Buy me a coffeeBuy me a coffee
Nasional

Kantor Berita Asing Soroti Bakal Pindahnya Ibukota Indonesia dan Jakarta yang Terancam Tenggelam

Share the knowledge

 

Perumahan kumuh di kawasan utara Jakarta selalu terendam air. (Gambar dari: https://www.yenisafak.com/en/photo-gallery/world/sea-level-rises-in-jakarta-due-to-supermoon-tumu-2025641)

Perumahan kumuh di kawasan utara Jakarta hamper selalu terendam air. (Gambar dari: https://www.yenisafak.com/en/photo-gallery/world/sea-level-rises-in-jakarta-due-to-supermoon-tumu-2025641)

Kantor berita asing yang berbasis di Prancis, Agence France Presse (AFP), menyebut rencana kepindahan ibukota Indonesia dari Jakarta dikaitkan dengan ancaman bakal tenggelamnya kota ini. “Waktu hampir habis untuk Jakarta,” tulis kantor berita ini.

Lebih lanjut AFP menyebutkan, sebagai salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia, para pakar lingkungan memperingatkan bahwa sepertiga Jakarta akan terendam pada 2050 jika laju kerusakan lingkungan saat ini berlanjut.

Indikasi kerusakan lingkungan ini dapat dilihat dari puluhan dasawarsa ekploitasi cadangan air tanah yang tidak terkendali, naiknya permukaan laut, dan pola cuaca yang semakin berubah-ubah. Ketika upaya perbaikan lingkungan hanya berdampak kecil bagi jakarta, pihak berwenang mengambil tindakan drastis: negara akan memiliki ibukota baru.

Menurut laporan setempat, sebut AFP, lokasinya dapat diumumkan dalam waktu dekat. AFP lalu mengutip cuitan Joko Widodo (Jokowi), Presiden Indonesia, di akun Twitter-nya: “Ibukota negara kita akan pindah ke pulau Kalimantan.”

“Merelokasi jantung pemerintahan dan politik negara mungkin merupakan tindakan pelestarian nasional, tetapi secara efektif terdengar lonceng kematian bagi Jakarta di mana banyak dari 10 juta penduduk kota memiliki sedikit cara untuk melarikan diri,” tulis AFP.

“Ketika banjir datang, saya deg-degan,” kata pemilik warung makanan, Rasdi, kepada AFP. “Saya hampir tenggelam lagi pada 2007. Semua barang saya tersapu (oleg air banjir) dan saya harus memulai dari awal lagi,” kata Rasdi dari rumahnya yang dekat dengan pelabuhan utara Jakarta, salah satu yang paling parah terkena dampak amblesnya tanah.

Postcomended   Dunia Balas Tarif AS, Donald Trump kepada Petani AS: Sabar Sedikit!

Dibangun di zona gempa, di lahan rawa, dekat pertemuan 13 sungai, fondasi kota telah lebih ditekankan oleh pembangunan yang tidak terkendali, lalu lintas padat, dan perencanaan kota yang buruk, kata AFP. Jakarta (dan umumnya kota di Indonesia) tidak memiliki sistem air pipa di wilayah utara, jadi industri lokal dan jutaan penduduk memanfaatkan air tanah.

Eksploitasi air tanah yang merajalela, tulis kantor berita ini, menyebabkan penurunan tanah, yang membuat Jakarta tenggelam sebanyak 25 sentimeter (10 inci) per tahun di beberapa daerah; dua kali lipat rata-rata secara global untuk kota-kota pesisir utama.

Saat ini beberapa bagian Jakarta telah berada sekitar empat meter di bawah permukaan laut; mengubah tampilan lanskap, dan membuat jutaan orang rentan terhadap bencana alam. Banjir biasa terjadi selama musim hujan dan itu diperkirakan akan bertambah buruk karena permukaan laut naik akibat pemanasan global.

AFP menggarisbawahi parahnya masalah itu dengan mendeskripsikan satu kerangka masjid yang tenggelam di tepi pantai, air menggenangi jalanan, dan lantai dasar rumah mereka tergenang sehingga tak lagi layak huni. “Air hijau keruh mengalir di sepanjang lantai bangunan yang ditinggalkan, sementara gubuk-gubuk kecil di atas panggung berjajar di tepi pantai bersama sampah yang berserakan.

“Anda bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri,” kata Andri (42). “Ketika aku masih kecil aku biasa berenang di sana. Lama-kelamaan air semakin tinggi dan semakin tinggi,” katanya.

Postcomended   Julian "WikiLeaks" Assange Disebut Alami Gejala Penyiksaan Psikologis

Suatu skema membangun pulau-pulau buatan di teluk Jakarta, yang akan bertindak sebagai penyangga terhadap Laut Jawa, serta tembok pantai yang luas, telah disetujui. Namun tidak ada jaminan proyek senilai 40 miliar dollar AS (sekitar Rp 560 triliun) ini akan memecahkan masalah kota yang tenggelam.

Membangun penghambat banjir rob telah dicoba sebelumnya. Dinding beton dibangun di sepanjang pantai di distriknya Rasdi dan di lingkungan berisiko tinggi lainnya. Tetapi tembok-tembok itu telah retak dan menunjukkan tanda-tanda tenggelam. Air merembes melaluinya, merendam labirin jalan-jalan sempit, dan gubuk-gubuk di lingkungan termiskin kota.

 Kota-kota Berisiko

“Membangun dinding bukanlah solusi permanen,” kata Heri Andreas, seorang ilmuwan kebumian di Institut Teknologi Bandung (ITB), seperti dilaporkan AFP. “Kita harus pergi ke langkah selanjutnya dan memperbaiki manajemen air kita.”

Pusat ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini telah mengalami perkembangan yang sangat buruk selama bertahun-tahun. Bangunan baru dan gedung pencakar langit menekan tanah, yang memperburuk masalah. Tetapi pelaku terbesarnya adalah eksploitasi air tanah berlebihan, sementara kota tidak memiliki cara memenuhi permintaan tanpanya karena kurangnya fasilitas retensi air atau jaringan perpipaan yang komprehensif, kata Andreas.

Tak Cuma Jakarta yang Terancam Tenggelam.
Kota-kota mulai Venesia dan Shanghai, hingga New Orleans dan Bangkok, juga berisiko. Namun kata Andreas kepada AFP, Jakarta telah melakukan banyak hal untuk mengatasi masalah ini.

Postcomended   "Kekhalifahan" ISIS Tinggal Tersisa Beberapa Ratus Meter Saja

“Mereka telah mengambil langkah-langkah untuk meredakannya,” katanya tentang kota-kota lain yang juga terancam tenggelam. “Itu mahal. Tetapi jika kita melihat konsekuensi di masa depan, itu akan layak.” Masalahnya, tambah dia, kita selalu memiliki masalah dari mana harus memulai.

Banyak orang yang mencari nafkah di lingkungan paling berbahaya di Jakarta ini tidak memiliki waktu (dan dana)untuk mencari solusi, atau sarana untuk melarikan diri. “Tentu saja saya khawatir, tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan,” kata Rastini, seorang pengupas kerang, seraya menegaskan bahwa dia sudah di sana sejak kecil dan akan tetap di sana.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top