPs Want You To Pay A 'Latte Levy' To Cut Coffee Cup Waste HuffPost UK Andrew Aitchison via Getty Images The UK throws away 2.5bn disposable coffee cups every year.

MPs Want You To Pay A ‘Latte Levy’ To Cut Coffee Cup Waste HuffPost UK Andrew Aitchison via Getty Images The UK throws away 2.5bn disposable coffee cups every year.

Inggris semakin maju dalam hal memperlakukan limbah. Jika Indonesia masih berkutat dengan penerapan kantong kresek berbayar atau membawa tas belanja sendiri; dan gagal dalam masa percobaannya, maka Inggris kini mulai akan mengurangi limbah kemasan minuman kopi sekali pakai, antara lain dengan menyarankan pelanggan membawa kemasan sendiri. Praktik ini setidaknya mulai akan diterapkan rantai kafe Boston Tea Party (BTP). Praktik ini terkait kampanye bertema Cut the Cup Waste Independent.

Meskipun berimplikasi pada pemasukan keuntungan, namun BTP mengambil risiko itu, dan akan mulai mempraktikannya pada 1 Juni 2018. Perusahaan mengatakan, seperti dilansir The Independent, langkah itu akan menghapus penjualan minuman panas takeaway senilai 1 juta poundsterling (sekitar Rp 15 miliar).

Rantai kafe ini akan menjadi yang pertama di Inggris yang menerapkan pelarangan cup sekali pakai. Perusahaan ini mengatakan, mereka mengambil keuntungan dari skema pinjam cup baru atau (pelanggan harus) membeli cup di kafe, setelah larangan diberlakukan.

Pemilik dan Direktur Pengelola BTP, Sam Roberts, menggambarkan limbah kemasan minum sekali pakai “tidak masuk akal”. Dia mengatakan, “Banyak rantai kopi membuat janji bagaimana mereka berencana menangani limbah kemasan minum sekali pakai di masa depan. Tapi masa depan masih terlalu jauh. Kita harus berhenti sekarang.”

Sebelumnya, rantai kafe lain, Waitrose, juga mengumumkan rencana menghapus semua kemasan kopi sekali pakai dari tokonya pada musim gugur ini, sebagai bagian dari upaya mengurangi plastik dan pengemasan.

Minuman take away (bawa pergi) panas mewakili 5,2 persen dari total omset BTP sebesar 19,8 juta poundsterling. Meskipun berimplikasi pada pemasukan keuangan, Roberts mengatakan dia bertekad bahwa keputusan itu akan berhasil. “Kami ingin menunjukkan kepada operator lain bahwa untuk membuat perbedaan, perubahan besar diperlukan,” katanya kepada The Independent.

“Kami memimpikan masa depan di mana anak-anak kami nanti (hanya akan) mengagumi fakta bahwa sebelum 2018 kami secara teratur menggunakan cangkir sekali pakai dan membuangnya.”
Kampanye Cut the Cup Waste Independent telah mendorong tindakan dari kalangan pebisnis dan pemerintah untuk bekerja menuju solusi yang lebih baik untuk masalah limbah kemasan kopi sekali pakai.

Tekanan menangani limbah kemasan sekali pakai ini meningkat setelah adanya laporan dari Komite Audit Lingkungan yang mengungkapkan munculnya skala masalah. Menurut komite ini, Inggris membuang 2,5 miliar kemasan kopi sekali pakai per tahun, dengan kamasan kertas berlapis plastik yang sulit didaur ulang.

Meskipun pemerintah awalnya telah mempertimbangkan pengenalan “latte levy”, yakni pajak 25 pound pada semua cangkir kopi takeaway, namun pengukuran dengan cara ini baru-baru ini dihindari.***

Share the knowledge