Kawasan perumahan di Beverly Grove tempat Johannea Marliem ditemukan bunuh diri. (https://tribktla.files.wordpress.com/2017/08/screen-shot-2017-08-09-at-9-58-39-pm.png)

Situs Cbslocal.com, pada 10 Agustus 2017, melansir berita tentang seorang pria yang membarikade dirinya di dalam sebuah rumah di Beverly Groove, Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Kamis (10/8/2017) dini hari, pria itu ditemukan tewas dengan luka tembak yang disebut ditimbulkan oleh diri sendiri, alias bunuh diri. Sehari kemudian (11/8/2017), Indonesia dihebohkan kabar kematian saksi kunci korupsi e-KTP, Johannes Marliem, di lokasi sama di LA.

Lokasi kejadian tepatnya adalah di daerah elit di Edinburgh Ave, sekitar Melrose dan Crescent Heights, Beverly Groove, LA. Pada Rabu sore, pihak berwenang tiba di tempat di mana seorang anak dan seorang wanita berada di dalam dengan pria itu.

Postcomended   Uber Indonesia Terbelit Kasus Suap kepada Polisi

Tersangka ditemukan tewas sekitar pukul 2 dini hari Kamis. Namanya tidak diumumkan karena menunggu pemberitahuan keluarga.

Jumat (11/8/2017), tersiar kabar bahwa saksi kunci e-KTP, Johannes Marliem, tewas. Informasi yang beredar mirip dengan karakteristik yang diberitakan cbslocal.com. Bahkan satu akun Instagram menyebut inisial korban tewas adalah JM.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, Kamis, membenarkan meninggalnya Johannes Marliem (JM). Namun belum mengetahui lebih rinci.r

JM disebut sebagai saksi kunci kasus megakorupsi e-KTP. Dia diduga mengantongi bukti rekaman pembicaraan para perancang proyek e-KTP serlama empat tahun.

JM meyakini, rekaman pembicaraan itu dapat menjadi bukti untuk menelisik korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Saat membacakan tuntutan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto dalam kasus korupsi e-KTP, nama Johannes Marliem disebut jaksa KPK sebanyak 25 kali. Ia muncul ketika KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka.

Postcomended   Negara Kecil Miskin Ini Akan Menjadi Paling Cashless di Muka Bumi

JM adalah Direktur Biomorf Lone LLC, AS, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik. Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, JM disebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek e-KTP.

JM dinyatakan aktif dalam pertemuan ketika membahas proyek e-KTP sejak awal. Tapi ia belum pernah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan perkara tersebut.

Ia meninggalkan Indonesia begitu proyek ini mulai terbongkar KPK, hingga akhirnya dikabarkan mati bunuh diri di kediamannya AS.

JM yang sudah berkewarganegaraan AS, diketahui ikut menjadi pendonor kampanye Presiden Barack Obama. Dia juga memiliki catatan tindak pidana di AS.***(ra)

Postcomended   Gojek Masuk 20 Besar "World Changer" Versi Majalah Fortune