Internasional

Kerangka Tanpa Kepala Korban Gunung Vesuvius Tidak Mati Seperti Dugaan Sebelumnya

Kerangka tanpa kepala korban Gunung Vesuvius (credit: National Geographic)

Gambar kerangka manusia yang sebelumnya diduga hancur oleh guguran batu selama letusan kuno Gunung Vesuvius, menjadi viral setelah penemuan baru-baru ini. Dari kondisi kerangka dan tengkoraknya, kepala korban seolah-olah terpotong dan terseret oleh blok batu yang menabraknya. Namun arkeolog menyangkalnya.Penggalian terbaru di kota Romawi kuno Pompeii, menggali sisa-sisa manusia yang diduga hancur ketika mencoba melarikan diri dari letusan pada 79 SM. Setelah menemukan tengkorak pria malang itu, para ahli berpikir bahwa dia mengalami nasib berbeda dari dugaan banyak orang, tetapi sama mengerikannya.

“Pada tahap awal penggalian itu tampak bahwa bagian atas toraks dan tengkorak, yang belum ditemukan, telah dipotong dan diseret ke bawah oleh blok batu yang menabrak korban,” pejabat menjelaskan dalam posting Facebook.

“Kematiannya mungkin bukan akibat ditimpa blok batu seperti yang awalnya diasumsikan, tetapi cenderung akibat asfiksia yang disebabkan oleh aliran piroklastik.” Asfiksia adalah keadaan tubuh yang tidak memperoleh cukup oksigen ke seluruh tubuh atau jumlah karbon dioksida yang berlebihan dalam tubuh.

Menurut Lembaga Pompeii-Parco Archeologico, sisa-sisa kerangka yang diidentifikasi terdiri dari bagian atas toraks, ekstremitas atas, tengkorak dan rahang. “Saat ini sedang menjalani analisis, sisa-sisa kerangka ini menampilkan beberapa patah tulang, sifat yang akan diidentifikasi, sehingga mampu merekonstruksi saat-saat terakhir dalam kehidupan manusia dengan akurasi yang lebih besar,” kata mereka.

Bagian atas tubuh pria itu ditemukan sedikit di bawah tungkai bawahnya, yang disebabkan adanya upaya penggalian terowongan di situs itu selama abad ke-18. Tengkorak ini adalah penemuan mengerikan paling akhir di situs kota kuno tersebut, yang hancur setelah letusan Gunung Vesuvius.

Menurut History.com, Pompeii dengan cepat terkubur oleh abu vulkanik, menewaskan sekitar 2.000 penduduk kota. Situs ini tetap tidak tersentuh selama lebih dari 1.500 tahun hingga penemuan kembali pada abad ke-18.

Selama abad ke-19, para arkeolog menggunakan plester untuk mengambil gips dari ruang hampa yang mengelilingi kerangka yang ditemukan di lapisan abu yang dipadatkan. Ditinggalkan oleh peluruhan sisa-sisa organik, ruang hampa ini menunjukkan foto-foto yang mengerikan dari saat-saat terakhir para korban gunung api ini.

National Geographic mencatat kejadian ini dengan merekonstruksi menggunakan gips yang menunjukkan beberapa pose korban, misalnya, merangkak, atau duduk dengan kepala di tangan.
Para arkeolog baru-baru ini menemukan tempat peristirahatan terakhir kuda pacu kuno di antara reruntuhan Pompeii. Awal tahun ini, tubuh seorang anak, yang tampaknya telah berlindung di kompleks rumah pemandian utama Pompeii, ditemukan di situs kuno ini.

Menurut LiveScience, Vesuvius, yang merupakan satu-satunya gunung berapi aktif di daratan Eropa, mengalami letusan serius terakhirnya pada 1944.(***/AP/foxnews)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top