Dan Zafrir sedang berdebat dengan Project Debater (sumber foto: The Verge)

Otak manusia mungkin adalah komputer paling canggih, tetapi kecerdasan buatan alias AI, mengejar begitu cepat. IBM dengan Project Debater-nya, telah membuat AI dapat berdebat secara substantif dengan juara-juara debat manusia, setelah sebelumnya disesuaikan dengan umpan balik penonton. Dia bahkan bisa bercanda.

Project Debater, proyek artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan dari IBM, membuat debut publiknya di San Francisco, AS, pada Senin (19/6/2018), di mana mereka berhadapan dengan Noa Ovadia, juara debat Israel 2016, dan dengan Dan Zafrir, seorang debater terkenal di Israel.

AI adalah tantangan besar terbaru dari IBM, yang sebelumnya menciptakan Deep Blue, teknologi yang mengalahkan juara catur Garry Kasparov, dan Watson, yang dikalahkan manusia di acara permainan Jeopardy.

Dalam pengenalan publik pertamanya, Project Debater berubah menjadi lawan yang tangguh, memindai ratusan juta artikel koran dan jurnal di memorinya untuk dengan cepat mensintesis argumen tentang topik dan posisi yang ditugaskan di tempat.

Layar persegi panjang ramping yang berdiri sekitar lima setengah kaki, meletakkannya di ketinggian yang sama dengan lawan manusianya. “Project Debater bisa menjadi papan suara berdasarkan fakta utama tanpa bias yang sering datang dari manusia,” kata Arvind Krishna, direktur Riset IBM.

Survei pemirsa yang diambil sebelum dan sesudah debat menunjukkan bahwa Project Debater lebih baik dalam hal memperkaya pengetahuan pemirsa karena argumennya mendukung subsidi untuk eksplorasi ruang angkasa dan mendukung telemedicine. Namun manusia melakukan dengan lebih baik dalam menyampaikan pidato mereka.

Ranit Aharonov, manajer tim Project Debater di Haifa, Israel, mengatakan, kemampuan Project Debater berasal dari kemampuannya menyelami banyak data dengan sangat cepat dan mengumpulkan informasi dan nomor yang tidak dapat diakses manusia dengan cepat.

Menurut sebagian besar pemirsa, bahasa yang digunakan Project Debater sangat alami; memilih kata-kata dan struktur kalimat yang sama seperti penutur asli bahasa Inggris. Dia bahkan bisa melempar lelucon aneh, sesuai cara robot.

Ketika berdebat untuk mendukung telemedicine, Project Debater mengatakan: “Saya tidak bisa mengatakan (bahwa) itu membuat darah saya mendidih karena saya tidak memiliki darah.”

Menurut Aharonov, Project Debater memiliki beberapa lelucon yang diajarkan manusia dalam jaringannya. Tapi kata Aharonov, sistemnya harus memahami kapan waktu yang tepat untuk melempar lelucon apa. “Dan itu tidak selalu benar, yang padahal merupakan lelucon bagi kita.”

Kedua tahap debat mengikuti format yang sama. Para pemirsa memberikan suara atas sikap mereka sebelum dan sesudah perdebatan, jadi IBM dapat mengukur bagaimana Project Debater menghadapi lawan-lawan manusianya.

Insinyur IBM tahu bahwa AI tidak sempurna. Sama seperti manusia, dia membuat kesalahan dan kadang-kadang mengulangi dirinya sendiri. “Project Debater harus beradaptasi dengan rasionalitas manusia dan mengusulkan garis-garis argumen yang bisa diikuti orang,” kata Krishna dalam posting blog.

“Dalam perdebatan, AI harus belajar menavigasi dunia manusia yang kacau dan tidak terstruktur, bukan dengan menggunakan seperangkat aturan yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti dalam permainan catur.”(***/nbcnews)

Share the knowledge