Sepak bola Jerman terpuruk (sumber foto: Independent.ie)

Jerman secara menyedihkan harus hengkang dari Piala Dunia FIFA 2018 jauh lebih cepat. Reuters dalam laporannya menganalisis, sejak kemenangan mereka di Piala Dunia 2014 yang gemilang dan meraup banyak uang, para pemain utama sepak bola negeri ini telah berpangku tangan.Dua kekalahan dan satu kemenangan terakhir di babak penyisihan grup merupakan untuk pertamakalinya membuat Jerman hengkang lebih cepat, tepatnya pada Rabu (27/6/2018), dalam 80 tahun sejak keikutsertaannya di ajang Piala Dunia.

Kembali ke 2014, tepat sebelum Piala Dunia, empat klub Jerman berjuang melewati babak grup dan masuk ke babak 16 besar Liga Champions. Bagaimana dengan musim ini? Hanya satu.

Pada 2013, Bayern Munich dan Borussia Dortmund memainkan final Liga Champions, semua dari Jerman. Sejak itu? Tidak ada klub Jerman yang berhasil melewati empat besar. Pada 2011 dan 2012, Dortmund memenangkan liga. Namun sejak itu, Bayern memonopoli.

Postcomended   Dengan Memunguti Sampah Kota, Miliarder ini Merasa Stabil

Uang membuat Jerman lengah. Bundesliga ingin menyoroti booming keuangan yang sedang berlangsung. Tetapi boom tersebut juga membawa persaingan satu sisi yang membosankan: Bayern menang setiap waktu.

Kurangnya kompetisi liga, karena asosiasi sepak bola Jerman (DFB) yang kaya uang terlihat tanpa minat melakukan intervensi, membuat pemain Jerman kehilangan daya saingnya.

Masalah juga ada pada pelatih Jerman, Joachim Loew, yang seperti ogah melakukan regenerasi. Loew disebut Reuters, bersikeras mempertahankan hampir semua pemain yang sama selama hampir satu dekade.

“Mengapa saya harus kehilangan kepercayaan kepada mereka setelah satu pertandingan,” ujarnya dengan nada keras setelah disindir usai kekalahan pembuka mereka dengan Meksiko.

Pemain seperti Mueller, Jerome Boateng, Mesut Ozil, Sami Khedira, dan Manuel Neuer, seolah telah lama berhenti mengejar kesuksesan internasional dan sekarang lebih cepat memamerkan pakaian, mobil, rumah, tato, atau sepatu terbaru mereka, ketimbang prestasi sepakbola terbaru mereka.

Postcomended   Fullday Tour Menjangan

Bahkan kecongkakan DFB sendiri, tulis Reuters, tampak jelas dalam slogan turnamen “Best Never Rest”, pada dorongan pemasarannya yang konstan, dan sesi pemotretan bersama sponsor, serta permintaannya yang berkelanjutan untuk sebuah gelar untuk “mengembalikan bintang kelima”.

Ketika dua personel DFB menyerbu bangku Swedia untuk menunjukkan kemenangannya melalui gerakan-gerakan tangan kepada pihak Swedia setelah kemenangan Jerman 2-1 atas Swedia pada detik terakhir, itu sebenarnya tanda kepanikan yang nyaris terjadi. DFB tak sadar, bencana buat mereka sedang mengintip.

Loew tidak bisa hanya membangun kembali tim dari sumber yang sama dengan tim yang memenangkan Piala Dunia 2014. Pemuda-pemuda yang memiliki bakat luar biasa lah awal dari perjalanan panjang tim sepak bola Jerman. Pelatih harus kembali berpaling ke sini, dan bukannya ke pemain yang lebih tertarik berfoto dengan presiden atau dengan mobil sport terbaru.(***/Reuters)

Share the knowledge