Ekonomi

Klik Mesin Pencari Geevv, Pikirkan Manfaat Sosialnya #suruhgoogleaja

Share the knowledge

Geevving while searching

Geevving while searching

Pernah naik popularitasnya karena direkomendasikan FPI sebagai mesin pencari karya anak bangsa untuk menggantikan Google, namun terungkap bahwa sebenarnya Geevv.com menggunakan platform Bing milik Microsoft. Namun ada hal lain yang lebih penting yang bisa dibanggakan dari Geevv, yang tak perlu membuat kita mundur dari menggunakan mesin pencari ini. Apakah itu?

Geevv adalah perusahaan perintis (startup) yang didirikan oleh mahasiswi Universitas Indonesia (UI) bernama Azka A. Silmi dan Andika Deni Prasetya. Keduanya saat menciptakan Geevv pada 2016 masing-masing masih berusia 21 dan 20.

Khas anak milenial, Azka terdorong menciptakan mesin pencari sendiri bukan karena semata ingin menyaingi Google, melainkan terdorong oleh keinginan memadukan antara mencari laba namun juga sekaligus berdonasi bagi yang membutuhkan. Karena itu Azka memiliki moto usahanya sebagai “social search engine” alias mesin pencari yang bersifat sosial.

Dikutip dari laman CNN Indonesia, dorongan Azka menciptakan Geevv setelah beberapa kali dia mengikuti seminar mengenai startup. Di situ terungkap potensi besar dari teknologi yang namanya  mesin pencari.

Bedasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per Oktober 2016, pengguna mesin pencari Google (Chrome) di Indonesia adalah 81,8 juta pengguna. Pada survei 2017, APJII juga menemukan bahwa pengguna internet yang menggunakan mesin pencari (tanpa menyebut nama mesin pemncarinya) berada di urutan ketiga setelah layanan chatting dan media sosial. Jumlah warganet yang membuka mesin pencari ini mencapai sebesar 74,84% dari total 143,26 juta pengguna, atau sekitar 107,2 juta pengguna.

Dipadukan dengan minat Azka pada isu-isu sosial, akhirnya Azka memilih teknologi mesin pencari sebagai alat untuk menyalurkan jiwa sosialnya. Dengan menggandeng Andika, Azka mantap meluncurkan Geevv pada 26 September 2016.

Postcomended   Kylie Dongkel Zuck dari Posisi Puncak Miliarder Muda

Sebelumnya, Azka menetapkan bahwa 80 persen hasil monetisasi mesin pencarinya ditujukan untuk donasi, setelah mengambil 20 persen sebagai laba usaha. Menurut Azka kepada CNN Indonesia, uang yang dihasilkan berasal dari iklan yang masuk. Inilah yang membuat Geevv berbeda dari mesin pencari lainnya. Dikutip dari laman Tech in Asia, donasi akan diberikan kepada beberapa mitra program sosial yang dapat dipercaya.

Jika melihat tampilan laman mesin pencari Geevv.com, jumlah dana yang didonasikan dicantumkan di tengah bawah laman tersebut. Saat tulisan ini diturunkan, jumlah donasi terlihat (baru) mencapai Rp 483.147.875. Jumlah ini meningkat cukup drastis jika dibandingkan pada 29 Oktober 2016 yang baru Rp 230.900, terlebih ketika FPI merekomendasikan mesin pencari ini seusai ditantang pihak berseberangan agar mereka tidak memakai situs-situs buatan Barat.

Postcomended   Thailand Tetap Haramkan Ganja untuk Rekreasi

Harapan Azka atas pertumbuhan Geevv saat diluncurkan cukup rasional, yakni 2% dari market share dalam dua tahun sejak diluncurkan pada 2016, dan 5% dalam lima tahun. Target ini menurut Azka  sudah tergolong besar di tengah keperkasaan Google.

Menggunakan Platform Milik Microsoft

Dari penelusuran Tech in Asia, Geevv sebenarnya merupakan layanan yang membeli Application Programming Interface (API) dari mesin pencari buatan Microsoft, yaitu Bing. Tak heran jika hasil pencarian di Bing dan Geevv akan sama. Dan ini diakui oleh Azka. Dia mengatakan, membangun indeks dan mesin pencari sendiri tidak mudah dan tidak murah. Pilihan yang murah kata Azka, ya  dengan membeli API dari Bing.

Konsep memadukan fungsi pencarian dan fitur donasi yang dibuat Geevv pun, sebut laman Tech in Asia, bukan baru. Satu startup asal Jerman, Ecosia, yang juga menggunakan platform Bing, telah lebih dulu melakukannya. Ecosia kini bahkan sudah bekerjasama dengan Bing.

Postcomended   Alibaba Ketahuan Kembangkan Teknologi Propaganda untuk Pemerintah Cina

Satu yang agak mencemaskan, seperti banyak diungkap warganet yang penasaran saat FPI merekomendasikan Geevv, ternyata filter terhadap situs-situs pornografi di Geevv kurang bekerja. Seorang warganet yang mencoba membuka, membaca peringatan bahwa mesin pencari ini banyak berisi konten pornografi. Tapi ini tergantung niat pemakainya bukan? Jadi, selamat berseluncur dengan Geevv dan berdonasi untuk sesama.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top