Internasional

Kelompok Hak Asasi Hewan: Pembeli Anjing Tak Bisa Menjadi Feminis

Pengaruh Feminisme Terhadap Wanita Indonesia ~ MAHIRA TAQIYYA mahira taqiyya - Blogspot Sebagai sumbangan perkembanga ilmu pengetahuan bagi kalangan akademis atau masyarakat secara umum.

Pengaruh Feminisme Terhadap Wanita Indonesia ~ MAHIRA TAQIYYA mahira taqiyya – Blogspot Sebagai sumbangan perkembanga ilmu pengetahuan bagi kalangan akademis atau masyarakat secara umum.

Kelompok hak asasi hewan 
“People for the Ethical Treatment of Animals” (Masyarakat untuk Perlakuan Etis terhadap Satwa), disingkat Peta, telah menerbitkan sebuah blog yang mengklaim bahwa orang-orang yang membeli anjing tidak dapat menjadi feminis. Argumen yang dikemukakan adalah bahwa mereka yang membeli anjing adalah lawan dari mengadopsi, yakni berarti mereka mendukung eksploitasi seksual anjing untuk dibiakkan dan dijualbelikan.

Anjing betina yang dipelihara di pabrik anjing dipaksa menanggung kelahiran ganda sampai mereka secara fisik tidak mampu memelihara anak anjing lagi, kata organisasi tersebut, dilansir The Independent.

“Di pabrik dan operasi pembibitan anjing, anjing betina terperangkap dalam mimpi buruk yang mirip dengan perdagangan seks ilegal,” Peta menulis di postingan blognya. Tubuh mereka, sebut blog itu, dikendalikan, dimanipulasi, dibeli, dan dijual; semua untuk keuntungan finansial dari pedagang mereka.

Postcomended   Raisa Gelar Acara Siraman, @xraisa6690 : "Sweet Moment with Ayah" #HariAyahNasional

“Ketika betina ini tidak lagi berguna sebagai bibit ternak, mereka sering dilelang, dimatikan, dibuang di suatu tempat, atau dibunuh begitu saja. Sayangnya, seperti menjual wanita, menjual anak anjing bisa menguntungkan,” tulis Peta.

Di Amerika Serikat, sekitar enam juta anjing dan kucing berakhir di tempat penampungan hewan, dengan seperempat anjing berasal dari peternak “ras murni”. Peta mendesak agar orang-orang berjanji untuk mengadopsi hewan di masa depan. “Siapa pun yang peduli tentang kesetaraan dan keadilan sosial dapat membantu mengakhiri eksploitasi seksual terhadap hewan betina dengan menolak untuk mendukung pabrik dan peternak (breeder) anjing yang kasar,” blog itu menyimpulkan.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top