Internasional

Ketakutan Muncul Seiring Tren Penggunaan Teknologi Pengenalan Wajah

A display shows a facial recognition system for law enforcement during the NVIDIA GPU Technology Conference in 2017 in Washington (AFP)

Sudah bukan rahasia lagi fitur unik wajah kita memungkinkan untuk membuka kunci iPhone terbaru, mengakses rekening bank, atau membayar beberapa barang dan jasa dengan senyuman. Tapi bagaimana jika wajah kita yang sedang berada di keramaian diam-diam diperiksa oleh penegak hukum?Kenyataannya, kini teknologi yang sama, menggunakan algoritma yang dihasilkan oleh pemindaian wajah, memungkinkan penegak hukum menemukan orang yang dicari dalam kerumunan, atau mencocokkan citra seseorang dalam tahanan polisi dengan database pelaku kejahatan yang diketahui.

Pengenalan wajah mulai dipraktikkan bulan lalu ketika seorang tersangka yang ditangkap karena penembakan di ruang redaksi di Annapolis, Maryland, Amerika Seriat (AS) menolak bekerja sama dengan polisi dan tidak dapat segera diidentifikasi menggunakan sidik jari.

Pengenalan wajah memainkan peran yang semakin meningkat dalam penegakan hukum, keamanan perbatasan, dan tujuan lainnya baik di AS maupun seluruh dunia.

Namun ketika sebagian besar pengamat mengakui manfaat dari beberapa penggunaan identifikasi biometrik ini, teknologi ini membangkitkan kekhawatiran akan status pengawasan “Big Brother” (badan-badan intelijen AS seperti CIA, FBI, NSA).

Kekhawatiran makin tinggi karena studi menunjukkan bahwa pengenalan wajah tidak selalu akurat, terutama bagi orang kulit berwarna.

Satu studi di Universitas Georgetown pada 2016 menemukan, satu dari dua orang dewasa AS, atau sebanyak 117 juta orang, berada dalam database pengenalan wajah dengan beberapa aturan tentang bagaimana sistem ini dapat diakses.

Postcomended   Jeff Bezos Berhasil Salip Kekayaan Bill Gates

Ketakutan yang meningkat untuk aktivis kebebasan sipil ini adalah bahwa penegakan hukum akan menyebarkan pengenalan wajah secara “real time” melalui drone, kamera tubuh, dan dash cams.
“Yang menjadi perhatian utama adalah polisi yang sedang berpatroli mengidentifikasi warga Amerika yang taat hukum dengan kamera tubuh,” kata Matthew Feeney, spesialis dalam teknologi yang sedang berkembang, di Cato Institute, sebuah lembaga pemikir libertarian. “Teknologi ini tentu saja membaik, tetapi jika tidak seakurat film fiksi ilmiah akan membuat Anda berpikir,” ujar Feeney.

Saat ini Cina berada di garis depan pengenalan wajah. Mereka menggunakan teknologi untuk membuat malu dan jera para pelanggar lalu lintas dan jaywalkers, dengan setidaknya terjadi satu penangkapan tersangka kriminal.

Clare Garvie, penulis utama studi 2016 di Universitas Georgetown mengatakan, dalam dua tahun terakhir, “pengenalan wajah telah dikerahkan secara lebih luas dan agresif” di AS, termasuk untuk keamanan perbatasan dan setidaknya satu bandara internasional.

Berita bahwa Amazon telah mulai menyebarkan perangkat lunak “Rekognition”-nya ke departemen kepolisian, memicu gelombang protes dari karyawan dan aktivis yang menyeru raksasa teknologi ini untuk menjauhi aplikasi penegakan hukum.

Amazon adalah salah satu dari puluhan perusahaan teknologi yang dilibatkan dalam program pengenalan wajah. Microsoft misalnya menggunakan pengenalan wajah untuk keamanan perbatasan AS. Negara bagian AS, Maryland, menggunakan teknologi dari Cognitec yang berbasis di Jerman dan perusahaan teknologi Jepang NEC.

Postcomended   Delapan Tahun Beroperasi, Medsos Ini Akhirnya Rontok Juga #SURUHGOOGLEAJA

Amazon menyatakan dia tidak melakukan pengawasan atau memberikan data apa pun kepada penegak hukum, tetapi hanya memungkinkan mereka untuk menyocokkan gambar dengan yang ada dalam databasenya.

Raksasa teknologi ini juga mengklaim bahwa sistem pengenalan wajahnya dapat membantu menyatukan kembali anak-anak yang hilang atau diculik dengan keluarga mereka, dan membendung perdagangan manusia.

Tidak Akurat pada Kulit Berwarna
Meskipun demikian, Brian Brackeen, pendiri dan kepala eksekutif dari pengembang perangkat lunak pengenalan wajah Kairos, berpendapat bahwa pengenalan wajah tidak boleh digunakan oleh penegak hukum karena potensi kesalahan dan penyalahgunaannya.

Dalam posting blog di TechCrunch, Brackreen mengatakan bahwa sebagai kepala eksekutif kulit hitam dari perusahaan perangkat lunak yang mengembangkan layanan pengenalan wajah, dia memiliki koneksi pribadi dengan teknologi, baik secara budaya dan sosial.

“Pengenalan wajah yang didukung oleh pengawasan pemerintah adalah invasi yang luar biasa terhadap privasi semua warga negara, dan berpotensi kehilangan kendali atas identitas kita sama sekali.”

Penelitian di Georgetown menemukan, algoritma pengenalan wajah 5-10 persen kurang akurat pada orang Afrika-Amerika disbanding terhadap orang Kaukasia. Atas kelemahan teknologi ini, Microsoft mengumumkan bulan lalu telah membuat perbaikan signifikan untuk pengenalan wajah “di seluruh nada kulit” dan jenis kelamin.

Sementara itu IBM mengatakan telah meluncurkan penelitian berskala besar “untuk meningkatkan pemahaman bias dalam analisis wajah”. Sementara pengenalan wajah yang lebih akurat umumnya disambut baik, kelompok-kelompok kebebasan sipil mengatakan perlindungan kebijakan khusus harus ada.

Postcomended   India Bakal Kirim Manusia ke Luar Angkasa pada 2022

Pada 2015, beberapa kelompok konsumen keluar dari inisiatif pemerintah-swasta untuk mengembangkan standar untuk penggunaan pengenalan wajah, mengklaim proses itu tidak mungkin untuk mengembangkan perlindungan privasi yang memadai.

Kecuali, kata Feeney, database-nya dibersihkan dari siapa pun yang saat ini tidak sedang dipenjara atau dicari karena kejahatan. Jennifer Lynch, pengacara di Electronic Frontier Foundation, menambahkan, sistem yang tidak akurat akan melibatkan orang-orang untuk kejahatan yang tidak mereka lakukan.

Evan Selinger, seorang profesor filsafat di Rochester Institute of Technology, mengatakan dalam posting blog bahwa pengenalan wajah adalah alat yang ideal untuk pengawasan yang menindas. (***/AFP)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top