Bentuk letusan menyerupai rebusan air yang sedang mendidih. “Letusan Freatik itu kena kontak panas magma dengan air terjadi peningkatan uap air dan itu biasa keluar,” ujar Agus.

Kawah Sileri berada kawasan Dataran Tinggi Dieng tepatnya berada di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sejarah mencatat, kawah ini sangat aktif bahkan pernah merenggut banyak korban jiwa.

Data dari PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Dieng di Desa Karangtengah mencatat, Kawah Sileri setidaknya mulai terpantau aktif sejak 1943. Pada 13 Desember 1944, sekitar 117 orang meninggal akibat dampak letusan kawah Sileri.

Postcomended   #mudik2018 Destinasi Cilegon Yang Harus Dikunjungi Saat Mudik Lebaran

Sileri kembali menunjukkan aktivitasnya pada 1956. Tak ada korban jiwa. Namun pada 13 Desember 1964, dia  kembali memakan korban. Sebanyak 114 jiwa meninggal akibat letusan freatik eksplosif. Sejarah juga mencatat terjadinya letusan pada 2003 dan 2009. Hingga saat ini, Sileri tidak berhenti bergejolak.

Share the knowledge