Ekonomi

Komisi Persaingan Usaha Singapura Mencurigai Modus Uber

persaingan usaha Singapura mencurigai transaksi Uber dan Grab KONTAN Komisi persaingan usaha Singapura mencurigai transaksi Uber dan Grab

persaingan usaha Singapura mencurigai transaksi Uber dan Grab KONTAN Komisi persaingan usaha Singapura mencurigai transaksi Uber dan Grab

Otoritas pengawas persaingan usaha Singapura yakni Komisi Persaingan Singapura (CCS), mencurigai Uber Technologies Inc (UBER.UL) telah melanggar aturan pesaingan usaha dengan menjual operasinya di Asia Tenggara kepada pesaingnya, Grab. CCS mengaku memiliki alasan masuk akal atas tuduhan itu.

Diam-diam, CCS telah memulai penyelidikan atas kesepakatan itu dan mengusulkan langkah-langkah sementara yang akan memaksa Uber dan Grab mempertahankan harga pra-transaksi independen mereka, kata badan pengawas itu dalam sebuah pernyataan, Jumat (30/3/2018).

Proposal juga mengharuskan Uber dan Grab tidak mengambil tindakan apa pun yang mungkin mengarah pada integrasi bisnis mereka di Singapura; sebuah langkah yang cenderung menimbulkan rintangan besar bagi upaya perusahaan Amerika (AS) itu untuk meningkatkan profitabilitas dengan keluar dari pasar Asia Tenggara-nya yang merugi.

Ini adalah pertama kalinya komisi tersebut mengeluarkan langkah-langkah sementara untuk setiap bisnis di negara tersebut. “Untuk mengatasi kekhawatiran konsumen, kami secara sukarela berkomitmen mempertahankan struktur tarif kami dan tidak akan meningkatkan tarif dasar. Ini adalah komitmen yang kami siapkan untuk CCS, dan untuk publik,”ujar Lim Kell Jay, Kepala Grab Singapura, kepada Reuters. Sementara itu Uber tidak segera merespon untuk dimintai komentar.

 

Uber dan Grab mengumumkan kesepakatan Senin (26/3/2018), untuk menandai mundur yang keduakalinya bagi perusahaan ojek online AS itu dari pasar Asia. Berdasarkan kesepakatan, Uber akan mengambil 27,5 persen saham di Grab, yang bernilai sekitar 6 miliar dolar AS, dan CEO Uber, Dara Khosrowshahi, akan bergabung dengan dewan perusahaan yang berbasis di Singapura.

Sementara itu, proposal CCS mengharuskan Grab dan Uber untuk tidak memperoleh informasi rahasia lainnya termasuk harga, pelanggan, dan driver. Kedua perusahaan, kata Lim, akan diberi kesempatan untuk membuat pernyataan tertulis kepada CCS setelah menerima langkah-langkah sementara yang diusulkan.

Singapura memiliki aturan pemberitahuan merger secara sukarela, dan CCS belum menerima pemberitahuan dari Uber dan Grab pada Jumat, meskipun perusahaan telah mengindikasikan niat mereka untuk mengajukan pemberitahuan merger resmi, kata CCS. “Kami telah terlibat dengan CCS sebelum menandatangani dan terus melakukannya,” kata Lim.

Kesepakatan Uber-Grab adalah konsolidasi besar pertama di Asia Tenggara, wiayah yang dihuni sekitar 640 juta orang, dan secara luas diharapkan memberi Uber lebih banyak senjata untuk fokus pada pasar lain termasuk India, karena mempersiapkan penawaran saham perdana(IPO) pada 2019.

Uber kehilangan 4,5 miliar dolar AS ( sekitar Rp 65 triliun) tahun lalu dan menghadapi persaingan sengit di rumahnya sendiri, AS, dan di seluruh Asia, serta tantangan menghadapi tindakan keras di Eropa. Perusahaan ini telah menginvestasikan 700 juta dolar AS di Asi Tenggara.(***/reuters)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top