5 Gejala Gangguan Kecemasan yang Dirasakan Secara Fisik Hello Sehat 5 Ciri-Ciri Fisik yang Menandakan Gangguan Kecemasan

5 Gejala Gangguan Kecemasan yang Dirasakan Secara Fisik Hello Sehat 5 Ciri-Ciri Fisik yang Menandakan Gangguan Kecemasan

Adalah normal untuk merasa gugup sesekali. Tapi pada titik manakah kita bisa mengatakan kegelisahan bisa jadi suatu gangguan kesehatan? Berikut beberapa gejala gangguan kecemasan, seperti yang dikompilasi oleh InStyle.

1. Khawatir terlalu banyak

Bagaimana kita harus mengukur “terlalu banyak?” Menurut Sally Winston, asisten direktur Anxiety and Stress Disorder Institute of Maryland di Towson, Amerika Serikat (AS), perbedaannya ditandai oleh emosi individu yang memiliki efek yang merugikan kesehatan seseorang. Sally mengatakan, hindari bekerja keras mengatasi hal-hal kecil, agar bisa menjalani kehidupan yang lebih damai.

2. Masalah tidur

Jika Anda sulit tidur, Anda mungkin mengalami banyak tekanan. Normal jika Anda kadang-kadang sulit tidur. Tapi tidak jika terbangun di tempat tidur dan memikirkan masalah Anda hampir setiap malam. Mungkin juga sulit menenangkan diri di tengah malam. Jika ini terdengar asing, Anda mungkin menderita gangguan kecemasan.

3. Ketakutan irasional

Setiap orang memiliki ketakutan sendiri, namun mungkin dengan reaksi berbeda saat menghadapinya. Ketika seseorang bereaksi berlebihan saat menghadapi ketakutan mereka, dia mungkin memiliki kecemasan terhadap objek tertentu, yang dapat mengganggu kehidupan seseorang.

4. Ketegangan otot

Bila otot seseorang berkontraksi, ini biasanya berarti orang itu hanya kaget. Tapi otot tidak harus terus menerus tegang kecuali orang tersebut dalam kegugupan konstan. Orang dengan gangguan kecemasan harus berolahraga setiap hari untuk mencegah kontraksi otot yang berlebihan, Sally Winston menjelaskan.

5. Gangguan pencernaan kronis

Sally Winston mengatakan, sindrom iritasi usus besar, mungkin juga “pada dasarnya merupakan kecemasan di saluran pencernaan”.

6. Demam panggung

Demam panggung adalah ketakutan yang sangat umum, namun pemenuhannya tidak sehat. Melakukan hal itu bisa mengubah rasa takut menjadi gangguan kecemasan.

7. Kesadaran diri

Ini adalah sifat manusia untuk peduli pada apa yang dipikirkan orang lain. Tapi ketika seseorang takut akan opini orang lain menimbulkan konsekuensi sosial yang besar, seperti dengan pekerjaan dan hubungan, dia mungkin memiliki gangguan kecemasan.

8. Panik

Kelainan panik bisa berasal dari kegelisahan juga. Orang tersebut mungkin diinduksi untuk selalu memikirkan masa depan yang tidak pasti dalam kehidupan mereka. Mereka terus-menerus panik tentang hal-hal yang mungkin melompat keluar tanpa diduga, dan mereka bahkan mungkin pernah mengalami serangan panik.

9. Kilas balik

Berpikir tentang kesalahan memalukan dari masa lalu bisa menjadi sulit bagi sebagian orang. Orang dengan kecemasan mungkin memiliki penglihatan berulang tentang hal-hal yang tidak menyenangkan dari masa lalu mereka, yang dapat meningkatkan stres dan kecemasan. Orang yang menderita ini cenderung menghindari benda atau barang yang mengingatkan mereka pada saat itu.

10. Perfeksionis.

Seseorang dengan gangguan kecemasan mungkin ingin membuat segalanya sempurna sampai pada detail terakhir. Jika orang tersebut tidak puas dengan proyek apa pun, dia mungkin akan menulis memo dan memulai dari awal. “Jika Anda terus-menerus menilai diri sendiri atau Anda memiliki banyak kegelisahan antisipatif tentang membuat kesalahan atau tidak memenuhi standar Anda, Anda mungkin memiliki gangguan kecemasan,” kata Winston.

11. Tindakan kompulsif

“Jika Anda menyukai radio Anda pada tingkat volume 3, misalnya, dan rusak dan terjebak pada 4, apakah Anda akan panik total sampai Anda bisa memperbaikinya?” Tanya Winston. Pertanyaan ini menimbulkan masalah gangguan obsesif-kompulsif sebagai bentuk kecemasan.

Meski banyak yang bisa menjawab “tidak” terhadap ini, ada beberapa orang yang tanpa ragu setuju bahwa terkadang mereka panik akan hal-hal sepele. Jika seseorang terobsesi pada ritual yang relatif tidak berarti, maka dia mungkin memiliki gangguan kecemasan.

12. Keraguan diri

Banyak orang yang menderita gangguan kecemasan. Mereka mungkin tidak ragu-ragu dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting, namun kemungkinan besar mereka bersikap ambivalen terhadap hal-hal yang berkaitan dengan identitas mereka seperti orientasi seksual, jenis kelamin dan banyak lagi. Ketidaktegasan identitas diri ini menjadi pertanyaan berulang sampai pertanyaan itu sendiri menjadi obsesif.(***/thejakartapost)