Pak Tarmedi

Belajar bahasa inggris bersama sopir taksi 🚕📷Jcluvnkn4

Posted by WowShack Indonesia on Thursday, August 24, 2017

Dengan Inggris agak belepotan, Tarnedi meladeni seorang penumpang taksinya yang mengajak dia berbicara Inggris. Penumpangnya ini bukan mau sok-sokan bicara Inggris kepada seorang sopir taksi yang mengaku lulusan SD ini, melainkan karena membaca satu pesan yang tertulis di bagian belakang jok kemudinya. 

“To all passangers please talk in English because i want to improve my English. If you don’t know how to speak English it doesn’t matter. Thank You”

Tulisan tersebut bisa saja dibuatkan orang lain, namun untuk ukuran lulusan SD, yang sempat tak bisa membaca dan menulis, Tarnedi tergolong lumayan. Ketika berinteraksi dengan penumpang yang tampaknya masih orang Indonesia, dia setidaknya seperti mengerti apa yang disampaikan penumpangnya.

Setidaknya, walau tampak super canggung, Tarnedi berani menerima tantangan mengobrol dalam Inggris.

Postcomended   Atlet Freediving Dunia Mulai Terpikat Bawah Laut Sabang

 

Saat si penumpang menanyakan kepada Tarnedi apakah dia punya anak, warga Bekasi ini malah menjawab dengan menyanyi menggunakan langgam Pantura; Tarnedi mengaku berasal dari Indramayu.

“My name is Tarnedi. I live in Bekasi. My occupation is taxi driver. I have two sons. I want to be smarter.” Begitu sebagian lirik lagunya yang tak tuntas dinyanyikan supir taksi Express, Jakarta, ini.

Kepada Merdeka.com, Tarnedi mengatakan, “Saya jadi sopir sudah 20 tahun lalu tetapi belajar bahasa Inggris baru dua tahun. Saya ingin bisa giat belajar biar tidak ketinggalan dengan negara lain.”

Dunia Kita | salamduajari salamduajari320 × 180Search by image

Dunia Kita | salamduajari salamduajari320 × 180Search by image

Apa kabar Tarnedi sekarang? Di tengah gempuran taksi daring, masihkan laki-laki yang ketika itu masih berusia 54 tahun ini bersemangat memperdalam kemampuan Inggrisnya, ketika di sisi lain, dia harus lebih memikirkan periuk nasi untuk keluarganya, ketimbang menyetir sambil berpikir keras menanggapi penumpangnya yang kompromis dengan pesan yang ditempel di jok belakang kemudinya itu.

Postcomended   Didukung 4G, iPhone 7 Supercopy ini Makin Mirip Aslinya

Terlepas apakah Tarnedi berbahasa Inggris untuk kepentingan pribadinya atau untuk citra sopir taksi di Jakarta, misalnya, semangat Tarnedi di era persaingan bebas seharusnya difasilitasi oleh perusahaannya. Atau malah mungkin juga oleh pemerintah, ketimbang sekadar lucu-lucuan yang dibagi banyak orang di media sosial.

Dan tatkala perusahaan taksi konvensional rontok ditelikung perusahaan transportasi berbasis aplikasi internet, lagi-lagi perusahaan transportasi online membuat terobosan.

Dilansir Bisnis.com, PT Gojek Indonesia menggandeng Bahaso, platform online pembelajaran bahasa asing, dengan penandatanganan MoU pada 24 Mei 2017. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing 100 ribu mitra driver-nya di 25 kota wilayah operasi Go-Jek.

Pelatihan bahasa asing ini merupakan program Swadaya Go-Jek untuk mengapresiasi mitra driver yang berprestasi. Semoga saja Tarnedi kini sudah berbahasa Inggris lebih fasih daripada driver-driver Gojek “akademis” ini.***(ra)

Postcomended   Redenominasi Rupiah: Masalah Kebanggaan Bangsa