Dokumentasi Kasus Pedofilia yang Dihancurkan Diungkap Kembali oleh Kardinal Jerman

Internasional
Share the knowledge

 

Kardinal Reinhard Marx (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=2gNAbqfwEQ4)
Kardinal Reinhard Marx (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=2gNAbqfwEQ4)

Skandal di dalam tubuh gereja Katolik Roma kian sengkarut. Seorang Kardinal Katolik Roma senior mengungkapkan (kembali) bahwa file-file yang mendokumentasikan pelecehan seksual anak yang dilakukan para ulama Katolik, dihancurkan.

Kardinal senior Jerman, Reinhard Marx, mengatakan pada konferensi tentang pedofilia di Gereja Katolik, di Vatikan, bahwa prosedur untuk menuntut para pelanggar hukum “sengaja tidak dipatuhi”. “Hak-hak korban secara efektif terinjak-injak,” katanya.

KTT empat hari yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mempertemukan 190 uskup dari seluruh dunia. Gereja Katolik menghadapi tekanan yang semakin besar di tengah kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak dan pria muda yang berkepanjangan, dengan para korban menuduhnya gagal mengatasi masalah tersebut.

“File-file yang mungkin memuat dokumentasi tindakan mengerikan dan menyebut siapa-siapa saja yang bertanggung jawab, telah dihancurkan, atau bahkan tidak dibuat,” kata Kardinal Marx pada hari ketiga konferensi di Vatikan.

“Alih-alih pelaku, para korban dipaksa mengikuti aturan dan dibungkam.” Marx mendesak transparansi yang lebih besar pihak Gereja Katolik dalam menanggapi masalah ini, seraya menambahkan: “Bukan transparansi yang merusak gereja (Katolik), melainkan lebih pada adanya komitmen melakukan pelecehan, kurangnya transparansi, atau upaya menutup-nutupi (kasus) selanjutnya.”

Postcomended   Gletser yang Paling Cepat Menyusut, Tumbuh Lagi, Kabar Baik atau Buruk?

Pada hari Jumat (22/2/2019), Kardinal Marx –yang merupakan salah satu dari sembilan penasihat Paus yang dikenal sebagai C9– bertemu dengan para penyintas pelecehan dan anggota organisasi global Ending Clergy Abuse.
Ratusan korban melakukan aksi protes di luar Vatikan, menyerukan keadilan dan meminta agar tidak ada toleransi terhadap masalah ini.

Konferensi itu diminta oleh Paus Fransiskus, yang pada awal bulan ini mengakui bahwa pelecehan biarawati oleh anggota klerus termasuk ke dalam praktik perbudakan seksual. Pekan lalu, seorang mantan kardinal Katolik (Theodore McCarrick) dipecat atas tuduhan pelecehan seksual historis.

Pada acara itu, Paus menyebut para imam dan umat Katolik lainnya yang menyalahgunakan anak-anak, sebagai “alat Setan”. Dia lalu berjanji kepada para korban akan mencari “langkah konkret” untuk mengatasi pelecehan seksual anak oleh para imam Katolik tersebut.

“Fenomena kebrutalan di seluruh dunia ini menjadi semakin parah dan memalukan gereja, karena itu sama sekali tidak sesuai dengan otoritas moral dan kredibilitas etisnya,” kata Paus. “Orang-orang yang dikuduskan, dipilih oleh Tuhan untuk membimbing jiwa-jiwa menuju keselamatan, (malah) membiarkan diri mereka dikuasai kelemahan atau penyakit manusia mereka dan dengan demikian menjadi alat Setan.”

Postcomended   Pengadilan Memvonis Tomat: Kamu adalah Sayuran

Korban Kebanyakan Anak Altar

Isu yang diungkapkan Kardinal Marx pernah disampaikan September tahun lalu dalam Konferensi Waligereja Jerman. Konferensi tersebut merilis sebuah laporan yang menemukan bahwa sekitar 3.677 anak-anak, disiksa oleh pendeta antara 1946-2014. Lebih dari setengah korbannya berusia 13 tahun atau lebih muda dan hampir sepertiga dari mereka adalah anak laki-laki altar

Laporan yang disusun oleh para peneliti universitas ini menemukan bukti bahwa beberapa file dimanipulasi atau dihancurkan. Banyak kasus tidak dibawa ke pengadilan, dan bahwa kadang-kadang pelaku kekerasan dipindahkan ke keuskupan lain tanpa jemaat diberitahu tentang masa lalu mereka, menurut hasil yang bocor sebelumnya di pers Jerman.

Berbicara kepada majalah mingguan ternama Jerman, Der Spiegel, Menteri Kehakiman Jerman, Katarina Barley, menyatakan, laporan yang akan dirilis oleh Gereja Katolik Jerman itu sungguh mengejutkan dan mungkin hanya ujung gunung es. Barley meminta Gereja Katolik Jerman bertanggung jawab atas upaya menutup-nutupi dan menyangkal selama beberapa dekade tersebut.***

Postcomended   Tobarium: Parfum dari Sumatera Utara yang Mendunia

 


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work