Internasional

Kasus Ethiopia Mirip dengan Indonesia, AS Akhirnya Ikut Larang 737 Max

Share the knowledge

 

(Gambar dari:  https://www.youtube.com/watch?v=e47ohXspkPc)

(Gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=e47ohXspkPc)

Setelah muncul bukti bahwa penerbangan yang jatuh di Ethiopia diduga mengalami masalah yang sama dengan yang jatuh lima bulan lalu di Indonesia, regulator AS pada Rabu (13/3/2019) berbalik arah. Awalnya di antara 25 negara/lembaga yang menyatakan meng-grounded Max, AS dan Kanada tidak termasuk di dalamnya. 

Ke-25 negara yang kini melarang Boeing 737 Max adalah: Australia, Austria, Belgia, Brasil, Cina, Prancis, Jerman, Mesir, Uni Eropa, Islandia, Irlandia, Italia, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Belanda, Oman, Polandia, Singapura, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Kanada.

Daniel Elwell, penjabat administrator Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), mengatakan dalam sebuah pengarahan, data pelacakan penerbangan satelit, dikombinasikan dengan bukti yang baru ditemukan dari kecelakaan terbaru, menimbulkan kecurigaan tentang fitur keselamatan pada Max yang terlibat dalam kecelakaan Lion Air pada Oktober silam.

“Menjadi jelas –bagi semua pihak, sebenarnya– bahwa jalur penerbangan Ethiopian Airlines sangat dekat dan berperilaku sangat mirip dengan penerbangan Lion Air,” kata Elwell, dilansir laman Bloomberg.

Langkah ini merupakan pukulan besar bagi Boeing, yang telah kehilangan miliaran dolar minggu ini karena negara demi negara mengumumkan mereka melarang pesawat terbang. Keluarga pesawat lorong-tunggal Max adalah pesawat produksi perusahaannya berbasis di Chicago-AS ini yang paling laris. Dia menyumbang hampir sepertiga dari laba operasi perusahaan Boeing.

Postcomended   Tunangan Khashoggi Desak Trump Sisihkan Kepentingan Perdagangan Demi Kebenaran

Setelah Trump mengumumkan landasan pelarangan, Boeing membukukan penurunan 3,2 persen pada penutupan pasar saham New York. Pesawat yang terkena dampak akan langsung mendarat setelah mencapai tujuannya.

Dampaknya pada wisatawan AS harus dibatasi karena hanya ada 72 pesawat Boeing 737 Max di tiga maskapai penerbangan AS: American Airlines Group Inc. Southwest Airlines Co. dan United Continental Holdings Inc. Itu hanya sekitar 3 persen dari armada jalur utama di maskapai tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir lebih dari 40 negara telah mengumumkan meng-grouded jet-nya, meskipun sempat  ada jaminan dari FAA. Pada Selasa FAA masih mengatakan tidak ada bukti untuk membenarkan pelarangan terhadap Max.

“Kami teguh dalam posisi kami bahwa kami tidak akan mengambil tindakan sampai kami memiliki data untuk mendukung pengambilan tindakan,” kata Elwell.  Namun kata Elwell, data itu bersatu hari ini. “Dan kami melakukan ‘panggilan’.”

Dalam cuitan di akun Twitter resminya Rabu malam, Ethiopian Airlines mengatakan, perekam suara dan data dari pesawat yang jatuh telah diterbangkan ke Paris untuk diselidiki. Pihak berwenang Ethiopia telah meminta biro keamanan udara Prancis untuk membantu menganalisis perangkat itu.

Postcomended   Ini Alasan yang Membuat Petinggi Huawei Ditangkap

Penerbangan Lion Air turun dan naik lebih dari 24 kali ketika pilot berjuang melawan sistem keselamatan otomatis pesawat yang berusaha menekan hidungnya. Sementara Elwell tidak memberikan informasi yang akurat tentang jalur pesawat Ethiopia yang dimaksud, kedua pesawat tampaknya membuat gerakan yang sangat tidak biasa dan khas yang sama.

FAA tidak menetapkan jadwal kapan penerbangan Max dapat dimulai kembali. Elwell mengatakan dia berharap pabrikan, bekerja dengan operator dan regulator seperti FAA, akan membuat keputusan sesingkat mungkin.

Grounding akan tetap berlaku sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan informasi dari perekam data penerbangan pesawat dan perekam suara kokpit,” kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

Dia mengingatkan bahwa masih belum ada hubungan langsung antara kedua kecelakaan itu. “Kami masih harus banyak belajar sebelum dapat mengatakan bahwa kedua kasus itu memiliki sebab dan akibat yang sama,” katanya.

Sementara itu Boeing mengeluarkan pernyataan yang mengatakan masih memiliki “kepercayaan penuh” terhadap pesawat ini. “Kami mendukung langkah proaktif kehati-hatian yang melimpah ini,” kata Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg dalam sebuah pernyataan.

AS Ikuti Kanada

Tindakan AS ini mengikuti keputusan Kanada untuk menghentikan penerbangan Max Rabu pagi. Menteri Transportasi Kanada, Marc Garneau, mengatakan di Ottawa bahwa satelit melacak penerbangan Ethiopian Airlines dan menyarankan kemungkinan “kesamaan” dengan kecelakaan Lion Air pada 29 Oktober 2018.

Postcomended   Tengok Akun Twitter Donald Trump, lalu Bayangkan 61% Followernya Ternyata Palsu

Lion Air Max 8 jatuh di lepas pantai Indonesia, menewaskan ke-189 penumpangnya, menyusul tidak berfungsinya fitur perangkat lunak pada pesawat. Sementara itu Ethiopian Airlines jatuh di daratan hanya enam menit setelah lepas landas dan menewaskan keseluruh 157 orang di dalamnya pada Minggu (10/3/2019).***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top