Kasus Kematian Meningkat di AS, Malaysia Pertimbangkan Larang Rokok Elektronik #beritahariini

Lifestyle
Share the knowledge

 

Jumlah kematian yang cukup besar terkait rokok elektronik di AS, membuat Malaysia berniat melarangnya. (gambar dari: YouTube)
Jumlah kematian yang cukup besar terkait rokok elektronik di AS, membuat Malaysia berniat melarangnya. (gambar dari: YouTube)

Malaysia sedang mempertimbangkan suatu langkah serius: melarang penjualan rokok elektronik. Wacana ini muncul mengutip laporan meningkatnya kematian di AS terkait e-rokok dan vaping, Menteri Kesehatan negeri jiran ini mengatakan, Senin (14/10/2019).

Hingga Jumat (11/10/2019), otoritas Amerika Serikat (AS) telah melaporkan 29 kematian dan 1.299 kasus penyakit pernapasan terkait dengan penggunaan e-rokok dan vape (alat penguap), di tengah seruan untuk regulasi yang lebih ketat, Reuters melaporkan.

Malaysia sudah menyelesaikan hukum yang akan melarang penggunaan semua produk merokok –termasuk rokok elektronik dan vape– di antara anak di bawah umur dan melarang promosi dan iklan mereka. Tetapi sekarang sedang mempertimbangkan larangan lengkap pada perangkat baru, Menteri Kesehatan, Dzulkefly Ahmad, mengatakan kepada parlemen.

Postcomended   23 November dalam Sejarah: Pink Floyd Rilis "The Wall", Freddie Mercury Umumkan Idap AIDS

“Sebuah studi terperinci diperlukan untuk meninjau kembali perlunya memberlakukan larangan total atas penjualan rokok elektronik dan vape,” katanya, seraya menambahkan bahwa kementerian telah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki masalah tersebut.

Produk-produk tembakau di Malaysia saat ini diatur berdasarkan Undang-Undang Makanan, sementara penjualan cairan vaporizer (penguap) yang mengandung nikotin telah dilarang sejak 2015. Namun, tidak ada peraturan khusus yang mengatur penjualan dan penggunaan alat penguap non-nikotin dan rokok elektronik.

Postcomended   Pendiri WhatsApp Lagi-lagi Serukan Hapus Facebook dan Keluarganya

Industri vaping dunia, yang telah mengalami pertumbuhan pesat, telah menghadapi reaksi publik yang meningkat atas kekhawatiran meningkatnya penggunaan di kalangan anak muda.

India, yang memiliki populasi perokok dewasa terbesar kedua di dunia, melarang penjualan rokok elektronik bulan lalu karena memperingatkan tentang “epidemi” di kalangan anak muda.***


Share the knowledge

Leave a Reply