(Getty Image)

Dalam pandangan orang Jepang, sampah adalah sampah yang harus dibersihkan, tak peduli jiwa sedang lara atau marah. Menang dari Kolombia, mereka bersih-bersih. Bahkan ketika bertahan cukup lama, lalu terpaksa harus menyerah kepada Belgia, Senin (2/7/2018), merekapun tetap bersih-bersih. Mereka mungkin tak punya “iman”, tapi bagi mereka kebersihan sudah ada dalam aliran darah sejak kecil.Pendukung asal Jepang telah mempraktikkan kebiasaan membersihkan stadion seusai pertandingan di semua tiga pertandingan penyisihan grup mereka. Mereka telah melakukan itu di kompetisi sebelumnya juga.

Ketika kalah dari Belgia secara cukup menyakitkan karena Jepang sempat lebih dulu unggul dengan dua gol, Senin (2/7/2018), serta elayangnya peluang masuk ke-16 besar, tidak membuat suporternya hengkang begitu saja dari stadion. Mereka dengan bermodalkan kantong plastik biru, memunguti sampah yang berserakan sebelum meninggalkan stadion Rostov Arena.

Aksi “heart-warming” ini menyita perhatian publik sejak Jepang main imbang dengan Senegal (2-2), menang lawan Kolombia (2-1), atau kalah dari Polandia (0-1). Bahkan aksi pendukung Jepang menginspirasi pendukung Senegal untuk turut bersih-bersih.

Postcomended   Explore wisata Indonesia, kalian harus coba ke Pulau Komodo

Foto dan video mereka membersihkan stadion menjadi viral ketika mereka terlihat membersihkan stadion Mordovia Arena usai menang dari Kolombia. Mereka difilmkan menyapu tribun stadion berkapasitas 44.000 ini, seteah sebelumnya sempat “liar” merayakan kemenangan tak terduga atas tim asuhan Jose Pekerman ini.

Sejumlah klip yang merekam pembersihan pasca pertandingan, setelah mayoritas penggemar meninggalkan stadion, diposting dan dibagikan di media sosial, membuat pendukung Jepang mendapat pujian luas dari pendukung negara lain, termasuk Kolombia yang seraya mengucapkan selamat juga mengabadikan aksi bersih-bersih mereka itu menggunakan kamera ponsel.

Laman Business Standard menyebut tindakan membersihkan stadion setelah pertandingan akan menambah momen emas Piala Dunia FIFA 2018. Sementara itu laman USA Today menulis bahwa pendukung Jepang akan meninggalkan Rusia dengan banyak rasa hormat dari dunia sepak bola.

Postcomended   Untuk Pertama Kali Spanyol Lantik Perdana Menteri Tanpa Kitab Suci

Perilaku Mendarah Daging Sejak Kecil
Kesopanan dan kebersihan para pendukung Jepang tidak mengejutkan bagi sebagian orang yang pernah singgah di negeri ini. “Ini bagus tetapi tidak mengejutkan,” kicau seorang pemilik akun Twitter yang mengaku pernah ke Jepang.

Kebersihan adalah bagian penting dari budaya Jepang, sebuah negara yang menawarkan salah satu tingkat daur ulang tertinggi di planet ini. Scott North, profesor sosiologi di Universitas Osaka, yang mengkhususkan diri dalam cara kerja dan pembagian bentuk kerja masyarakat Jepang modern, mengatakan kepada BBC, itu adalah kebiasaan yang mendarah daging sejak kecil.

Dia menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih setelah pertandingan sepak bola adalah perpanjangan dari perilaku dasar yang diajarkan di sekolah, setiap akhir hari, selama 20 menit, yang dikenal sebagai o-soji, di mana anak-anak membersihkan ruang kelas dan lorong sekolah mereka. (***/BBC/USAtoday/businessstandard)

Postcomended   5 Tempat Wisata Weekend Keren di Jogja yang Hits Abis

Share the knowledge