ABC

Angkatan Laut Thailand merilis rekaman video baru dari dalam gua Tham Luang, tempat 12 bocah Thailand dan pelatihnya terjebak selama lebih dari dua minggu. Video ini mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang misi penyelamatan yang menarik perhatian dunia, termasuk ihwal bocah-bocah ini yang dibius.Video tujuh menit yang diposting di Facebook ini hanya sehari setelah yang terakhir dari 13 anggota kelompoksepak bola itu berhasil dievakuasi dari gua. Dua penyelam terlihat menyesuaikan peralatan mereka sambil berdiri di dalam air yang tampak keruh.

Disinari oleh beberapa berkas cahaya putih, para penyelam dengan menggunakan helm dan pakaian tamoa basah, terlihat menyelam dan meraih garis selam yang digunakan untuk memandu mereka melewati saluran berliku di gua sepanjang enam mil ini (sekitar 10 km).

Seorang mantan angkatan laut Thailand SEAL mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa ke-12 anak laki-laki itu dibius, dilengkapi dengan masker wajah penuh, dan dievakuasi secara estafet dari penyelam ke penyelam lain dengan ditandu. Dokter disiapkan di sepanjang jalur evakuasi untuk memantau kondisi anak-anak itu, AFP melaporkan seperti diteruskan The Washington Post.

Setiap perjalanan pulang pergi yang sulit ini memakan waktu antara 9-11 jam bagi tim internasional yang terdiri dari 18 penyelam ini. Untuk berenang melewati lorong gua yang tergenang, yang bisa sesempit 15 inci, satu penyelam memegang ujung depan tandu, bersama dengan tangki oksigen anak itu, sementara yang lain memegang ujung belakang tandu.

Seorang anggota keluarga yang bahagia menunjukkan gambar terbaru dari anak-anak yang hilang yang diambil oleh penyelam penyelamat di dalam gua Tham Luang. (The National)

Salah satu anak laki-laki yang tengah dievakuasi terlihat ditutupi bahan metalik dan reflektif.
Bocah-bocah itu dikatakan dibius selama evakuasi, namun masih ada beberapa ketidakpastian. Penyelam yang berbicara kepada AFP mengatakan anak-anak itu “grogi” tetapi “bernapas” ketika dia membantu menarik mereka keluar. Sementara itu BBC melaporkan seperti dikatakan seorang penyelam, anak-anak itu dibius untuk menghindari kepanikan.

Meskipun anak-anak itu menghabiskan sembilan hari tanpa makanan dan lebih dari dua minggu di gua yang gelap dan lembab, mereka tampaknya dalam keadaan sehat.

Postcomended   Paolo Maldini Ucapkan Selamat Kepada George Weah Sebagai Presiden Liberia

Dalam video lain, yang dirilis oleh pemerintah Thailand pada Rabu (11/7/2018), anak-anak itu tampak energik dan sehat. Ada yang berjalan-jalan, sementara yang lain duduk di tempat tidur mereka, melambaikan tangan ke kamera dan mengacungkan dua jari dan tanda rasa hormat tradisional Thailand dari unit karantina mereka di Rumah Sakit Chiangrai Prachanukroh.

Postcomended   Media Inggris Masukkan Egy Maulana dalam Daftar 60 Pesepakbola Muda Terbaik

Dokter mengatakan bahwa ketika bocah-bocah pertama tiba di rumah sakit, yang satu detak jantungnya terlalu lambat dan beberapa lainnya memiliki jumlah sel darah putih yang rendah, meskipun masalah tersebut telah diselesaikan. Anak-anak itu diperkirakan akan dibebaskan dalam waktu tujuh hari tanpa komplikasi.

Pada 23 Juni 2018, anggota tim sepak bola yang berusia 11-16, terperangkap bersama pelatihnya (25), Ekaphol Chantawong, di dalam gua Tham Luang, gua sepanjang sekitar 10 km yang terletak di pegunungan Doi Nang Non, Thailland utara.

Satu regu pencari menemukan sepeda terkunci di pagar dan sepatu-sepatu bola milik anak-anak itu, dekat dengan pintu masuk gua. Di luar sebenarnya ada plang yang memperingatkan agar tidak memasuki gua selama musim hujan.

Postcomended   Serat, Susu, dan Air, Satukan Islam dan Yahudi

Tim penyelamat juga menemukan cetakan tangan dan jejak kaki, dan percaya bahwa bocah-bocah itu masuk terus ke dalam gua karena terkepung air.

Baru pada hari kesembilan, tim penyelamat menemukan mereka berlindung di posisi tanah yang lebih tinggi dari gua yang dikelilingi air, di kedalaman sekitar 2 km dari pintu gua. (***/washingtonpost/guardian)

 

Share the knowledge