Internasional

Komunitas Astronomi Berdengung atas Temuan Terbaru Objek Antarbintang

Share the knowledge

 

Para astronom percaya bahwa mereka telah menemukan pengunjung antarbintang menurut NASA, hampir dua tahun setelah yang pertama, Oumuamua. Antarbintang berarti bahwa objek tersebut berasal dari luar tata surya kita dan tampaknya berasal dari arah bidang galaksi di Cassiopeia. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=I7ktZSA09tU)

Para astronom percaya bahwa mereka telah menemukan pengunjung antarbintang menurut NASA, hampir dua tahun setelah yang pertama, Oumuamua. Antarbintang berarti bahwa objek tersebut berasal dari luar tata surya kita dan tampaknya berasal dari arah bidang galaksi di Cassiopeia. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=I7ktZSA09tU)

Penemuan komet baru yang diyakini “objek antarbintang” telah membuat komunitas astronomi berdengung. NASA Jet Propulsion Laboratory di California Institute of Technology mengatakan, jika dikonfirmasi objek tersebut akan menjadi yang kedua dari jenisnya yang terdeteksi.

Komet yang baru ditemukan ini dijuluki C/2019 Q4. Ditemukan oleh Gennady Borisov, seorang astronom Krimea yang bekerja di sebuah observatorium di Nauchnij, Krimea, pada 30 Agustus silam (2019). Para ilmuwan meyakini komet itu menjadi bintang setelah mempelajari lintasan dan kecepatannya.

Postcomended   Wisata Yoga dan Kuliner Vegetarian Jadi Daya Tarik Wisman India

“Kecepatan komet saat ini tinggi, sekitar 150.000 kpj (kilometer per jam), yang jauh di atas kecepatan tipikal benda yang mengorbit Matahari pada jarak itu,” Davide Farnocchia, seorang astronom di Jet Propulsion Laboratory mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir ABC News, Sabtu (14/9/2019).

“Kecepatan tinggi tidak hanya menunjukkan bahwa benda itu kemungkinan berasal dari luar tata surya kita, tetapi juga bahwa benda itu akan pergi dan kembali ke ruang antarbintang,” tambahnya.

Komet itu –yang terdiri atas tubuh sedingin es yang dikelilingi oleh awan debu dan partikel– saat ini sedang mendekati Matahari kita, tetapi yang paling dekat diperkirakan akan menuju Bumi adalah sekitar 190 juta mil (sekitar 305,7 miliar km) menurut pernyataan NASA.

Benda langit ini, kata Farnocchia, akan terlihat dengan teleskop profesional dalam beberapa bulan mendatang dan akan mencapai puncak kecerahannya pada pertengahan Desember 2019 dan dapat terus diamati dengan teleskop ukuran sedang hingga April 2020.

Postcomended   Ibukota RI Tak Akan Lagi di Pulau Jawa

Objek antarbintang pertama yang dikenal mengunjungi tata surya kita, yakni asteroid pembuat sejarah bernama Oumuamua, ditemukan oleh para astronom pada Oktober 2017 dan membuat bingung komunitas ilmiah pada saat itu. Bahkan sempat ada yang menyebutkan bahwa Oumuamua adalah pesawat ruang angkasa alien.

Oumuamua adalah nama Hawaii yang artinya “seorang utusan dari jauh yang tiba lebih dulu”. Benda ini dideskripsikan oleh astronom Paul Chodas dari NASA Jet Propulsion Laboratory sebagai “pengunjung aneh dari sistem bintang yang jauh, berbentuk seperti tidak ada yang pernah kita lihat di lingkungan tata surya tata surya kita sendiri.***

Para astronom percaya bahwa mereka telah menemukan pengunjung antarbintang menurut NASA, hampir dua tahun setelah yang pertama, Oumuamua. Antarbintang berarti bahwa objek tersebut berasal dari luar tata surya kita dan tampaknya berasal dari arah bidang galaksi di Cassiopeia.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top