(Scott Wiggers/Apau Hawaii Tours via AP)

Gunung Kilauea, Hawaii, bukanlah jenis gunung berapi biasa. Lava yang sekarang bergulung-gulung membara, menghanguskan semua yang dilewatinya, telah mendidih selama sekitar 35 tahun di dalam dapur magmanya. Melalui retakan di tanah, magma gunung yang dieja “kill-ah-way-ah” ini muntah. Letusan awal Mei ini hampir sama dari biasanya, namun lava membara yang meluap telah menghancurkan rumah-rumah yang jaraknya bermil-mil dari puncak gunung, memaksa sekitar 1.700 warga meninggalkan rumah mereka.

Para ilmuwan, Senin (6/4/2018), mengatakan, ada sedikit penurunan tekanan yang memaksa lava naik ke permukaan, tetapi kemungkinan ini hanya jeda sementara. Ahli vulkanologi Universitas Dennison, Erik Klemetti, mengatakan, erupsi serupa di Kilauea adalah hasil pemanasan selama bertahun-tahun. “Akan memakan waktu lama sebelum dapat dikatakan apakah semuanya akan mereda,” katanya.

Kilauea adalah gunung termuda dan paling aktif dari lima gunung berapi di Big Island, Hawaii. Dia telah meletus terus menerus sejak 1983, tapi tidak seperti perilaku letusan Gunung St. Helens pada 1980 yang memuntahkan lava ke atas dan ke mana-mana.

Beberapa mil di bawah Kilauea ada “titik panas” yang terus-menerus diisi oleh batuan super encer dari dalam Bumi (magma) yang perlu menemukan jalan keluar. Namun bukannya meledak, di Kilauea aliran lava mengalir di permukaan tanah,” jelas koordinator bahaya gunung api Survei Geologi Amerika Serikat (AS), Charles Mandeville.

Postcomended   Mau Souvenir Asian Games 2018, Cari Aja di Tempat Ini

Batuan encer mendidih disebut magma ketika berada di perut Bumi, namun disebut lava ketika mencapai permukaan tanah. Lava yang mengalir keluar melalui retakan di tanah biasanya dalam batas-batas di taman nasional yang mengelilingi Kilauea. Tapi kali ini erupsinya sampai menghancurkan rumah.

“Jenis letusan yang terjadi sekarang ini sangat normal untuk gunung berapi ini,” kata ahli vulkanologi Janine Krippner dari Universitas Concord di West Virginia. Sementara itu Mandeville mengatakan, seminggu terakhir ini atau lebih, telah terlihat “penyesuaian ulang besar terhadap sistem pipa gunung berapi.

Pada 30 April lalu, para ilmuwan mendapat tanda pertama bahwa ada sesuatu yang terjadi. Lantai dari kolam lava puncak gunung, kata Mandeville, mengalami “kegagalan katastropik” yang memaksa magma timur mencari jalan keluar. Hal ini telah menciptakan serangkaian gempa Bumi kecil.

Mandeville mengatakan, magma keluar dari retakan tanah dalam bentuk “air mancur api” dengan tembakan lava setinggi 230 kaki (70 meter). “Di mana celah berikutnya akan terbuka, tidak ada yang akan tahu,” katanya.

Jadi kata Mandeville, meskipun ada sedikit penurunan tekanan, para ilmuwan tidak akan pernah tahu pasti apakah Kilauea telah tenang setidaknya selama dua bulan ini. Dia mengatakan, bisa jadi akan jauh lebih lama sebelum kondisi menjadi benar-benar aman bagi orang-orang untuk berada di daerah timur puncak gunung berapi ini.

Postcomended   Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Mencurigakan

Mandeville menyebutkan, panas lava yang mengalir keluar Kilauea mencapai 1.200 derajat Celcius. “Ini benar-benar membakar apa pun yang disentuhnya,” katanya.

Bukan hanya batuan cair yang harus diwaspadai, gas yang dimuntahkan pun bisa berbahaya, imbuh Klemetti. Gas ini dapat mengandung sulfur dioksida, yang apabila bereaksi dengan cairan di paru-paru dapat membentuk asam.

Mandeville mengatakan, para ilmuwan berharap setidaknya ada dua bulan masa tenang dulu, sebelum menyatakan situasi membaik. Sedangkan saat ini tidak banyak yang bisa dilakukan selain membuat orang menghindari jalan.

Kepulauan Hawaii ada karena gunung berapi. Gunung berapi ini diciptakan dari “titik panas” magma bawah tanah, yang sebagian besar, meskipun tidak selalu, berada di bawah permukaan air. Batuan encer panas itu mengalami erupsi di dasar laut, lalu mendingin dan membentuk gunung berapi.

Setiap letusannya membuat gunung berapi tumbuh sampai cukup besar untuk kemudian terdorong keluar dari permukaan air dan lalu membentuk pulau.

Ada sekitar 13 titik panas seperti ini di seluruh dunia dengan pulau Hawaii merupakan salah satu yang paling aktif dari kelompok itu. Krippner menjelaskan, sembilan per sepuluh permukaan Kilauea berusia kurang dari 1.000 tahun, umur yang cukup muda untuk ukuran geologi.

Postcomended   Jadi Begini Kata Para Ulama Tentang Anies Baswedan

Menurut Mandeville, ada 169 gunung api aktif di AS, termasuk di bawah Yellowstone, dan 1.550 di dunia yang berada di atas permukaan laut. Manusia, kata para ilmuwan, tidak akan ada tanpa gunung berapi.

Letusan gunung berapi menyediakan nutrisi, seperti nitrogen, untuk tanah dan gas mereka, terutama uap air, membantu membentuk atmosfer yang kita miliki sekarang.

Gunung berapi kata Krippner, memberikan banyak hal baik. “Kita hanya harus keluar dari jalur mereka sementara mereka melakukan pekerjaannya.”(***/AP)

Share the knowledge