Lifestyle

Kelahiran Bayi “Campuran” Pangeran Harry dan Meghan Markel Bikin Canggung Media

Share the knowledge

Meghan Markle dan Pangeran Harry untuk pertamakalinya memamerkan bayi secara publik (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=l7v1ZRfHd2A)

Meghan Markle dan Pangeran Harry untuk pertamakalinya memamerkan bayi secara publik (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=l7v1ZRfHd2A)

Kelahiran bayi Pangeran Harry dengan Meghan Markle yang memiliki darah Afrika, bikin canggung seluruh dunia, tak terkecuali media. Judul Utama CNN terkait kelahiran bayi ningrat Inggris ini, misalnya, diolok-olok banyak pihak. CNN menulis: “How black will the royal baby be?”

Judul itu muncul dalam pemberitaan laman media tersebut Senin (6/5/2019) dalam bagian analisis tentang menolak “mitos ras campuran yang berbahaya” setelah Duchess of Sussex melahirkan seorang anak laki-laki. Tulisan dengan judul yang artinya “akan seberapa hitamkah bayi kerajaan?” telah dibagikan di internet secara luas.

Tokoh politik, para penulis larut malam, dan bahkan mantan karyawan CNN, segera saja menyeret artikel online jaringan berita kabel ini tentang masalah rasial seputar kelahiran Meghan Markle dan anak Pangeran Harry, laman Newsweek melaporkan.

Penulisnya, seorang produser dan penulis CNN, John Blake, mendorong kembali konsep “Great Mixed-Race Hope” lainnya, menunjuk pada beberapa artikel sensasional dan tidak sensitive secara rasial di seluruh dunia yang menggambarkan kelahiran anak pertama Pangeran Harry ini sebagai “bayi Afro-Amerika pertama yang lahir dari keluarga kerajaan.”

Nukilan pemikiran pada Senin itu berusaha meningkatkan kesadaran tentang “komentator yang memperkuat stereotip tersebut” yang “sama sekali tidak menyadari kerusakan” yang bisa terjadi. Namun ironisnya, pernyataan ini mendorong komentator lain untuk menyerang CNN dengan tuduhan “ketidaksadaran rasial”.

“CNN membutuhkan lebih banyak orang kulit berwarna yang bekerja di eksekutif, di tataran pengambil keputusan. Jelas,” mantan co-anchor “American Morning” CNN, Soledad O’Brien, bercuit di akun Twitter-nya Senin malam, mengutip Late Night dengan tangkapan layarnya penulis Seth Meyers, yakni Amber Ruffin, tentang “akan seberapa hitam bayi kerajaan?” judul yang muncul di atas ringkasan dan video pasangan  kerajaan tersebut.

Postcomended   Studi: Dengan Alasan Efisiensi, Nenek Moyang Manusia Menjadi Kanibal

Blake, yang menggambarkan identitasnya sendiri sebagai antar-ras, mengutip sejarah untuk menunjukkan “simbol ras campuran ini dalam posisi berkuasa” termasuk mantan Presiden Barack Obama, untuk harapan yang sangat tinggi dan “bukti” nyata dari “era ras baru”.

CNN menolak permintaan Newsweek untuk mengomentari reaksi terhadap analisis pegawainya ini, namun banjir respons panas dari mereka yang kritis terhadap sub judul “seberapa hitam” ini mengambil masalah khusus dengan teks “100% tidak-ironis”, dengan judul: “Inilah mengapa kita harus berhati-hati,” tulis CNN Blake dalam paragraf pertama di bawah subjudul.

“Pengamatan terhadap bayi kerajaan telah membangkitkan beberapa stereotip paling berbahaya tentang ras. Dan dalam banyak kasus, para komentator yang memperkuat stereotip ini sama sekali tidak menyadari kerusakannya.”

Postcomended   Arkeolog Temukan Kapal Penguburan Bangsa Viking Hanya 20 Inci dari Tanah

Jurnalis dan tokoh politik bertumpuk di tangkapan layer sub judul tersebut melalui media sosial Senin malam dan Selasa. “Ya Tuhan @CNN hanya bertanya secara sah ‘Bagaimana hitamnya bayi kerajaan?’ ** dan 100% tanpa peringatan ironis ** ‘komentator yang memperkuat stereotip rasis berbahaya, sama sekali tidak mengetahui kerusakan,'” jawab kandidat senat negara bagian Demokratik Virginia dan penulis hak asasi manusia, Qasim Rashid.

“Inilah yang terjadi ketika ada 0 (nol) pengawasan dan ada orang idiot dengan resmi berbicara untuk seluruh organisasi berita. Bawa kembali editor yang menghentikan Anda dari menunjukkan seluruh pantat Anda,” jawab penulis The Palm Beach Post, Leslie Streeter.

“Tidak ada pengawasan. Cuitan ini membutuhkan editor!” “Apakah ini nyata?” tanya Eugene Scott dari The Washington Post.

“Teman-teman, apakah bayi kerajaan SUPER-DUPER BLACK atau apakah itu NORMAL, mari kita semua setuju untuk tidak menjadi rasis karena itu benar-benar tidak keren, mmkay? – CNN,” gurau penulis skenario Empire and Power Eric Haywood.

Meredakan kehebohan di dunia maya, Blake menyimpulkan, “Bayangkan seorang anak yang lahir dari pasangan seperti Duke dan Duchess, dan tidak ada yang terobsesi dengan campuran ras mereka, atau seberapa putih atau hitam mereka terlihat.”

Postcomended   Jim Carrey Posting Gambar Donald Trump dengan Cap Swastika di Dahinya

Blake menanggapi kritik di Twitter Selasa pagi (7/5/2019) dengan menulis, “Mereka yang membaca seluruh artikel saya, akan memahami konteksnya. Analisis ini secara khusus membahas mengapa mengklasifikasikan seorang anak sebagai X% hitam adalah jebakan. Ini adalah bahasa & ide rasial dari era Jim Crow. Itulah titik tepat dari tajuk utama kami yang sebenarnya.”***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top