Bawa Masuk Barang dari Luar Negeri Senilai 500 Dolar AS Bebas Bea ... Tribunnews.com680 × 382Search by image Bawa Masuk Barang dari Luar Negeri Senilai 500 Dolar AS Bebas Bea Masuk

Bawa Masuk Barang dari Luar Negeri Senilai 500 Dolar AS Bebas Bea … Tribunnews.com680 × 382Search by image Bawa Masuk Barang dari Luar Negeri Senilai 500 Dolar AS Bebas Bea Masuk

Jika tak ada hambatan, sejak akhir Desember 2017, Kementerian Keuangan menaikkan nilai maksimal oleh-oleh yang bisa dibawa masuk ke Tanah Air menjadi 500 dolar AS dari semula 250 dolar AS. September lalu, sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan warga yang ditahan pihak Bea Cukai Bandara Sukarno-Hatta karena kedapatan membawa oleh-oleh melebihi 250 dolar AS. Warga tersebut sampai terpaksa membayar kelebihannya sebesar Rp 27 juta.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, Kamis (28/12/2017), mengumumkan rencana perubahan terhadap Peraturan Menteri Keuangan (PMK/) No 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang.

Dengan perubahan ini, batas nilai barang yang boleh dibawa masuk menjadi maksimal 500 dolar AS atau setara Rp 6,77 juta, dari semula hanya 250 dolar AS atau setara sekitar Rp  3 juta. Penumpang juga harus bisa meyakinkan barang yang dibawa dari luar negeri itu bukan untuk dijual lagi.

Jika barang yang dibawa melebihi ketentuan, maka kelebihannya akan terkena bea masuk sebesar 10 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPn) 10 persen, serta Pajak Penghasilan (PPh) 7,5 persen untuk yang memiliki NPWP; atau 15 persen untuk yang tidak memiliki NPWP.

“Semoga dalam satu atau dua hari ini (penomoran di Kemenkumham) keluar,” ujar Sri, pada 27 Desember 2017.

Peraturan tidak boleh membawa oleh-oleh melebihi 250 dolar AS per orang sudah ada sejak 2010. Namun tampaknya aturan ini tidak tersosialisasikan dengan baik.

Pada September 2017, dua video terkait penumpang yang ditahan Bea Cukai Bandara Sukarno-Hatta, viral di media sosial. Diketahui bahwa penumpang yang sempat protes tersebut akhirnya terpaksa membayar pajak atas kelebihan nilai uang barang yang mereka bawa.

Penumpang yang baru pulang dari Singapura tersebut membawa oleh-oleh sebuah tas bermerek yang setelah diperiksa harganya melebihi 250 dolar AS.

Postcomended   Jack Ma Sarankan Cina Garap Asia Tenggara dan Afrika

Si penumpang pun terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk tas branded-nya itu hingga Rp 5,4 juta setelah diperhitungkan dengan pajak bea masuk, PPh, dan PPN.

Penumpang lainnya lebih tragis. Sepasang suami istri beserta dua anak dan seorang orang tua, juga diperiksa petugas. Mereka juga membawa oleh-oleh tas bermerek yang harganya mencapai 7.000 dolar singapura (waktu itu disebutkan pula ketentuan nilai barang yang bebas pajak untuk keluarga maksimal 1.000 dolar AS).

Postcomended   Cina Surplus, Tarif Tak Bikin Selera Orang Amerika Berkurang pada Produk Cina

Keluarga inipun terpaksa menjebol tabungannya hingga mencapai total Rp 27,8 juta. Angka ini keluar karena rupanya mereka juga tidak bisa menunjukkan NPWP sehingga mereka ditagih dobel untuk membayar pajak dan bea masuk.

Menanggapi video tersebur, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, seperti dilansir Bisnis.com, mengatakan, angka 250 dolar AS (perorangan) dan 1.000 dolar AS (keluarga) itu untuk melindungi industri dalam negeri yang memroduksi barang sejenis yang telah membayar pajak.(***/kompas/bisnis/liputan6)

Share the knowledge