Menyalahgunakan Senjata Api, Dokter Helmy Terancam Hukuman Mati ... Tribunnews.com680 × 382Search by image Menyalahgunakan Senjata Api, Dokter Helmy Terancam Hukuman Mati

Menyalahgunakan Senjata Api, Dokter Helmy Terancam Hukuman Mati … Tribunnews.com680 × 382Search by image Menyalahgunakan Senjata Api, Dokter Helmy Terancam Hukuman Mati

Dengan alasan tak mau diceraikan, Ryan Helmi (41) tega menembak istrinya, Letty Sultri, hingga tewas. Insiden penembakan dilakukan di klinik tempat sang istri melakukan praktik kedokterannya di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Bagaimana Ryan yang juga seorang dokter, bisa memiliki senjata api? Belum lama ini, seorang dokter pernah menghebohkan kawasan parkir Gandaria City, Jakarta, karena di menodongkan senjata api ke seorang juru parkir.

Kepada polisi, Ryan mengaku telah membawa kabur dan menjual mobil milik istrinya. Hasil penjualan mobil tersebut, tulis situs Tempo, digunakan Helmi untuk membeli dua pucuk senjata api yang kemudian digunakannya untuk membunuh Letty. Bagaimana Ryan bisa bebas membeli senjata api?

Ternyata, ada aturan yang membolehkan profesi dokter membeli dan memiliki senjata api. Pada Oktober 2014, seperti dilansir Sindonews.com, Kombes Pol Rikwanto, yang kala itu masih menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan, sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) No.82/2004, orang-orang yang bisa diberi izin memiliki senjata api adalah: pejabat DPR/MPR/legislatif, pejabat Eksekutif, pejabat pemerintah, pejabat swasta, pengusaha, direktur utama, komisaris, pengacara, dan dokter. Peraturan tersebut terutama dikaitkan dengan kepemilikan senjata untuk membela diri.

Postcomended   Uber Indonesia Terbelit Kasus Suap kepada Polisi

Namun kata Rikwanto, ada syarat lain, yakni: berusia 24-65 tahun, minimal mengikuti kelas menembak selama tiga tahun, lulus tes psikologi, lulus tes kesehatan, dan dilengkapi surat keterangan dari instansi atau kantor dari orang yang ingin mendapatkan izin memiliki senjata api.

Calon pemilik juga harus lulus uji keterampilan mengamankan dan merawat senjata api dan digunakan apabila dalam situasi dan kondisi yang mengganggu keselamatan jiwanya.

Ini Alibi Dokter Helmi Miliki Senjata Api yang Habisi... Metro - SINDOnews620 × 413Search by image ... Ini Alibi Dokter Helmi Miliki Senjata Api yang Habisi Nyawa Istri

Ini Alibi Dokter Helmi Miliki Senjata Api yang Habisi… Metro – SINDOnews620 × 413Search by image … Ini Alibi Dokter Helmi Miliki Senjata Api yang Habisi Nyawa Istri

Pada 8 Oktober lalu, seorang dokter bernama Anwari Kertahusada (60), diketahui menembak dan menganiaya seorang juru parkir di kawasan Gandaria City. Namun dia lolos dari tahanan karena mengajukan penangguhan penahanan.

Postcomended   Mulai Oktober Pelat Nomor Mobil Tak Hitam Lagi

Tak lebih dari sebulan, tepatnya 31 Oktober lalu, lagi-lagi mantan dokter di RSPAD ini dilaporkan menganiaya orang dan mengancam menggunakan senjata angin. Anwari pun kembali ditahan. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan, mebgatakan, untuk senjata angin bisa beli. “Tapi senjata pistol, jelas tidak ada izinnya,” kata Iwan.

Menanggapi kasus Ryan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa hal ini tidak berkaitan dengan profesi dokter. Sekjen IDI, Adib Khumaidi, kepada Detikcom, Jumat (10/11/2017), mengatakan, kewenangan pemberian izin kepemilikan senjata api adalah urusan pihak polisi. Profesi dokter, kata Adib, tidak memiliki aturan memiliki senjata, walau dengan alasan untuk melindungi diri.

Postcomended   Hadapi Ancaman Teroris, Polisi Dibekali Tenaga Dalam

Letty tewas ditembak Ryan di Klinik Az-zahra di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017) sore. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00. Letty sempat terdengar cekcok dengan Ryan, lalu meminta tolong.

Dokter Tembak Istri, Senjata Api Sudah Disiapkan dari Rumah ... Metro Tempo - Tempo.co720 × 405Search by image Dokter Tembak Istri, Senjata Api Sudah Disiapkan dari Rumah

Dokter Tembak Istri, Senjata Api Sudah Disiapkan dari Rumah … Metro Tempo – Tempo.co720 × 405Search by image Dokter Tembak Istri, Senjata Api Sudah Disiapkan dari Rumah

Seorang saksi yang mencoba mendekati Letty, tidak jadi ketika dia melihat pelaku membawa senjata. Tak lama kemudian terdengar letusan enam kali. Pelaku lalu melarikan diri meninggalkan TKP.

Belakangan diketahui bahwa Letty pernah melaporkan suaminya itu atas tindakan kekerasan. Namun tanpa alasan jelas laporan itu dicabut.(***/dari berbagai sumber)