Laporan 'Dokumen Surga' Dibuka, Ada Nama Tommy dan Mamiek Soeharto ... Tribun Bali - Tribunnews.com700 × 393Search by image Laporan 'Dokumen Surga' Dibuka, Ada Nama Tommy dan Mamiek Soeharto serta Prabowo,

Laporan ‘Dokumen Surga’ Dibuka, Ada Nama Tommy dan Mamiek Soeharto … Tribun Bali – Tribunnews.com700 × 393Search by image Laporan ‘Dokumen Surga’ Dibuka, Ada Nama Tommy dan Mamiek Soeharto serta Prabowo,

Perusahaan-perusahaan besar dunia, kepala-kepala negara, dan tokoh-tokoh global dalam bidang politik, hiburan, dan olahraga, yang melindungi kekayaan mereka di tempat-tempat rahasia, telah diungkap Minggu (5/11/2017). Dalam bocoran dokumen yang disebut Paradise Paper itu, juga ada tiga nama terkait keluarga Cendana: Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), Siti Hutami Endang Adinungsih (Mamiek Suharto), dan Prabowo Subianto. Tommy disebut memiliki saham di perusahaan mobil Lamborghini.

Rinciannya berasal dari kebocoran file berukuran 13,4 juta, yang mengekspos lingkungan global yang kondusif untuk melakukan penyalahgunaan pajak. Tata cara yang kompleks dan dibikin-bikin dari perusahaan-perusahaan kaya tersebut, dapat secara legal melindungi kekayaan mereka.

Materi bocoran ini diperoleh dari surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan dibagikan oleh Konsorsium Investigasi Internasional (ICIJ) dengan mitra-mitranya termasuk Guardian, BBC dan New York Times.

Penerbitan penyelidikan ini, yang telah melibatkan lebih dari 380 wartawan dan memakan waktu satu tahun untuk menyisir data yang membentang kembali 70 tahun, muncul pada saat ketimpangan pendapatan global mengalami peningkatan.

Proyek yang disebut Paradise Papers ini selain menyebut nama anak-anak Soeharto, juga mengungkapkan adanya upaya penghindaran pajak yang agresif oleh perusahaan multinasional, termasuk Nike dan Apple.

Postcomended   Ditolak Bicara di Kampus Unla, Nurul Arifin: Ini Pelecehan Intelektual

Jaringan “offshore” yang kompleks, juga digunakan oleh dua milyarder untuk membeli saham di klub sepak bola Arsenal dan Everton.

Bagaimana Twitter dan Facebook menerima ratusan juta dolar investasi yang bisa ditelusuri kembali ke lembaga keuangan negara Rusia.

Dokumen ini juga menyebut nama Ratu Inggris, Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, hingga Perdana Menteri Kanada, Jutin Trudeau. Serta bagaimana beberapa nama besar di industri film dan TV melindungi kekayaan mereka dengan serangkaian skema “offshore”.

Pengungkapan Paradise Papers ini tampaknya akan memberi tekanan pada para pemimpin dunia, termasuk Trump dan perdana menteri Inggris, Theresa May, yang telah berjanji untuk mengekang skema penghindaran pajak yang agresif.

Skema offshore adalah strategi investasi dengan memanfaatkan keuntungan yang ditawarkan di luar negara asal investor. Perusahaan misalnya, bisa menaruh uang di luar negara asalnya demi sejumlah keuntungan seperti penghindaran pajak, perlindungan aset, dan kerahasiaan.

Dalam data tersebut, sebuah firma hukum “offshore”, Appleby, menyebut bahwa Asia Market Investment dan V’Power Corp pernah menjadi kliennya. Dokumen itu menyebut bahwa Asia Market Investments Ltd., adalah sebuah perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan tutup pada 2000.

Postcomended   Indra Piliang Nyabu Buat Meresapi Rasanya Jadi Pemakai

Dokumen itu juga mengatakanTommy Suharto adalah direktur dan ketua dewan perusahaan V’Power Corp, perusahaan yang terdaftar di Bahama (salah satu negara ‘surga pajak). Perusahaan tersebut tercatat dimiliki Tommy Soeharto.

Selain itu, berdasarkan data dari Securities and Exchange Commission, V’Power pernah menjadi pemegang saham di perusahaan mobil Lamborghini. Data Appleby juga mencatat, perusahaan patungan di Bermuda dibentuk dari anak usaha Humpuss milik Tommy dan NLD. Perusahaan tersebut tercatat sebagai perusahaan periklanan di Australia.

Menurut laporan media lokal Austalia pada 1997, perusahaan patungan tersebut memberi akses pada Tommy dan mitra konsesinya asal Australia untuk memasang papan reklame di pinggir jalan di negara bagian Victoria, dan di negara- negara seperti Filipina, Malaysia, Myanmar dan Cina. Namun perusahaan ini ditutup di Bermuda pada 2003. Appleby mencatatnya sebagai debitur buruk.

Masih dari data Appleby, Mamiek Soeharto juga disebut sebagai Wakil Presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd. dan pemilik saham serta Golden Spike South Sumatra Ltd bersama Maher Algadri. Algadri menurut Forbes adalah eksekutif bisnis di Kodel Group, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia di era Soeharto.

Postcomended   PM Pakistan Mundur Terkait Panama Papers, Bagaimana Indonesia?

Konsorsium ICIJ menduga bahwa terdapat kemungkinan bahwa nama yang terdafttar di dokumennya benar-benar melakukan tindakan melawan hukum atau pelanggaran perpajakan. Namun ICIJ buru-buru menambahkan bahwa
banyak orang dan entitas memiliki nama yang sama atau serupa.

 

Ekonom Gabriel Zucman mengatakan, “Suaka pajak adalah salah satu kunci (bagi orang-orang kaya) atas meningkatnya ketidaksetaraan ekonomi global. Karenanya, penghindaran pajak di luar negeri menjadi olahraga elit.”

Di tengah kebocoran dokumen ini, muncul nama Appleby, sebuah firma hukum dengan pos terdepannya terdapat di Bermuda, Kepulauan Cayman, Kepulauan Virgin Inggris, Isle of Man, Jersey, dan Guernsey.

Berbeda dengan Mossack Fonseca; perusahaan yang mencela penyelidikan Panama Papers yang jebol tahun lalu, Appleby membanggakan diri sebagai anggota terkemuka “magic circle” dari penyedia layanan lepas pantai peringkat atas.

Appleby bertindak atas nama perusahaan “offshore”, menyediakan struktur yang membantu mengurangi tagihan pajak mereka secara legal. Appleby mengatakan telah menyelidiki semua tuduhan tersebut, dan menemukan tidak ada bukti adanya kesalahan, baik dari pihaknya ataupun kliennya.

“Kami adalah firma hukum yang menasihati klien mengenai cara yang sah dan halal untuk membimbing bisnis mereka. Kami tidak mentoleransi perilaku ilegal.”(***/Guardian/Bisniscom)