Internasional

Semakin Banyak Bukti, Bayi Prematur Tumbuh Tak Beruntung dalam Asmara

Share the knowledge

 

(gambar dari: https://www.colourbox.com/image/young-couple-in-love-holding-hands-image-11395791)

(gambar ilustrasi dari: https://www.colourbox.com/image/young-couple-in-love-holding-hands-image-11395791)

Orang dewasa yang memiliki bayi dengan berat badan kurang atau lahir lebih awal, mungkin lebih kecil kemungkinannya memiliki hubungan asmara atau menjadi orang tua, dibanding rekan mereka yang lahir dengan cukup bulan.

Lebih lanjut tinjauan penelitian ini menyebutkan, dibandingkan dengan orang dewasa yang memiliki bayi cukup bulan, mereka yang prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah, 57 persen lebih rendah untuk melakukan hubungan seksual, 28 persen lebih kecil untuk memiliki hubungan asmara, dan 23 persen lebih kecil untuk menjadi orang tua.

Data tersebut merupakan analisis atas lebih dari 4 juta orang. “Apa yang kita ketahui dari penelitian sebelumnya adalah bahwa anak-anak yang lahir prematur biasanya penakut, menarik diri secara sosial, dan memiliki tingkat rendah dalam mengambil risiko dan mencari kesenangan,” kata Marina Mendonca, penulis utama penelitian dan seorang peneliti di University of Warwick, Inggris.

“Karakteristik ini mungkin membuat lebih sulit bagi individu yang lahir prematur untuk membentuk hubungan sosial di masa dewasa, seperti menemukan pasangan,” kata Mendonca melalui email. “Tetapi ketika orang dewasa yang lahir prematur memiliki teman atau pasangan, kualitas hubungan ini sama baiknya dengan mereka yang dilahirkan cukup bulan.

Kehamilan biasanya berlangsung sekitar 40 minggu, dan bayi yang lahir setelah 37 minggu dianggap cukup bulan. Pada minggu-minggu segera setelah kelahiran, bayi prematur sering mengalami kesulitan bernapas dan mencerna makanan.

Postcomended   AS Kian Mantap Tancapkan Kekuatan Militer di Sekutu Benua Kangguru-nya

Beberapa bayi prematur juga menghadapi tantangan jangka panjang seperti gangguan penglihatan, pendengaran dan keterampilan kognitif, serta pengalaman asmara di kemudian hari, sebut penelitian itu. Para peneliti memeriksa data dari 21 studi yang diterbitkan sebelumnya, yang membandingkan hasil sosial orang dewasa yang lahir premature dengan yang cukup bulan.

Dampak negatif dari menjadi prematur atau kurus serupa untuk pria dan wanita dan untuk orang dewasa di segala usia. Namun, efek negatifnya lebih terasa pada bayi yang lahir dengan kondisi bobot lebih terkecil.

Bayi yang sangat prematur yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu adalah 67 persen lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki pasangan yang romantis, dan 69 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi orang tua di masa dewasa daripada bayi cukup bulan.

Postcomended   Facebook Pilih Negara Ini sebagai Markas Pusat Data di Asia #FacebookDown

Bayi yang sangat prematur yang lahir pada usia kehamilan 28 hingga 31 minggu adalah 33 ersen lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki pasangan yang romantis dan 21 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi orang tua daripada bayi cukup bulan.

Sebaliknya, bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan 32 hingga 36 minggu hanya 21 persen lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki hubungan romantis atau menjadi orang tua dibandingkan dengan bayi cukup bulan.

Para peneliti tidak dapat memeriksa bagaimana kecacatan atau masalah kesehatan yang umum terjadi pada bayi prematur dan bayi dengan berat badan kurang, mungkin berdampak pada hubungan orang dewasa. Tim peneliti menulis penelitin ini dalam JAMA Network Open.

Meski begitu, hasilnya menunjukkan bahwa tidak pernah terlalu cepat bagi orang tua dari bayi prematur dan bayi dengan berat badan kurang untuk mulai membantu mereka membangun keterampilan sosial yang mungkin menantang bagi mereka saat mereka tumbuh dewasa, kata Mendonca.

“Mereka yang merawat anak-anak prematur, termasuk orang tua, profesional kesehatan dan guru, harus lebih sadar akan peran penting potensial pengembangan sosial dan integrasi sosial untuk anak-anak prematur,” kata Mendonca.

Postcomended   Coldplay Rilis Lagu Dukung Imigran

“Karena anak-anak prematur cenderung lebih pemalu, mendukung mereka berteman dan menjadi terintegrasi dalam kelompok sebaya mereka dapat membantu mereka untuk kemudian menemukan pasangan asmara dan memiliki hubungan seksual dan menjadi orang tua, yang semuanya meningkatkan kesejahteraan.”***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top